Kuta Udaya Wangsa Spirit Membangun Beradaban

oleh
Yusfitriadi
banner 468x60

Bogor, pelitabaru.com – Tidak ditemukan secara spesifik dalam catatan Sejarah, atau dalam berbagai literasi yang mengungkap Sejarah Kabupaten Bogor, siapa yang memunculkan dan kapan ditulisnya slogan Kuta Udaya Wangsa.

Dimana kalimat Kuta Udaya Wangsa merupakan salah satu slogan Kabupaten Bogor yang diabadikan dalam salah satu bagian dari logo pemerintah Kabupaten Bogor. Masyarakat Kabupaten Bogor seakan baru tahu bahwa Kabupaten Bogor mempunya slogan yang cukup perspektif dan spiritualis.

banner 336x280

Bahkan tidak sedikit Masyarakat Kabupaten Bogor memandang Kuta Udaya Wangsa diciptakan oleh Bupati Periode 2024-2029 yaitu Rudi Susmanto. Bisa dipahami, karena Bupati Rudi Susmanto yang secara massif mempopulerkan slogan Kuta Udaya Wangsa. Beberapa literasi hanya menjelaskan arti dari kalimat Kuta Udaya Wangsa tersebut. Secara harfiah Kuta berati Kota atau Kawasan, Udaya artinya Fajar, Kebangkitan atau Pembangunan, dan Wangsa berarti Bangsa atau suku bangsa.

Ketika diterjemahkan secara bebas Kuta Udaya Wangsa adalah masyarakat yang tidak pernah berhenti menjadi motor penggerak pembangunan sebuah kota atau wilayah, sehingga menjadi harapan kemajuan bagi sebuah bangsa.

Dalam pandangan saya, siapapun dan kapanpun dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan dan program pemerintah. Namun kepercayaan yang menciptakan slogan Kuta Udaya Wangsa adalah mimpi dan harapan besar bagi bangsa Indonesai, bahwa Kabupaten Bogor diharapkan menjadi episentrum Pembangunan, kemajuan dan titik balik sumber peradaban.

Dimana para founding father Kabupaten Bogor bermimpi Kabupaten Bogor menjadi sebuah wilyah yang yang memiliki tahapan pencapaian tertinggi dari perkembangan kebudayaan masyarakat yang ditandai oleh tingkat kecerdasan, kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, serta tatake lola pemerintahan yang kuat, berdaya dan mandiri, melalui partisipasi masyarakat yang kohesi dan kolektif.

Inilah yang kemudian disebuat sebuah peradaban. Merekontruksi slogan Kuta Udaya Wangsa menjadi sebuah peradaban, tentu membutuhkan banyak elemen dan istrumen yang tidak sederhana. Elemen yang dimaksud adalah, Pemerintahan yang baik, bersih, kuat dan mandiri dan Masyarakat yang berbudaya dan berdaya.

Pemerintahan Yang Baik, Bersih, Kuat dan Mandiri Kepercayaan stakeholder masyarakat dengan pemerintah sangat penting, tanpa kepercayaan masyarakat yang kuat perjalanan pemerintahan mampu menjalan berbagai kebijakan dan program pemerintah diterima oleh masyarakat, selain itu masyarakat akan dengan senang hati memberikan dukungan dan partisipasinya masyarakat akan kuat ketika pemerintah menata kelembagaannya dengan baik, bersih, kuat dan mandiri.

Upaya-upaya dalam mewujudkan tatakelola pemerintahan yang baik dan bersih (good governance dan clean government) dalam menciptakan pelayanan public yang demoktaris, efektif, transp aran dan bebas dari korupsi.

Adapun pemerintahan kuat dan mandiri akan ber gantung pada kekuatan kemampuan pemerintah dalam mengngkat potensi sumberdaya yang tidak hanya bergantung pada sektor pajak. Sering kali permasalahan muncul pada kemandirian pemerintah dari intervensi berbagai pihak, baik intervensi kekuatan politik, kekuat an oligarki maupun ke ku atan lain yang bisa mengendalikan jalannya pemeritahan.

Selama pemerintah tidak bisa menghindari intervensiintervensi tersebut, sulit rasanya untuk mampu menciptakan tatakelola pemerintahan yang baik, ersih, kuat dan mandiri. Disnilah yang terkadang memunculkan berbagai fenomena ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Masyarakat Yang Berbudaya dan Berdaya Cara hidup yang berkembang dan diwariskan dari generasi ke generasi dalam masyakarat, itulah budaya. Sehingga budaya akan terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman.

Namun warisan perkembangan tersebut tidak bisa saling menegasikan anatar era terdahulu dengan era yang baru. Perkembangan era terdahulu merupakan pijakan untuk dikembangan oleh era baru yang lebih memiliki instrument yang lebih kompleks dan modern. Yang terjadi hari ini perkembangan setiap era terlihat saling menegasikan, dimana budaya lama tergeser dan hilang dengan budaya yang baru.

Pada ahkhirnya kebudayaan yang berkembang saat ini semakin menjauh dari akar budaya yang menjadi “tunggul” atau pijakan utamanya. Misalnya kemajuan teknologi memberikan kontribusi besar bagi tergesernya budaya bangsa yang sangat luhur, seperti etika, moral, ideologi bangsa dan karakter bangsa.

