Bogor, Pelita Baru
Bupati Bogor, Rudy Susmanto memprioritaskan musibah banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Cigudeg pada Sabtu (18/4/2026) kemarin, dalam skala utama penanganan. Buktinya, sang kepala daerah langsung mengerahkan seluruh instansi terkait untuk bergerak cepat melakukan penanganan merespons kondisi darurat secara cepat dan terukur.
Tak hanya soal koordinasi evakuasi penanganan dan distribusi logistik bagi para korban, Bupati Rudy juga langsung memerintahkan jajaran untuk melakukan evaluasi infrastruktur yang rusak untuk segera dibangun kembali.
“Saya minta seluruh jajaran tetap siaga dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan terbaik. Kita hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
Bupati Rudy juga mengingatkan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan di lapangan. Ia menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya menangani dampak jangka pendek, tetapi juga menyiapkan langkah jangka panjang guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Sejak laporan masuk, kami langsung mengerahkan seluruh unsur terkait untuk turun ke lapangan. Saat ini kami fokus pada keselamatan warga dan percepatan penanganan agar kondisi segera terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Rudy.
Sementara itu, atas arahan Bupati Bogor, TRC BPBD Kabupaten Bogor bersama unsur kecamatan, TNI-Polri, Satpol PP, Tagana, serta aparat desa bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Upaya yang dilakukan meliputi kaji cepat di lapangan, penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan, serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
Selain itu, penanganan juga mencakup pengamanan instalasi listrik oleh PLN guna menghindari risiko yang membahayakan warga.
Berdasarkan laporan sementara yang berhasil dirampung TRC, kejadian bencana banjir ini terjadi akibat meningkatnya debit air yang menggerus tembok penahan tanah (TPT) di sejumlah titik. Kondisi tersebut menyebabkan aliran kali tersumbat dan akhirnya meluap ke permukiman warga.
Luapan air bahkan kembali terjadi pada malam hari, sehingga tim di lapangan harus melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan kondisi tetap aman. Sebanyak enam desa terdampak, yakni Desa Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Renggasjajar, Batujajar, dan Tegallega.
Selain itu, tercatat 50 warga mengungsi ke rumah kerabat dan masjid terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 25 rumah mengalami kerusakan ringan dan tiga rumah rusak berat.
Dalam upaya penanganan, Dinas Sosial Kabupaten Bogor sendiri sudah menyalurkan sejumlah bantuan bagi warga terdampak. Muali dari perlengkapan bayi, selimut, pakaian bersih, serta bahan pokok.
Ke depan, Pemkab Bogor menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan infrastruktur, termasuk tembok penahan tanah dan normalisasi aliran sungai guna mencegah bencana serupa terulang. (duan/*)












