Dunia Tak Kondusif, Indonesia Harus Perkuat Pertahanan

oleh
Sugiono
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Indonesia harus memperkuat pertahanan di tengah situasi dunia yang makin tidak menentu. Hal itu diungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat menyinggung pembelian alat pertahanan, termasuk pesawat tempur Rafale buatan Prancis, serta keberlanjutan tugas pasukan Indonesia di Lebanon.

banner 336x280

Sugiono mengatakan pembelian alat utama sistem senjata atau alutsista tidak bisa dilakukan secara cepat. Prosesnya, kata dia, panjang dan perlu waktu.

“Itu yang selalu diingatkan oleh Bapak Presiden bahwa yang namanya alutsista itu kita enggak bisa beli kayak beli barang di supermarket,” kata Sugiono kepada wartawan di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia mencontohkan pengadaan pesawat tempur Rafale dari Prancis yang sudah dibicarakan sejak sekitar empat tahun lalu. Saat ditanya apakah jumlah Rafale akan bertambah, Sugiono tidak menjawab rinci dan meminta pertanyaan soal angka pasti diarahkan ke Kementerian Pertahanan. Namun, ia menyebut pembahasan itu masih dalam paket yang sebelumnya sudah dibicarakan.

Menurut Sugiono, keadaan dunia sekarang terlalu tidak pasti untuk dianggap enteng. Konflik bisa pecah kapan saja karena berbagai alasan. Karena itu, Indonesia harus menyiapkan diri, bukan hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga kuat secara pertahanan.

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono juga menjelaskan perkembangan pasukan Indonesia di misi perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL. Ia mengatakan sudah ada hasil penyelidikan awal atas insiden yang terjadi, tetapi Indonesia masih mendorong penyelidikan menyeluruh.

Lebih lanjut ia mengatakan, personel dari unit yang sebelumnya berada di lokasi serangan kini sudah dipindahkan ke tempat lain. Meski ada insiden, pemerintah tetap berencana menuntaskan mandat pasukan Indonesia di UNIFIL sampai akhir tahun ini.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi pertahanan dan keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Kepala Negara menerima laporan terkait kondisi terkini di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk dinamika geopolitik yang terus berkembang.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan terkait dinamika geopolitik serta perkembangan di bidang pertahanan dan keamanan,” tulis Seskab Teddy.

Selain menerima laporan, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memberikan arahan strategis terkait sejumlah langkah ke depan dalam menjaga, memperkuat, dan meningkatkan sistem pertahanan nasional guna keamanan bangsa.

“Sekaligus memberikan arahan strategis untuk langkah geostrategi ke depan,” sambungnya.

Pertemuan ini menegaskan upaya adaptif pemerintah menghadapi tantangan dari situasi geopolotik global yang dinamis, serta komitmen dalam memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terjaga.  (zie/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *