Bertekad Bersihkan Korupsi dan Hilangkan Kemiskinan, up.cop Prabowo: Tegakkan Hukum dengan Tegas!

oleh
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Presiden Prabowo Subianto angkat suara soal sejumlah pejabat yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) karena korupsi. Dengan tegas,Kepala Negara mengatakan, kunci utama untuk memberantas rasuah adalah dengan menegakkan aturan hukum dengan tegas.

banner 336x280

Pejabat dan aparat harus berhenti melakukan penyelundupan, penyelewengan, korupsi, dan segala bentuk tindakan menipu rakyat.

“Sudah lama kita jadi orang Indonesia ya kan? jangan mark up gila-gilaan. Mark up gila-gilaan, sama dengan mencuri. Jangan karena pakaian bagus, pinter ngarang-ngarang di kertas mau ngakalin pemerintah, ngakalin rakyat,” ,” jelas dia dalam acara Akad Massal 50.030 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).

Lebih lanjut, Prabowo pun meminta semua pihak pun harus mengoreksi diri dan mampu mengelola kekayaan Indonesia dengan lebih baik. Praktik bersih-bersih institusi pun menjadi fokus pemerintah.

“Sekarang harus kita kelola dengan baik, kita harus tegakan hukum tegakan peraturan. Negara harus hadir tapi negara juga harus bersih, pemerintah harus bersih, pemerintah tidak bisa mengizinkan institusi-institusinya korup,” tegas Prabowo.

“Saya bertekad berusaha untuk membersihkan aparat, karena aparat adalah yang yang akan memberi pelayanan kepada rakyat,” lanjutnya.

Prabowo mengaku tidak masalah jika ada anggaran yang bernilai fantastis dalam sebuah program kerja, selama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Jadi ini pelajaran dari semua negara semua dunia, ribuan tahun pemerintah yang bersih kunci kebangkitan suatu bangsa, kesejahteraan akan datang manakala pemerintah kita bersih. Boleh kita anggarkan ratusan triliun, kalau itu tidak sampai ke rakyat, sangat sedih kita. Kalau yang memberi pelayanan tidak baik, tidak jujur, saya kira kekayaan terus akan tidak sampai ke rakyat,” dia menandasi.

 

 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan membangun negeri adalah kerja tim yang solid dan kompakl, disampaikan saat memberikan sambutan serah terima kunci sebanyak 50.030 unit rumah KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Prabowo juga turut menekankan bahwa keberhasilan tidak bisa ditopang oleh satu atau dua orang saja. Ia menegaskan bahwa seluruh capaian pemerintah merupakan hasil kerja bersama sebagai satu tim.

Dalam kesempatan tersebut Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta seluruh jajaran menteri di Kabinet.

“Saya terima kasih kepada Saudara Maruarar Sirait dan semua menteri-menteri lainnya. Tidak ada satu menteri yang berhasil, kita satu tim. Keberhasilan tidak bisa tertumpu pada satu dua orang,” ujar Prabowo, Sabtu (20/12/2025).

Prabowo meminta agar apresiasi tidak hanya diarahkan kepadanya secara pribadi. Sebagai presiden dirinya menjalankan kewajiban untuk bekerja bagi rakyat dengan dukungan tim yang kuat.

“Jangan terlalu terima kasih kepada Prabowo Subianto. Saya dipilih untuk bekerja untuk rakyat dan saya dibantu oleh tim yang hebat. Ini putra-putri terbaik Republik Indonesia,” katanya.

Prabowo kemudian mengibaratkan kepemimpinan seperti sebuah tim sepak bola. Menurutnya, kesuksesan hanya bisa diraih jika setiap posisi diisi oleh orang-orang terbaik sesuai kemampuannya.

“Dalam sepak bola harus jelas siapa kiper, striker, gelandang, dan pemain bertahan. Yang terbaik harus kita pilih, bukan karena saudara siapa, konco siapa, atau kroninya siapa,” tegas dia.

Prabowo menambahkan bahwa negara Indonesia berdiri di atas keberagaman suku, agama, bahasa, dan ras. Karena itu, persatuan dan kekompakan menjadi syarat mutlak untuk membawa bangsa menuju kemajuan.

Prabowo mengaku telah merasakan langsung manfaat kerja tim yang solid selama sekitar satu tahun memimpin. Menurutnya, berbagai hasil kerja nyata telah dirasakan rakyat berkat kolaborasi yang kuat antaranggota pemerintahan.

“Dalam satu tahun kita sudah buktikan, kuncinya adalah kekompakan, kerja sama, dan persatuan,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Prabowo menegaskan bahwa persatuan harus dilandasi kesetiaan pada nilai-nilai kebangsaan. Ia menekankan pentingnya setia kepada tanah air, bangsa, dan rakyat, bukan kepada individu.

“Kalau kita setia kepada nilai-nilai, setia kepada tanah air dan rakyat, baru kita bisa dapat hasil yang baik,” imbuh Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara besar dan kaya, namun sering kali masyarakat tidak menyadari potensi tersebut. Ia mengingatkan bahwa sejak lahir, bangsa Indonesia telah melewati perjuangan panjang dan penuh tantangan.

“Kadang kita tidak sadar Indonesia ini negara besar dan kaya. Kita selalu menghadapi kesulitan, bukan kita tidak menghadapi kesulitan. Lahir kita melalui perjuangan yang besar dan panjang,” ujar Prabowo.

Prabowo mengulas sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang diwarnai konflik dan ancaman dari berbagai pihak. Ia mencontohkan kondisi pasca-proklamasi yang melibatkan banyak kekuatan, mulai dari tentara Jepang, Inggris, Belanda, hingga kelompok-kelompok bersenjata dengan ideologi berbeda di dalam negeri.

Menurutnya, berkat kepemimpinan para pendiri bangsa yang masih muda dan berasal dari berbagai latar belakang, Indonesia mampu bersatu dan mengatasi berbagai tantangan tersebut.

Namun, gangguan dan intervensi terhadap kedaulatan Indonesia terus berlanjut bahkan setelah pengakuan kemerdekaan.

“Begitu kita membantah kedaulatan, langsung muncul upaya-upaya untuk mengganggu, termasuk pembentukan APRA yang dipimpin Westerling. Ini bukan karangan, ini sejarah,” tegas Prabowo.

Ia menilai, sebagai negara yang mulai besar dan kaya, Indonesia kerap menghadapi tekanan dari pihak luar. Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki niat buruk terhadap negara lain dan hanya ingin fokus membangun kesejahteraan rakyatnya.

Prabowo menekankan bahwa tujuan utama bernegara dan membangun Republik Indonesia adalah menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Ia mengajak semua pihak untuk jujur menilai apakah setelah hampir 80 tahun merdeka, kesejahteraan itu benar-benar telah dirasakan secara merata.

“Tujuan kita merdeka adalah rakyat sejahtera. Setelah 80 tahun, kita harus bertanya, apakah rakyat kita sudah sejahtera? Faktanya, masih banyak rakyat kita yang hidup dalam kondisi yang belum bisa kita katakan sejahtera,” pungkasnya.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di sejumlah daerah. Dalam sehari (18 Desember 2025), lembaga antirasuah tersebut melakukan tiga OTT dan telah menangkap puluhan orang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkapkan salah satu alasan bisa melakukan OTT hingga tiga kali dalam sehari karena para pihak terkait melakukan transaksi secara beruntun.

“Artinya, transaksi yang dilakukan oleh para pihak itu kemudian terjadi dalam waktu yang beruntun ya,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (19/12/2025).

Setelah itu, kata dia, KPK menangkap pihak-pihak yang diduga korupsi. Sementara itu, dia mengatakan KPK tidak memiliki alasan ataupun inisiatif khusus agar dapat melakukan OTT hingga tiga kali dalam sehari.

“Tentu ini tidak ada alasan atau inisiatif khusus dari KPK, tetapi memang peristiwa tertangkap tangan ini terjadi hampir berbarengan di waktu yang hampir sama,” jelasnya. (fuz/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *