Bogor, pelitabaru.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB University) secara resmi mengawali program pemberdayaan berbasis kemitraan masyarakat melalui tahapan sosialisasi, persiapan, dan pemetaan lahan penerapan Integrated Farming System (IFS) yang diselenggarakan di sekretariat serta lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas, RT 06 RW 01 Kampung Ciharashas, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Tim Pelaksana Pengabdian dari Program Studi Manajemen Agribisnis IPB, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si., bersama dua anggota tim pelaksana, yaitu Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU. dan Agief Julio Pratama, S.P., M.Si., dosen dari Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian IPB. Turut hadir secara langsung dalam kegiatan ini Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantono, S.Sos., Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Kelurahan Mulyaharja, Agus Faisal, serta Ketua KWT Ciharashas, Ibu Umi, bersama seluruh anggota kelompok sasaran.
Dalam sambutannya Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa “Rangkaian kegiatan Program Pengabdian Masyarakat Bima Tahun 2026, kelompok skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat,, adapun tujuan dari program ini adalah menekan biaya produksi dan memperkuat kedaulatan pangan rumah tangga berbasis sistem pertanian terpadu nir-limbah dengan mengusung konsep Integrated Farming System yang terdiri dari tanaman, perikanan dan peternakan, harapannya program ini dapat meningkatkan pendapatan KWT, tercitanya sustainabelity yang akan berpengaruh pada peningkatan kesejateraan masyarakat.” Katanya dengan penuh antusias.
Selanjutnya, Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU. mengungkapkan “Kami akan menerapakan sistem baru dengan menggunakan mesin nano bubble yang mampu meningkatkan produktivitas di bidang perikanan dan pertanian secara hidroponik serta mampu meminimalisir aroma menyengat ke lingkungan dari bidang perikanan pada program kali ini, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan dan pertanian secara terintegrasi.” Ungkapnya.
Kemudian, Agief Julio, SP., M.Si, menyampaikan pada materi yang dibawakan bahwa “Inovasi yang diterpakan menggunakan metode bin composter mampu meminimalisir aroma menyengat ke lingkungan dan akan melakukan pelatihan pembutan Pupuk Organik.” Ungkap Agief.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Lurah Mulyaharja serta sesi perkenalan interaktif antara tim pelaksana dosen, mahasiswa pendamping , pengurus, dan anggota kelompok untuk menyamakan persepsi pelaksanaan kegiatan ke depan.
Setelah sesi perkenalan dan pengenalan konsep dasar terpadu , seluruh pihak melakukan peninjauan langsung ke area lahan produktif seluas 800 meter persegi untuk melakukan pemetaan lahan (land mapping). Pemetaan ini difokuskan pada penataan zonasi rencana pembangunan demplot percontohan IFS, yang mencakup penataan area bedengan tanaman hortikultura , instalasi hidroponik , kolam pemeliharaan ikan , kandang ternak unggas , serta unit pengolahan limbah organik menjadi pupuk padat dan pupuk organik cair.
Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantono, S.Sos., yang turut hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap pendampingan yang diberikan oleh perguruan tinggi.
“Kami berharap bahwa penerapan program ini dapat mendukung kemandirian pangan lokal secara berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan para anggota KWT melalui diversifikasi produk hortikultura, perikanan, dan peternakan” Ungkapnya. Lebih lanjut, Agus Faisal selaku Penyuluh pertanian menyampaikan harapannya mengenai “Saya sangat berharap model percontohan pertanian terpadu ini dapat terus berjalan secara mandiri dan dapat diduplikasi ke kelompok-kelompok tani lainnya agar seluruh masyarakat di kawasan Kelurahan Mulyaharja semakin sejahtera”, tandasnya dengan hangat.
Menanggapi program tersebut, Ketua KWT Ciharashas, Ibu Umi, menyatakan kesiapan dan antusiasme seluruh anggota KWT untuk berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian pelatihan, percontohan budidaya terpadu, hingga pengelolaan manajemen usaha bersama tim pengusul.
“Kami terharu karena tim dosen dari Sekolah Vokasi IPB University, memberikan kepercayaan yang luar biasa dalam memilih kami menjadi mitra pada pelaksanaan program pengabdian masyarakat BIMA tahun 2026 ini”. Ungkap Umi dengan nada tegas penuh komitmen.
Antusias peserta terlihat dari diskusi hangat dan juga kegembiraan saat melakukan survey lapang untuk menentukan letak demplot IFS yang akan digunakan. (adi/*)












