Jakarta, Pelita Baru
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin keamanan dan ketertiban pelaksanaan haji 2026. Hal ini ditegaskan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya yang diterima Rabu (15/4/2026).
Menurut Johnny, sebagai langkah awal, Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah membentuk Satgas Haji. Satgas ini juga berfokus untuk melindungi jamaah dari penipuan, setra menjamin keamanan dan ketertiban pelaksanaan haji.
“Penugasan Polri bersifat terpadu untuk menjamin penyelenggaraan haji berjalan aman, tertib, dan bebas dari praktik ilegal,” katanya.
Johnny menjelaskan dalam pelaksanaannya, Polri akan menjalankan fungsi preemtif, preventif serta represif (penegakan hukum) guna menangani permasalahan haji ilegal.
Pada fungsi preemtif, kata dia, Polri akan membangun upaya untuk membangun kesadaran masyarakat dengan mengedukasi bahaya haji ilegal atau nonprosedural, menyosialisasikan agar jamaah hanya haji lewat jalur resmi, dan memberikan penyuluhan hukum terkait penipuan travel.
“Polri bersinergi dengan Kementerian Agama RI dan pemerintah daerah,” katanya, dikutip dari Antara.
Kemudian, pada fungsi preventif, lanjut dia, Polri akan mengawasi travel haji dengan memantau biro perjalanan, mendeteksi paket perjalanan yang menawarkan haji tanpa antre, dan pengumpulan intelijen terhadap sindikat.
“Pencegahan haji ilegal dengan menggagalkan calon jamaah dengan visa tidak sesuai operasi menjelang musim haji,” tuturnya.
Tak hanya itu, Polri juga akan mengamankan keberangkatan jamaah pada titik embarkasi maupun debarkasi.
Terakhir, pada fungsi represif, ia mengatakan Polri akan melakukan penindakan jika terjadi pelanggaran dengan dasar hukum Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah serta KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.
Adapun, pelanggaran yang akan diincar antara lain travel ilegal, penipuan jamaah, dan pemalsuan dokumen.
“Dengan pendekatan ini, Polri menjadi garda utama dalam memastikan haji berjalan aman, sah, dan sesuai aturan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, persiapan layanan haji 2026 semakin matang, di mana pemerintah sudah menyiapkan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi jemaah.
“Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji,” kata dia dalam Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Untuk akomodasi, pemerintah sudah menyiapkan 177 hotel di Makkah dan 100 hotel di Madinah.
Untuk di wilayah Makkah, tempat menginap terletak di Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziah. Sedangkan untuk Madinah, seluruh hotel berada di wilayah Markaziah.
Layanan kesehatan pun sudah siap. Pemerintah sudah menyiapkan 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Ada juga KKHI di Makkah maupun Madinah.
“Setiap kloter terdiri atas satu dokter dan satu tenaga kesehatan,” kata Irfan.
Untuk layanan kesehatan ini, pemerintah bekerja sama dengan salah satu rumah sakit besar di Arab Saudi, yakni Saudi German Hospital.
Irfan juga memastikan kartu nusuk sudah tiba di Indonesia. Saat ini sedang dilakukan proses distribusi dan aktivasi sebelum keberangkatan.
Konsumsi untuk jemaah haji juga sudah dalam kondisi siap siaga. Di Makkah, pemerintah menyiapkan 51 dapur dan di Madinah 23 dapur.
Sektor krusial lain adalah transportasi. Pemerintah sudah menyiapkan bus untuk tiga peruntukan. Peruntukan pertama adalah bus antarkota untuk mengantar para jemaah haji untuk rute Jeddah-Makkah-Madinah.
Peruntukan kedua adalah bus selawat. Bus ini akan melayani pergerakan jemaah selama 24 jam ke Masjidil Haram.
Dan peruntukan ketiga adalah bus masyair. Bus ini akan melayani jemaah haji Indonesia selama berada di Arafah-Muzdalifah-Mina.
Adapun, kuota haji Indonesia pada 2026 atau 1447 Hijriah ditetapkan sebanyak 221 ribu orang. Jumlah ini terdiri atas 203.320 haji reguler atau 92 persen dan 17.680 haji khusus (8 persen).
Keberangkatan jemaah haji kloter pertama dijadwalkan pada 22 April 2026 dengan rute menuju Madinah, dilanjutkan ke Makkah. Sedangkan keberangkatan terakhir dijadwalkan pada 21 Mei 2026.
Adapun puncak ibadah haji diperkirakan jatuh pada 22 Mei 2026 dengan jadwal inti ibadah haji berlangsung pada 26 Mei 2026. (din/*)












