Tonjolkan Kearifan Lokal 40 Kecamatan, Pecahkan Rekor MURI, Bupati Rudy Siap Menjemput Pajajaran Baru

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Rudy Susmanto kembali jadi sorotan. Pasalnya, sejumlah kegiatan mulai dari pawai Mahkota Binokasih, Ethnic Fashion Carnival, Helaran 40 Kecamatan, Pentas Seni dan Budaya Nusantara dan Pemecahan Rekor MURI Pentas 2.000 Karinding, bakal digelar sebagai puncak perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 544 di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Minggu (28/6/2026) mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

banner 336x280

Mengangkat tema ‘Mapag Pajajaran Anyar’ yang memiliki arti Menjemput Pajajaran Baru, Bupati Rudy berharap, budaya Sunda dan nilai-nilai leluhur tetap hidup dan menjadi kekuatan dalam membangun Kabupaten Bogor ke depan.

Rudy sendiri sejatinya sejak jauh-jauh hari sudah berkomitmen melestarikan budaya Sunda. Hal tersebut disampaikan Rudy saat menghadiri pawai budaya dalam rangka milangkala tatar Sunda, di Kota Bogor, Jumat (8/5/2026) lalu. Kegiatan tersebut menghadirkan Mahkota Binokasih, simbol kejayaan Kerajaan Pajajaran.

Rudy ingin menghidupkan kembali kesadaran sejarah bahwa sebelum bangsa ini berdiri telah ada Kerajaan Pajajaran dan para tokoh yang lebih dahulu membangun Jawa Barat, termasuk Bogor

“Bangsa ini boleh maju dan modern, tetapi kita sebagai orang Sunda tidak boleh meninggalkan tradisi dan budaya,” tegasnya.

“Kami di Pemkab Bogor berkomitmen kuat untuk terus mendukung berbagai inisiatif pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Budaya adalah identitas sekaligus kekuatan moral bangsa,” tambah Rudy.

Bukti komitmen Rudy dalam melestarikan budaya sunda, bisa dilihat dari rangkaian kegiatan ‘Mapag Pajajaran Anyar’ yang diawali dengan penyerahan tanah dan air suci atau Banyu Tantra Lemah Kabuyutan dari Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, yang diambil langsung dari kawasan kasepuhan adat Cimande.

Prosesi penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian budaya bertema “Mapag Pajajaran Anyar” ini. Tanah dan air yang diambil dari wilayah Kabuyutan Cimande tersebut dinilai bukan sekadar simbol seremonial, melainkan memiliki nilai historis, filosofis, dan spiritual yang kuat bagi masyarakat adat serta pelaku budaya Sunda, khususnya di wilayah Bogor.

”Prosesi ini bukan hanya sebatas mengambil tanah dan air lalu diserahkan begitu saja. Ada makna yang sangat dalam di dalamnya. Tanah melambangkan kehidupan, pijakan, dan kesejahteraan, sementara air merupakan simbol sumber kehidupan, kesucian, dan keberlangsungan,” kata Ketua Padepokan Seni Simha Tantra Gede Nitis, Pahrudin dikutip dari PAKAR.

Ia menambahkan, penyerahan Banyu Tantra Lemah Kabuyutan kepada Bupati Bogor juga diharapkan menjadi simbol penyatuan semangat antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Bogor.

”Kami berharap melalui kegiatan ini, budaya Sunda dan nilai-nilai leluhur tetap hidup dan menjadi kekuatan dalam membangun Kabupaten Bogor ke depan,” tutupnya.

Terlepas dari itu, yang pasti, helaran ‘Mapag Pajajaran Anyar’ akan dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Bogor mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Alun-alun Kabupaten Bogor yang ditunjuk sebagai lokasi utama acara saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).

Pantauan di lokasi menunjukkan dua gerbang masuk menuju Kantor Bupati Bogor sudah berdiri kokoh dengan gaya arsitektur khas Sunda. Gerbang ikonik tersebut dirancang identik dan memiliki filosofi mendalam dalam budaya Sunda, yaitu ‘Tri Tangtu Di Buana’.

Selain kemegahan gerbang baru, area taman di sekitar alun-alun juga telah tertata rapi dan siap menyambut kedatangan warga pada puncak perayaan HJB ke-544 nanti. (duan)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *