Bogor, Pelita Baru
Komitmen Bupati Rudy Susmanto dalam membangun Kabupaten Bogor bukan sekedar isapan jempol biasa. Buktinya, tak mau berleha-leha dengan waktu, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini, langsung menggeber pengadaan 10 proyek strategis yang telah ditetapkan masuk anggaran tahun 2027.
Tentunya, langkah ini sangat strategis untuk memastikan program pembangunan berjalan lebih efektif dan terukur. Menurutnya, mekanisme tender dini diharapkan memangkas waktu persiapan sehingga proyek dapat segera memasuki tahap pelaksanaan pada tahun anggaran 2027.
“Dua proyek besar yang diprioritaskan dalam tender dini ini adalah pembangunan flyover Bojonggede-Kemang (Bomang) dan embarkasi haji dan umrah di kawasan Stadion Pakansari,” kata Rudy, Selasa (7/7/2026).
Menurut Rudy, pembangunan flyover Bomang membutuhkan anggaran sekitar Rp150 miliar. Infrastruktur tersebut diproyeksikan meningkatkan konektivitas wilayah Bojonggede hingga kawasan Tegar Beriman.
Selain itu, Pemkab Bogor juga menyiapkan pembangunan embarkasi haji dan umrah berkonsep menyerupai Zamzam Tower di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, Kompleks Stadion Pakansari. Bangunan tujuh lantai itu direncanakan menggunakan APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2027 sebesar Rp142 miliar.
Terlepas dari itu, yang pasti, Rudy sudah menegaskan, arah pembangunan daerah 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dengan fokus pada penguatan infrastruktur, peningkatan layanan dasar masyarakat, serta pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru (2026).
Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan menjadi ruang merangkum usulan desa dan kecamatan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Rudy menjelaskan tantangan pembangunan Kabupaten Bogor cukup besar karena wilayah ini memiliki sekitar 6,19 juta penduduk yang tersebar di 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan.
“Pembangunan Kabupaten Bogor pada tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan infrastruktur, peningkatan layanan dasar masyarakat, serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah,” ujar Rudy.
Pemerintah Kabupaten Bogor sebelumnya mengalokasikan lebih dari Rp300 miliar untuk perbaikan jalan di wilayah barat seperti Rumpin, Parung Panjang, Gunung Sindur, Sukajaya, hingga Nanggung.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan akses jalan Desa Malasari Kecamatan Nanggung sepanjang 18 kilometer untuk memperlancar mobilitas masyarakat.
Pembangunan akses jalan di wilayah Cijeruk serta pengembangan jalur penghubung kawasan Transyogi menuju pusat pertumbuhan ekonomi wilayah timur juga disiapkan untuk memperkuat konektivitas daerah.
Pemerintah Kabupaten Bogor merencanakan pembangunan jalan khusus angkutan tambang di wilayah barat guna mengurangi dampak aktivitas kendaraan tambang bagi warga sekitar.
Pemerintah daerah juga menghadirkan kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan bagi masyarakat dengan nilai pajak di bawah Rp100 ribu untuk meringankan beban warga.
Program jaminan kesehatan masyarakat diperkuat melalui Universal Health Coverage dengan pembiayaan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan bagi sekitar 6,19 juta penduduk Kabupaten Bogor.
“Bagi kami, hak dasar masyarakat adalah kesehatan dan pendidikan. Karena itu pemerintah hadir memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan,” ujar Rudy.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyiapkan proyek strategis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Tempat Pembuangan Akhir Galuga yang diproyeksikan menghasilkan listrik sekitar 50 megawatt.
Pemerintah pusat juga menetapkan Kabupaten Bogor sebagai lokasi pembangunan sport center berskala internasional di Kecamatan Rancabungur dengan luas sekitar 500 hektare.
“Kabupaten Bogor tidak bisa dibangun oleh satu orang, tidak bisa dibangun oleh satu suku, dan tidak bisa dibangun oleh satu agama. Bogor harus dibangun bersama dengan semangat kebhinekaan dan rasa cinta kepada Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.
Pemerintah Kabupaten Bogor terus mengevaluasi pembangunan sekaligus menyiapkan langkah strategis agar manfaat pembangunan dirasakan seluruh masyarakat. (duan/*)












