Bogor, Pelitabaru.com — Program Studi Akuntansi, Sekolah Vokasi IPB University, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Mengelola Uang Usaha UMKM di Desa Wisata Mulyaharja AEWO, Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor pada Jum’at (18/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian pada Masyarakat Terpusat dan Terpadu Sekolah Vokasi IPB Tahun 2026.
Pelatihan ini diikuti oleh 20 pelaku UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha, meliputi produksi makanan matang, produksi makanan mentah, penjualan beras, dan penjualan sayuran. Keberagaman bidang usaha tersebut menjadi konteks penting dalam memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik masing-masing usaha.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha secara tertib dan terencana. Kemampuan mengatur arus kas, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha merupakan aspek penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Mendorong Pengelolaan Keuangan Usaha yang Lebih Tertib
Kegiatan diawali sambutan oleh Ratih Pratiwi selaku Ketua Program Studi. Pelaksanaan pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Program Studi Akuntansi Sekolah Vokasi IPB dalam menerapkan pengetahuan akuntansi secara praktis untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Dalam pelatihan bertema “Mengelola Uang Usaha UMKM”, tim dosen Program Studi Akuntansi menyampaikan materi melalui pemaparan konsep dan contoh penerapan yang relevan dengan aktivitas usaha sehari-hari.
“Peserta memperoleh kesempatan untuk memahami pentingnya pencatatan transaksi serta pengelolaan uang usaha sebagai dasar untuk memantau kondisi keuangan bisnis. Bagi pelaku usaha makanan matang dan makanan mentah, pengelolaan keuangan dapat membantu memantau pengeluaran bahan baku, biaya produksi, dan hasil penjualan,” ujar Ratih Pratiwi.
Sementara itu, bagi pedagang beras dan sayuran, pencatatan transaksi dan pemantauan arus kas dapat mendukung pengendalian modal usaha serta membantu mengevaluasi hasil penjualan.
“Melalui pendekatan tersebut, pelatihan diharapkan dapat membantu peserta membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih baik, sesuai dengan skala dan kebutuhan usaha masing-masing,” imbuhnya.
Diskusi Interaktif dan Evaluasi Pemahaman
Selain penyampaian materi, kegiatan dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalaman serta kendala dalam mengelola keuangan usaha. Sesi ini menjadi sarana untuk menghubungkan konsep akuntansi dengan praktik bisnis yang dijalankan oleh para peserta.
Untuk mengevaluasi pemahaman peserta, panitia melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah pelatihan. Kedua evaluasi tersebut dirancang untuk mengetahui pemahaman awal peserta serta mengidentifikasi perubahan pemahaman setelah mengikuti pelatihan.
Hasil evaluasi selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tim pelaksana dalam menilai efektivitas kegiatan dan merancang program edukasi maupun pendampingan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM di Kelurahan Mulyaharja.
Suara Pelaku UMKM sebagai Bagian dari Penguatan Kapasitas Usaha
Perwakilan peserta, Ilah, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pencatatan keuangan usaha, khususnya dalam mengidentifikasi dan mencatat kas masuk serta kas keluar.
Melalui pelatihan ini, ia berharap dapat menerapkan pencatatan keuangan yang lebih tertib sehingga arus kas usaha dapat dipantau dengan lebih baik. Kehadiran para pelaku usaha dari berbagai sektor menunjukkan pentingnya akses terhadap pengetahuan pengelolaan keuangan yang praktis dan mudah diterapkan.
Bagi UMKM, kebiasaan mencatat transaksi, mengendalikan pengeluaran, dan mengevaluasi hasil usaha dapat menjadi langkah awal untuk membangun pengelolaan bisnis yang lebih terukur.
Komitmen Sekolah Vokasi IPB dalam Pemberdayaan UMKM
Pelatihan mengelola uang usaha UMKM merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Program Studi Akuntansi Sekolah Vokasi IPB University berupaya menghadirkan pengetahuan akuntansi yang aplikatif agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan semakin mampu mengelola keuangan, memahami kondisi usahanya, dan mengambil keputusan bisnis berdasarkan pencatatan yang lebih baik,” katanya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Wisata Mulyaharja AEWO ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat literasi keuangan pelaku UMKM sekaligus membangun sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung perkembangan usaha lokal di Kota Bogor. (adi/*)












