Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal, Aliansi Masyarakat Se-Kecamatan Cibungbulang Gelar Aksi di Depan PSEL

oleh
banner 468x60

Bogor, pelitabaru.com – Aliansi Masyarakat Se-Kecamatan Cibungbulang menggelar aksi di depan proyek pembangunan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Enery Listrik) di Jalan Lingkar Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Senin (12/10/2026).

Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal proyek agar dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi warga lokal, khususnya terkait penyerapan tenaga kerja.

banner 336x280

Ketua KNPI Kecamatan Cibungbulang, Bella Akbar, mengatakan aksi ini merupakan bentuk komitmen bersama masyarakat untuk mengawal proyek tersebut agar berjalan dengan baik.

“Agar project ini bersama-sama kita kawal, kita bareng-bareng masyarakat Cibungbulang demi mensejahterakan masyarakat dan warga Kecamatan Cibungbulang,” ungkap Bella Akbar kepada wartawan usai kegiatan aksi.

Ia menjelaskan, tuntutan warga terkait ketenagakerjaan, perizinan dan lainnya, telah mencapai kesepakatan melalui mediasi dengan pihak perusahaan.

“Ketika mediasi sudah ada kesepakatan antara pekerja lokal, warga tiga desa dan Kecamatan Cibungbulang untuk nanti bisa bekerja di project ini. Baik itu ketika pembangunan maupun nanti ketika project ini selesai dan berjalan,” katanya.

Bella juga menyebutkan bahwa sempat terjadi miskomunikasi antara pihak perusahaan dengan karyawan, namun saat ini sudah terselesaikan.

“Itu ternyata ada miskomunikasi dari pihak perusahaan dengan karyawan dan ternyata sudah terselesaikan. Sekarang ayo bareng-bareng masyarakat Cibungbulang kita kawal, kita jaga project ini agar terealisasi dengan benar sehingga masyarakat juga merasakan manfaatnya,” katanya.

Sementara itu, Sekjen Forum Tiga Desa, Irfan, menegaskan bahwa tuntutan utama mereka adalah agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Kita minta prioritas dari Kecamatan Cibungbulang, khususnya yang tiga desa dulu,” ujar Irfan.

Ia menyebut, semua tuntutan telah diterima dan dijawab dengan baik oleh pihak PT Weiming, sehingga diharapkan kejadian serupa tidak terulang.

Dalam pertemuan itu juga terungkap adanya miskomunikasi terkait pemberhentian dua orang pekerja warga lokal. Irfan menjelaskan, pemberhentian tersebut bukan kebijakan perusahaan, melainkan akibat kesalahpahaman dengan juru bicara perusahaan berinisial Bu Maria.

“Itu miskomunikasi antara PT Weiming dengan jubirnya, namanya Bu Maria. Itu sudah diberhentikan jubirnya. Jadi salah informasi. Yang seharusnya PT-nya itu sudah selesai, bukan dipecat, cuma gajinya ditahan oleh si jubir ini, bukan dari PT. Sudah klarifikasi semua,” jelasnya.

Pihak aliansi mengapresiasi sikap PT Weiming yang menyambut baik aspirasi warga dan merealisasikan semua ajuan.

“Pihak perusahaan PT Weiming alhamdulillah menyambut kita dengan baik. Semua ajuan masyarakat Kecamatan Cibungbulang diterima dengan baik dan direalisasi, karena memang kita menuntut tidak mengada-ngada,” tambahnya.

Irfan menjelaskan, akar persoalan sebelumnya adalah kendala komunikasi dan perbedaan pemahaman, mengingat pihak perusahaan berasal dari Cina.

“Mereka berpikir wilayah ini ya bicara Indonesia. Makanya, ada orang mana-mana. Mereka enggak paham. Pikiran dia yang penting yang kerja orang Indonesia. Nah itu salah paham. Sekarang sudah kita luruskan, kita minta prioritas orang Kecamatan Cibungbulang dulu,” katanya.

Sementara saat dikonfirmasi wartawan di lokasi, pihak PT Weiming Nusantara Bogor New Energy tidak memberikan tanggapan terkait adanya aksi tersebut. (Fex)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *