Jakarta, pelitabaru.com – Perang Iran vs AS dan zionis Israel belum kunjung reda. Meski ada negosiasi untuk damai atau mengakhiri perang, ternyata “jauh panggang dari api”.
AS tetap saja menghamtam Iran, yang tentu hal ini melanggar proses perjanjian damai.
Pengamat bahkan orang biasa sudah prediksi — kalo AS akan melakukan hal tersebut di tengah proses perjanjian damai.
Jadi seperti “lagu lama, kemasan baru”. Setiap proses perjanjian damai dibuat, di saat itu pula pelanggaran dipertontonkan secara kasat mata.
Perang itu membuat ketidakpastian ekonomi global yang berdampak terhadap pelemahan rupiah.
Perdagangan rupiah di spot antarbank, Selasa (2/6/2026), masih berada di kisaran 17.800-an/dolar AS.
Faktor itu tentu memengaruhi ekonomi nasional dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Diberitakan saat ini Indonesia menghadapi ancaman PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran.
Badai dan gelombang PHK yang akan menjadi bola salju, kini bakal terjadi.
“Heh, ngelamunin apaan, lo, bro!” King menyapa Sahlan yang ekspresi wajahnya tak sedap dipandang mata. Sendu, sedih, penuh dengan keprihatinan.
“Mau azan Magrib, nih. Ayo siap-siap ke masjid. Kalo hati lagi ga karuan, ya, sedih, galau, banyak masalah, lo, doa aja ke Allah. Ngadu aja ke Allah Azza wa Jalla pemilik dunia, langit, dan seisinya,” kata King sambil menarik lengan Sahlan ke Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, untuk segera mengambil wudhu, dan sholat Magrib berjamaah.
Sinar mentari berpendar dan mulai redup di senja ini, mengelilingi Masjid Agung Sunda Kelapa.
Sahlan hanya berbisik lirih ke King. “Gue sedih, karena adanya ancaman PHK.”
King mengangguk-angguk sambil menggaruk-garuk kepalanya. Mereka beriring menuju tempat wudhu.
Terdampak
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh juga telah menyatakan dalam tiga bulan ke depan akan terjadi PHK terhadap sekitar 9.000 pekerja, di sedikitnya 10 perusahaan.
Wakil Presiden KSPI Kahar S Cahyono menegaskan saat ini, ratusan karyawan telah terdampak.
KSPI mencatat sejumlah perusahaan yang telah melakukan PHK pada Mei 2026. Di Kabupaten Serang, PT Nikomas Gemilang melakukan PHK terhadap 279 pekerja, PT Parkland World Indonesia 2 terhadap 223 pekerja, dan PT Sinhwa Bis terhadap 176 pekerja.
Di Jawa Timur, showroom dan bengkel Toyota Asri Motor (PT dan CV), juga dilaporkan melakukan PHK terhadap sekitar 200 pekerja.
Pihaknya beberapa waktu lalu sudah mengingatkan bahwa di bawah bayang-bayang perang dan ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi ancaman PHK besar-besaran.
“Saat itu kami memperkirakan dalam tiga bulan ke depan akan terjadi PHK terhadap sekitar 9.000 pekerja di sedikitnya 10 perusahaan. Hari ini, ancaman itu bukan lagi prediksi. Gelombang PHK sudah nyata terjadi,” tegas Kahar dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
Dia menyebut, data ini memperkuat catatan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang menunjukkan bahwa sejak Januari hingga April 2026, sebanyak 15.425 pekerja telah terkena PHK.
Jumlah tersebut melonjak 83,9 persen dibandingkan data Januari–Maret 2026 yang tercatat sebanyak 8.389 orang.
Menurut KSPI, terdapat dua faktor utama yang mendorong meningkatnya PHK.
Pertama, kenaikan tajam harga bahan bakar industri akibat perang yang menyebabkan biaya produksi meningkat.
Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang mengakibatkan harga bahan baku impor melonjak.
“Ketika ongkos produksi naik tajam, banyak perusahaan memilih jalan pintas berupa efisiensi melalui PHK. Yang menjadi korban adalah pekerja dan keluarganya, karena mereka akan kehilangan pekerjaan,” ungkap Kahar.
Selain tekanan geopolitik, KSPI menilai kenaikan harga BBM industri menjadi faktor utama yang mendorong perusahaan melakukan efisiensi. Kenaikan biaya energi dinilai berdampak langsung terhadap ongkos produksi perusahaan.
KSPI dan Partai Buruh juga mengkritik Menteri Ketenagakerjaan yang dinilai meremehkan peringatan yang telah disampaikan serikat pekerja dan belum mengambil langkah konkret untuk mencegah PHK massal.
“Kami menyesalkan sikap Menteri Ketenagakerjaan yang terkesan menyepelekan informasi yang kami sampaikan. Seharusnya pemerintah segera mengambil langkah antisipatif, bukan menunggu sampai ribuan pekerja kehilangan pekerjaan,” tegas Kahar.
Adapun Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja terdampak PHK mencapai 15.425 orang sepanjang Januari hingga April 2026. Lonjakan PHK terjadi hanya dalam satu bulan terakhir.
“Di bulan Januari hingga Maret itu jumlah yang ter-PHK ada 8.389 orang. Dan di bulan April itu ada peningkatan jumlah orang yang ter-PHK mencapai 7.036 orang atau setara dengan 83,9% hanya dalam rentang waktu satu bulan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menambahkan, pelaku usaha kini cenderung menjadikan kondisi pasar jangka menengah sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan bisnis, termasuk soal tenaga kerja.
Dalam setahun terakhir, kondisi pasar dinilai belum cukup kondusif, baik di dalam negeri maupun global.
Kinerja pasar setahun terakhir cukup membuat tekanan terhadap kinerja pasar secara umum, baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.
Dunia usaha juga dihadapkan pada kenaikan berbagai komponen biaya, mulai dari energi, logistik, hingga pembiayaan.
Hal ini membuat perusahaan semakin berhati-hati dalam melakukan ekspansi, termasuk membuka lapangan kerja baru.
Pebisnis tidak melakukan ekspansi dalam rekrut tenaga kerja. Strategi yang diambil pelaku usaha kini lebih mengarah pada efisiensi dan optimalisasi kapasitas yang sudah ada, dibandingkan ekspansi tenaga kerja baru. (bang iz)












