PT. Antam Buka Suara, Korban Kepulan Asap Bukan Karyawan

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelitabaru.com – Setelah berhari hari akhirnya pihak PT. Antam UBPE Pongkor membuka titik terang terkait kabar adaya korban dalam insiden kepulan asap.

Sebelumnya, pihak PT. Antam menyebut tidak ada korban jiwa pada peristiwa kemunculan kepulan asap yang terjadi pada, Selasa 13 Januari 2025. Namun, informasi di media sosial hingga  kabar terkait adanya korban dalam insiden itu.

banner 336x280

Kini rumor itu mendapat kejelasan melalui pernyataan yang disampaikan secara resmi oleh Java Region, CSR and Sub Division Head PT. Antam UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio di halaman Kantor Polsek Nanggung.

Dalam pernyataan resminya, Agustinus membenarkan adanya korban jiwa dala insiden kepulan asap tersebut. Meski begitu para korban bukan merupakan Karyawan PT. Antam melainkan para penambang emas ilegal atau yang biasa disebut Gurandil.

Agustinus menyampaikan bahwa tim Gabungan yang terdiri dari Tim Antam, Kepolisian, BPBD hingga Damkar Kabupaten Bogor  bekerjasama dalam melakukan evakuasi korban di dalam lubang tikus cepu.

“PT. Antam menempatkan aspek kemanusiaan dan keselamatan sebagai prioritas utama dalam penanganan di tambang emas pongkor,” ungkap Agustinus Toko Susetio kepada wartawan pada, Senin 19 Januari 2026.

Ia mengatakan bahwa 3 orang korban berhasil di evakuasi merupakan warga non-operasional yang seharusnya tidak berada di area penambangan. Ketiganya merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya.

“Korban yang telah dievakuasi telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Terkait peyebab munculnya kepulan asap, pihak Antam masih melakukan investigasi bersama aparat dan otoritas berwenang untuk mengetahui penyebabnya.

“Kami berkomitmen menjalankan penanganan ini secara profesional, humanis, dan selalu mengedepankan aspek keselamatan,” katanya.

Pihak berwenang masih melakukan pencarian informasi mengenai kemungkinan adanya korban lainnya, karena hingga saat ini baru tiga orang korban yang berhasil dievakuasi tim.

“Saat ini, kami masih mencari informasi tentang kemungkinan korban lainnya. Tiga orang telah dievakuasi, tapi kami belum tahu apakah ada korban lain,” katanya.

Ia mengatakan, operasi penanganan akan terus dilanjutkan hingga tuntas, dengan prioritas utama keselamatan.

“Operasi penanganan akan terus berlanjut sampai selesai sampai dinyataka selesai oleh piha terkat,” kataya. (Fex)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *