Prabowo: Perkuat Kedaulatan dengan Akal Sehat

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia telah menjalankan berbagai upaya untuk menjaga kepentingan nasional di tengah gejolak global yang penuh ketidakpastian saat ini.

banner 336x280

“Masa-masa yang penuh ketidakpastian seperti ini menuntut akal sehat, akal sehat untuk mendukung dan memajukan rakyat maupun perekonomian kita,” ujar Prabowo seperti dikutip Kamis (11/6/2026).

Beberapa upayanya adalah, memperkuat disiplin fiskal dengan memangkas anggaran nonesensial lebih dari Rp300 triliun, memperkuat digitalisasi perpajakan, memperbaiki tata kelola ekspor, memberantas penyelundupan, serta menjaga disiplin defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Di samping itu, ia mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan jangka panjang Indonesia.

Dalam hal ini, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia tengah berupaya mengimplementasikan program B50, memperluas penggunaan energi terbarukan, membangun kilang baru, serta memperkuat cadangan bahan bakar strategis guna mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Bahkan di tengah gejolak global, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tangguh dengan mencapai 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Selain itu, ia juga menyoroti bahwa rasio defisit fiskal Indonesia tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di tengah berbagai guncangan global.

“Indonesia tetap tangguh. Pada kuartal pertama tahun 2026, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di antara negara-negara G20 setelah India. Defisit anggaran kami tetap berada di bawah 3 persen dari PDB, sementara rasio utang terhadap PDB jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara maju,” jelas dia.

Ia mengakui bahwa transformasi nasional tersebut akan menghadapi tantangan besar. Bahkan, menurutnya, sejarah mengajarkan bahwa tidak ada transformasi nasional berskala besar yang berjalan sempurna.

Kendati demikian, Prabowo mengatakan bahwa upaya tersebut perlu dilakukan agar Indonesia dapat mencapai potensi maksimalnya dan tidak bergantung pada pihak lain.

“Kami bertekad agar negara ini tidak lagi didefinisikan oleh keraguan, ketergantungan, atau kinerja yang kurang memuaskan,” pungkasnya.

Sementara itu, Prabowo menerima kunjungan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bersama putranya Solihin Kalla di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Berdasarkan tayangan video YouTube Sekretariat Presiden, tampak JK dan Solihin turun dari mobil hitam dan langsung disambut oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Di dalam Istana, Prabowo yang mengenakan baju safari berwarna krem menyambut hangat kedatangan JK. Keduanya terlihat bersalaman, selanjutnya JK memperkenalkan sang putra kepada Presiden.

Setelah itu, ketiganya duduk bersama untuk berdialog membahas sejumlah agenda strategis. Usai pertemuan, JK mengungkapkan bahwa pembicaraan utama dengan Presiden Prabowo berkaitan dengan penguatan sektor energi nasional, termasuk percepatan pengembangan energi hijau sebagai fondasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

“Saya dengan Solihin baru saja berbicara lama dengan Bapak Presiden dan didampingi juga oleh Pak Sesneg dengan Pak Seskab untuk meningkatkan kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada badan energi,” kata JK.

JK menyebut Indonesia siap mengembangkan kapasitas pembangkit energi, baik energi terbarukan maupun pembangkit lainnya, guna menopang target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Kita siap untuk, kita sudah membangun 1.500 mega PLTA ini kita siap membangun lagi 2.000 mega termasuk juga PLTG. Jadi karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5-6 persen sampai 8 persen, itu butuh energi luar biasa banyaknya,” ujarnya.

Selain sektor energi dan investasi, JK mengatakan pertemuan tersebut juga membahas isu perdamaian dunia, termasuk dinamika konflik di sejumlah negara.

“Nah itu yang kita sampaikan, di samping juga bicarakan perdamaian apa yang terjadi di negara-negara kayak di Thailand dan di Afganistan. Itu yang kita bicarakan tadi juga seperti itu,” kata JK. (fuz/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *