Bogor, Pelita Baru
Di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto, Kabupaten Bogor mengalami banyak perubahan. Tak hanya dari sisi layanan administratif ke pemerintahan, tapi juga pembangunan di perlbagai pelosok daerah.
Salah satu proyek yang paling menyita perhatian adalah Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang) lengkap dengan flyover yang merintangi jalur rel kereta commuter line. Menariknya, pembangunan jalan ini bukan sekedar jalur alternatif yang menghubungkan Bojonggede dan Kemang saja.
Tapi juga menjadi akses strategis yang digadang-gadang mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus membuka koridor ekonomi baru di Bogor bagian barat dan utara. Jika infrastruktur ini beroperasi penuh, akses menuju berbagai titik penting seperti pusat kota Bogor, jaringan transportasi massal, hingga gerbang tol strategis akan menjadi lebih cepat dan efisien.
Dalam beberapa kesempatan, Bupati Rudy sendiri menegaskan, pembangunan infrastruktur harus dirancang secara matang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan. Semuanya harus direncanakan dengan baik. Jika tidak ada kendala, proses lelang pembangunan Flyover Bojonggede-Kemang akan dimulai pada Desember 2026,” jelasnya, belum lama ini.
Kehadiran flyover tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Bogor bagian tengah.
Tidak hanya fokus pada pembangunan jalan, Pemkab Bogor juga menyiapkan konsep pemanfaatan kawasan jalur tengah yang nantinya akan menjadi jalur cepat. Sebelum difungsikan sepenuhnya, area tersebut akan dimanfaatkan sebagai kawasan integrated farming atau pertanian terpadu.
Konsep ini akan menghadirkan pusat pelatihan budidaya pertanian dan peternakan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas ekonomi.
“Kami ingin pembangunan yang dilakukan tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” kata Rudy.
Selain pertanian terpadu, Pemkab Bogor juga merencanakan pembangunan Taman Wisata Edukasi Sampah. Program ini dirancang sebagai pusat pembelajaran mengenai pengelolaan sampah yang modern dan bernilai ekonomis.
Menurut Rudy, masih banyak masyarakat yang memandang sampah hanya sebagai persoalan lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat. Sampah bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola secara tepat,” tegasnya.
Di tengah berbagai keterbatasan fiskal yang dihadapi daerah, Rudy memastikan pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Dramaga, Kecamatan Nanggung, dan kawasan lainnya masih menjadi fokus percepatan pembangunan.
Ia mengakui masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, termasuk peningkatan kualitas jalan dan penyelesaian berbagai persoalan lahan yang menjadi hambatan pembangunan.
“Kami memahami harapan masyarakat terhadap infrastruktur yang lebih baik. Pemerintah tidak tinggal diam. Kami terus bergerak menyelesaikan berbagai persoalan agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan merata,” ujarnya.
Rudy menegaskan, seluruh program yang sedang disiapkan merupakan bagian dari visi besar membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju, aman, adil, dan makmur. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mendukung pembangunan daerah.
“Mari kita bergandengan tangan membangun Kabupaten Bogor. Kita ingin menghadirkan Bogor yang lebih maju, lebih nyaman, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat,” pungkas Rudy Susmanto. (duan/*)