Padahal kemajuan teknologi saat ini, harusnya dijadikan intrumen dalam mempermudah mengoptimalkan budaya yang selama ini kita anut. Seperti memegang teguh kekompakan seluruh stakeholder masyarakat (gotong royong) dalam mengangkat potensi sumberdaya alam, etika dan moral sebagai citra diri setiap anak bangsa, memegang teguh ajaran agama, kehupan penuh toleransi tanpa diskriminasi, menumbuhkan karakter pejuang, petarung dengan penuh pengorbanan dan sebagainya. Adapun instrument yang dibutuhkan dalam mendorong indicator peradaban diantaranya.

Pertama, Penguatan Sumberdaya Manusia

Penguatan Sumberdaya Manusia ini meliputi Pendidikan, Kesehatan dan ekonomi. Pendidikan merupakan basis sebuah peradaban, namun tentu saja Pendidikan yang dimaksud adalah Pendidikan yang memiliki basis karakter, mentalitas dan daya saing, adaptip dengan kemajuan dan kebutuhan zaman serta memiliki daya saing yang tinggi, serta memegang teguh prinsi-prinsip budaya, ideologi bangsa, etika dan moral serta kearifan lokal.

Melalui penguatan sumberdaya manusia inilah, yang mampu mewujudkan masyarakat yang berdaya dan berbudaya. Sektor ekonomi merupakan bagian dari penguatan sumber daya manusia, dimana dengan ekonomi yang layak akan mampu mewujudkan keluarga yang kuat dan berdaya.

Sektor Kesehatan memberikan kontribusi yang sangat signi fikan terhadap penguatan sumber daya manusia, sehingga layanan Kesehatan menjadi hak semua warga tanpa terkecuali.

Kedua, Program Pemerintah Yang Melayani Masyarakat

Indikator program pemerintah yang berorientasi pada pelayanan masyarakat adalah tatakelola program pemerintah yang memegang teguh prinsip efektif dan efisien. Dimana program pemerintah harus tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan (transparan dan akuntabel). Salah satu intrumen penting dalam memastikan program pemerintah yang efektif dan esien adalah (MUSREMBANG) yang digelar setiap tahun secara berjenjang.

Namun dalam pelaksanaan dan implementasinya seringkali hanya bersifat formalitas dan menggugurkan kewajiban, jauh dari substansi. Disisi lain Indonesia, lebih khusus Kabupaten Bogor sangat kaya dengan masyarakat yang terlembaga, baik itu organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat dalam berbagai konsentrasi, Lembaga media, berbagai komunitas dan sebagainya. peran pengawasan dan evaluasi yang harus dikuatkan.

Baik melalui peran pengawas yang dibentuk pemerintah maupun peran pengawasan dari masyarakat. Terkadang peran pengawasan inilah yang tidak berjalan efektif dalam pelaksanaan program pemerintah. Sehingga memunculkan berbagai masalah.

Ketiga, Penegakan Supremasi Hukum

Penanganan proses dan Keputusan hukum terkadang masih bersifat adminitratif dan masih jauh dengan tegaknya supremasi hukum. Sehingga proses penegakan hukum yang berorientasi pada keadilan, humanis dan kepastian hukum masih terasa penuh ketimpangan.

Tampaknya pemasalahan ini menjadi permasalahan nasional yang terus dikontruksikan sampai pada level masyarakat di akar rumput. Karena kelembagaan apparat penegak hukum bersifat structural dari pusat sampai daerah.

Padahal kita semua sadar bahwa ketika hukum tidak tegak, penanganannya tidak humanis dan pelayanannya lambat dalam kepastian hukum, maka disinilah kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan runtuh dan menciptakan stigma buruk di tengah-tengah masyarakat.

Keempat, Partisipasi Masyarakat

Secara formal procedural pemerintah sudah memiliki mekanisme partisipasi masyarakat dalam memberikan kontribusi terhadap kebijakan dan program pemerintah yang dikenal dengan istilah Musyawarah Perencanaan Pemangunan Tentu lembaga-lembaga tersebut memiliki gagasan dan ide-ide, yang tidak serta merta bisa terakomodir dalam musrembang tersebut.

Begitupun dengan nalar kritis yang kontruktif dan masukan-masukan harus menjadi bagian penting dalam kebijakan dan program pemerintah. Terlebih saat ini didukung dengan media digital yang memudahkan menyampaikan pesan secara cepat dan massif.

Mudah-mudahan coretan kecil dan sederhana ini, bisa menjadikan slogan Kuta Udaya Wangsa yang tidak hanya sekedar narasi populer, namun mampu menjadi spirit seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk menjadikan Kabupaten Bogor sebagai pengerak pembanguan, terutama pembanguan mental, spiritual dan karakter bagi seluruh anak bangsa.

Pada akhirnya melahirkan sebuah peradaban yang maju di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Bogor. Selamat Hari Jadi Bogor yang ke-544. (*)

Penulis : Yusfitriadi, Pengamat Politik

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *