Bogor, pelitabaru.com – Komitmen Bupati Rudy Susmanto terhadap pendidikan nonformal kembali dibuktikan dengan usulan kenaikkan intensif guru ngaji dari Rp750 ribu menjadi Rp1 juta per orang per tahunnya.
Hal itu dipastikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika yang mengatakan, kendati para guru ngaji ini berada dibawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag), namun peningkatan insentif guru ngaji menjadi salah satu prioritas Bupati Rudy Susmanto.
“Kita akan berikan kenaikan nanti di APBD Perubahan 2026 dari yang semula Rp700 ribu per orang per tahunnya menjadi Rp1 juta per orang per tahunnya,” ujar Ajat.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan, mengatakan berdasarkan data, jumlah penerima mencapai 8.400 orang dan besaran insentif Rp1 juta per orang. Dan, Pemkab Bogor menyiapkan anggaran sekitar Rp8,4 miliar.
“Kenaikan insentif ini diharapkan dapat menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah kepada para guru ngaji yang telah berperan penting dalam memberikan pendidikan keagamaan kepada masyarakat, khususnya di tingkat desa dan wilayah pelosok Kabupaten Bogor,” kata Wildan.
Terpisah, sejumlah tokoh agama Kabupaten Bogor mengapresiasi kebijakan Bupati Bogor, Rudy Susmanto yang mengusulkan kenaikan insentif bagi guru ngaji di Kabupaten Bogor.
Salah satunya datang dari Ustad Heri Alkhusaeri yang menilai insentif tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada guru-guru ngaji yang selama ini mengabdi di berbagai wilayah, termasuk pelosok.
“Alhamdulillah, semoga Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Pak Rudy Susmanto selalu diberikan keberkahan,” ujarnya.
Sedangkan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad, menilai kenaikan insentif tersebut akan memberikan manfaat bagi para guru ngaji, terutama mereka yang mengabdi di wilayah pelosok Kabupaten Bogor.
“Ini sangat membantu para guru-guru ngaji di pelosok dalam memenuhi kebutuhannya,” kata Gus Somad. (duan)












