Gerbong KA Berkurang, Pelayanan Penumpang di Bogor Jangan Terganggu

oleh
Boyman Harun
banner 468x60

Kota Bogor, Pelita Baru

Anggota Komisi V DPR RI Boyman Harun menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kereta api bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Bogor. Ia mendorong optimalisasi sarana dan prasarana transportasi massal tersebut agar pengelola selalu mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan penumpang.

banner 336x280

“Saya mendorong bagaimana kereta api khususnya yang ada di Bogor ini bisa melayani penumpang dengan baik, nyaman, aman, dan selamat,” ujar Boyman dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI dalam rangka peninjauan sarana prasarana kereta api di Kota Bogor, Jumat (11/9/2026).

Lebih lanjut, Boyman menyoroti adanya keluhan terkait pengurangan jumlah gerbong kereta api dengan alasan pemeliharaan rutin. Menurutnya, kendala operasional semacam itu tidak boleh lagi terjadi di masa mendatang karena berdampak langsung pada mobilitas masyarakat.

“Terjadi kekurangan gerbong karena check up unit kereta, saya pikir ke depan itu tidak boleh terjadi karena akan mengganggu pelayanan penumpang untuk pergi ke tempat tujuan hingga ke tempat kerja masing-masing,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan agar penyelenggara layanan transportasi menerapkan pendekatan tata kelola yang seimbang. Pelayanan prima kepada masyarakat wajib menjadi prioritas utama, namun operasional layanan juga harus dikelola untuk mengamankan keuntungan finansial bagi negara.

“Jadi harapan saya berpikirlah secara bisnis melayani dengan baik, tetapi juga mencari keuntungan untuk kepentingan negara,” ucapnya.

Menurut Boyman, penerimaan negara bukan pajak dari sektor perhubungan memiliki potensi yang sangat terukur dan signifikan. Jika dikelola serta dioptimalkan secara maksimal, pendapatan tersebut berpeluang menjadi instrumen strategis untuk mendukung kelancaran program pembangunan nasional.

“Karena kita tahu, pendapatan negara bukan pajak dari perhubungan ini sangat luar biasa jika dioptimalkan dalam menjalankan bisnisnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi V DPR RI menaruh perhatian serius terhadap faktor kenyamanan, keamanan, dan keselamatan penumpang menyusul penyesuaian operasional KRL Commuter Line relasi Bogor, tegas Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI Dalam Rangka Peninjauan Sarana Prasarana Kereta Api di Kota Bogor, (11/9/2026).

“Stasiun Bogor menempati urutan pertama sebagai stasiun tersibuk dengan melayani 18,45 juta pergerakan penumpang pada Semester I 2026 atau rata-rata 109.000an pelanggan per hari, sehingga setiap penyesuaian perjalanan harus diikuti langkah antisipasi yang matang,” tegasnya.

Lebih lanjut, pimpinan Komisi V DPR RI tersebut menyoroti peran strategis Bogor Line yang menjadi tulang punggung mobilitas harian masyarakat menuju Jakarta dengan total pergerakan mencapai 78,08 juta penumpang. Ia menambahkan bahwa tren lonjakan penumpang yang konsisten sejak tahun 2022 menuntut keandalan infrastruktur perkeretaapian secara optimal.

“Sejumlah proyek pengembangan seperti perbaikan jalur rel, listrik aliran atas, fasilitas MEP, hingga pemasangan kanopi peron seluruhnya perlu melewati uji beban serta uji coba operasional menuju penyelesaian total pada pertengahan 2026,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Ridwan mengamini pentingnya langkah PT KAI bersama Kementerian Perhubungan yang tengah mempersiapkan konektivitas langsung antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang. Interkoneksi ini diyakini memperlancar transit penumpang ke KA Pangrango maupun transportasi daerah, beriringan dengan peningkatan peron untuk melayani rangkaian KRL hingga formasi 12 kereta.

“Namun demikian, terkait pengurangan 17 perjalanan KRL relasi Bogor mulai 7 hingga 30 September 2026 untuk perawatan rutin, kami mendorong perumusan solusi konkret serta sosialisasi intensif kepada masyarakat,” imbuhnya.

Terkait hal itu, Komisi V DPR RI memastikan bakal terus mengawal jalannya penataan sarana prasarana perkeretaapian agar aspek keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama. Peninjauan lapangan melalui Kunjungan Kerja Spesifik ini diharapkan mampu melahirkan evaluasi komprehensif demi terwujudnya layanan transportasi publik yang andal. (hrs/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *