Bogor, Pelita Baru
Komitmen Bupati Bogor, Rudy Susmanto mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi kembali ditunjukan dalam dukungannya terhadap peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kemendagri, Kemendikdasmen, Pemda, serta seluruh kementerian/lembaga terkait di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Bupati Rudy sendiri menegaskan, pendidikan antikorupsi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul yang memiliki karakter kuat, jujur, dan bertanggung jawab.
“Apresiasi setinggi-tingginya atas diluncurkannya Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi sebagai upaya membangun budaya antikorupsi sejak dini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan masa depan tanpa korupsi,” tegas Rudy.
Sebagai langkah nyata dukungan, ia memastikan, jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor siap menjadi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia.
“Kami mendukung penuh langkah strategis ini, karena investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia untuk menciptakan generasi unggul yang menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan tanggung jawab dalam membangun bangsa,” tandasnya.
Diketahui, buku Panduan Pendidikan Antikorupsi ini sendiri akan disertai lima buku Bahan Ajar untuk guru-guru di seluruh jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Dalam panduan ini, terdapat lima kompetensi kunci yang menjadi fondasi Pendidikan Antikorupsi, yaitu terkait ajaran menaati aturan; memahami konsep kepemilikan; menjaga amanah; mengelola dilema etis; dan membangun budaya antikorupsi.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan langkah ini menjadi ruang paling strategis dalam membentuk karakter bangsa dan membangun budaya antikorupsi sejak dini.
“Pendidikan harus menjadi fondasi membangun generasi berintegritas. Karena itu, penguatan integritas pendidikan dari pusat hingga daerah harus memiliki arah dan semangat yang sama,” tegas Setyo dalam sambutannya.
KPK memandang penguatan integritas di sektor pendidikan masih menjadi pekerjaan besar bersama. Hal itu didasari dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 yang menunjukkan Indeks Integritas Pendidikan berada pada angka 69,50 dari skala 100.
Nilai tersebut menunjukkan sistem integritas pendidikan mulai terbentuk, namun belum sepenuhnya menjadi budaya yang konsisten di seluruh ekosistem pendidikan. Sebab demikian, pendidikan antikorupsi diposisikan sebagai strategi hulu negara untuk membangun fondasi karakter dan integritas generasi masa depan.
Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar PAK ini juga menjadi bagian dari upaya tindak lanjut dan evaluasi atas hasil SPI Pendidikan 2024, yang perbaikannya dilakukan sepanjang tahun
Ketua KPK, Setyo Budiyanto menegaskan, pendidikan antikorupsi menjadi fondasi utama membangun budaya integritas nasional. Menurutnya, pemberantasan korupsi harus dimulai dari pendidikan karakter di sekolah agar nilai kejujuran tertanam sejak usia muda.
“Kami meyakini bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi harus dimulai dari pendidikan karakter di ruang-ruang kelas,” jelas Setyo.
Ia mengatakan, pemerintah ingin memastikan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, menjaga amanah, serta budaya antikorupsi diajarkan secara terstruktur dan seragam di seluruh Indonesia.
“Harapannya generasi muda kita tumbuh menjadi generasi yang berintegritas dan mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang bersih dari korupsi,” pungkas Setyo Budiyanto. (duan/*)












