Bogor, Pelita Baru
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi berbagai kebijakan dan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dinilai telah membawa perubahan nyata bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Dukungan pemerintah pusat di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga pemenuhan gizi masyarakat, menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
Rudy menyampaikan, perhatian Presiden Prabowo terhadap pembangunan daerah telah diwujudkan melalui sejumlah program yang manfaatnya mulai dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui program revitalisasi infrastruktur pendidikan.
“Walaupun belum bisa dituntaskan 100 persen, dalam kurun waktu dua tahun masa kepemimpinan beliau, dari sekitar 1.480 sekolah dasar yang ada di Kabupaten Bogor, lebih dari 100 sekolah telah mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat,” terang Rudy, Selasa (20/10/2026).
Artinya, lanjut Rudy, dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, Kabupaten Bogor sudah mendapatkan bantuan revitalisasi lebih dari 10 persen dari total sekolah dasar yang ada. Sisanya tentu menjadi kewajiban pemerintah kabupaten untuk ikut mengentaskan secara bersama-sama.
Selain pembenahan infrastruktur sekolah, dukungan pemerintah pusat juga diwujudkan melalui bantuan Papan Interaktif Digital (PID) untuk mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi. Peningkatan fasilitas sanitasi sekolah serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Rudy, program MBG bahkan memberikan manfaat lebih luas karena tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penyerapan hasil pertanian dan peningkatan aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Inilah yang namanya bekerja nyata, tidak banyak bicara, tetapi hasil kerjanya bisa dirasakan hingga ke pelosok daerah,” ungkap Rudy.
Ia menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan pembangunan yang harus diselesaikan secara bertahap, mulai dari infrastruktur pendidikan, jalan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rudy mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara berkelanjutan.
“Penyelesaian ini tidak mungkin dilakukan hanya dalam waktu satu tahun. Masih ada tiga tahun ke depan untuk terus berkolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. Mulai dari infrastruktur pendidikan, jalan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Semuanya harus kita benahi dan sempurnakan bersama-sama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rudy menilai dukungan masyarakat menjadi salah satu kekuatan terbesar bagi keberhasilan pembangunan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi melalui dukungan, kritik, saran, dan masukan yang konstruktif bagi pemerintah.
“Saya yakin, semangat yang dimiliki Bapak Presiden untuk membangun Indonesia juga menjadi semangat pemerintah daerah. Dukungan dan kekuatan terbesar bagi Presiden Republik Indonesia, para gubernur, maupun para bupati dan wali kota adalah dukungan dari masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) yang digulirkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dinilai memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor. Salah satunya melalui pembangunan ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur.
Rudy mengatakan pembangunan ruas jalan tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur yang kini telah selesai dibangun dan dapat dilalui masyarakat, di Sukamakmur, Selasa (20/10/2026).
Rudy menjelaskan, ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah sejak 2021 tersebut memiliki panjang keseluruhan sekitar 20 kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar 5 kilometer dibangun melalui APBD Kabupaten Bogor, sedangkan 15 kilometer lainnya didukung pemerintah pusat melalui program IJD.
“Alhamdulillah, hari ini jalan tersebut sudah dapat dilalui dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur saat ini sudah terbangun dengan konstruksi beton maupun aspal,” ungkap Rudy.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat. Terlebih, di sepanjang ruas jalan masih terdapat banyak lahan pertanian dan persawahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Dengan kondisi jalan yang semakin baik, mobilitas hasil panen, distribusi pupuk, serta aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih mudah. Aksesibilitas antar wilayah pun semakin terbuka sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Rudy menyampaikan bahwa ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur merupakan bagian penting dari pengembangan konektivitas Poros Tengah Timur atau jalur Puncak Dua. Jalur ini juga dapat menjadi alternatif akses menuju kawasan wisata Puncak melalui wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur.
“Jalur ini menjadi salah satu alternatif akses menuju kawasan wisata Puncak. Jadi, bukan hanya dapat dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Bogor, tetapi juga masyarakat dari daerah lainnya karena menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur,” jelasnya.
Rudy menegaskan, pembangunan tersebut merupakan salah satu wujud sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan anggota DPR RI dalam mengawal aspirasi masyarakat.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta seluruh pihak yang telah mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto.
Ia menegaskan, Pemkab Bogor akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Semoga sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut sehingga Kabupaten Bogor dan Indonesia semakin maju, aman, adil, dan Makmur,” pungkasnya
Manfaat pembangunan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang setiap hari beraktivitas di sepanjang ruas jalan. Salah satunya Yono, warga Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, yang telah berjualan di kawasan tersebut selama kurang lebih empat tahun.
Ia mengaku senang melihat kondisi jalan yang kini semakin baik dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan sangat membantu masyarakat, termasuk para pedagang kecil yang setiap hari menggantungkan aktivitas ekonominya di kawasan tersebut.
“Sejak kepemimpinan Pak Bupati yang baru, kondisi jalan di wilayah Citeureup sampai Sukamakmur mulai bagus. Dulu jalannya belum bagus, tetapi sekarang sudah semakin baik. Tentu ini sangat membantu kami yang setiap hari beraktivitas dan berjualan di sepanjang jalan ini,” ujar Yono.
Ia berharap pembangunan infrastruktur jalan dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Sebagai pedagang kecil, ia juga merasa senang dapat menikmati jalan yang lebih mulus dan nyaman dilalui.
“Harapan saya, semoga Pak Bupati dan Pak Presiden terus membantu masyarakat kecil, salah satunya dengan memperbaiki jalan agar lebih mulus dan nyaman dilalui. Semoga pembangunan ini terus berlanjut dan prosesnya berjalan lancar,” ungkapnya. (duan/*)












