Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB Uji Atraktan untuk Kendalikan Lalat di Kandang Sapi

oleh
banner 468x60

Merauke, pelitabaru.com – Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University melakukan uji coba pembuatan atraktan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan lalat yang ditemukan pada kandang sapi di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Pembuatan atraktan ini merupakan salah satu upaya tim untuk mencari solusi atas permasalahan yang ditemukan selama melakukan pengamatan di kandang peternakan sapi.

banner 336x280

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tim menemukan bahwa keberadaan lalat menjadi salah satu permasalahan ektoparasit yang cukup banyak dijumpai pada sapi dan lingkungan kandang peternak.

Tingginya intensitas keberadaan lalat yang hinggap pada tubuh sapi dapat mengganggu kenyamanan ternak serta berpotensi memengaruhi kondisi kesehatannya, karena beberapa jenis lalat dapat berperan sebagai vektor mekanis maupun biologis dalam penyebaran agen penyakit.

Temuan tersebut kemudian mendorong tim untuk mencari alternatif pengendalian lalat yang sederhana menggunakan bahan-bahan yang relatif mudah diperoleh masyarakat.

Sebagai langkah awal, Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University melakukan uji coba atraktan menggunakan bahan dan formulasi yang berbeda, yaitu campuran gula dan ragi serta campuran terasi dan ragi. Kedua bahan tersebut akan dibandingkan untuk mengetahui bahan mana yang lebih efektif untuk menarik lalat masuk ke dalam perangkap.

Pengujian dilakukan selama tiga hari dengan melihat jumlah serangga yang berhasil terperangkap pada setiap sampel atraktan. Berdasarkan hasil uji coba awal, formulasi campuran terasi dan ragi menunjukkan kemampuan paling baik dalam menarik dan memerangkap lalat dibandingkan formulasi campuran gula dan ragi.

Hasil tersebut menjadi dasar bagi tim untuk menyempurnakan formulasi atraktan yang nantinya akan diaplikasikan di kandang peternakan sapi.

Kombinasi aroma khas terasi dan proses fermentasi oleh ragi diduga menjadi faktor yang menyebabkan lebih banyak lalat tertarik pada formulasi tersebut. Aroma yang dihasilkan dapat menjadi stimulus bagi lalat untuk mendekati perangkap, sementara aktivitas fermentasi ragi menghasilkan karbon dioksida (CO₂) yang turut berpotensi berperan sebagai daya tarik bagi serangga.

Ketua Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University, Dr. drh. Dwi Budiono, M.Si., menyampaikan bahwa penggunaan atraktan dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan lalat pada ternak sapi. Melalui uji coba ini, tim berupaya memperoleh formulasi yang sesuai dan selanjutnya dapat diterapkan sebagai metode pengendalian lalat di lingkungan peternakan sapi.

“Uji coba atraktan ini merupakan upaya kami untuk mencari alternatif pengendalian lalat yang sederhana dan mudah diterapkan oleh peternak. Hasil awal menunjukkan potensi yang baik dan selanjutnya akan kami evaluasi untuk memperoleh formulasi yang lebih optimal,” ujar Dr. drh. Dwi Budiono, M.Si di Merauke, Sabtu (10/10/2026).

Hasil awal menunjukkan adanya potensi dari formulasi atraktan yang diuji. Namun, tim menilai masih diperlukan pengujian lebih lanjut untuk memperoleh formulasi yang lebih optimal.

Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University akan melanjutkan pengujian dengan mengevaluasi komposisi bahan, durasi fermentasi, daya tarik formulasi, kinerja perangkap, serta jumlah dan jenis serangga yang tertangkap. Pengujian lanjutan tersebut diharapkan dapat menghasilkan formulasi atraktan yang lebih optimal sebelum diterapkan secara lebih luas di masyarakat.

Formulasi atraktan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian lalat yang sederhana, ekonomis, dan mudah diaplikasikan pada lingkungan kandang sapi. Selain membantu menekan populasi lalat, penerapan atraktan diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kandang yang lebih nyaman serta menunjang upaya pemeliharaan kesehatan ternak.

Melalui kegiatan tersebut, Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University terus berupaya menghadirkan solusi berdasarkan permasalahan nyata yang ditemukan di lapangan. Hasil pengujian lanjutan nantinya diharapkan dapat menghasilkan formulasi atraktan tepat dan sesuai dengan kondisi peternakan sapi di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke. (adi/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *