Bogor, pelitabaru.com – Chairman Eiger Nature Ronny Lukito menegaskan, alam telah menjadi bagian penting dari perjalanan Eiger selama hampir empat dekade.
Karena itu, merawat alam bukan sekadar menjaga tapi memastikan bahwa generasi berikutnya masih memiliki kesempatan untuk mengenal keindahannya, merasakan manfaatnya, dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Pernyataan ini diungkapnya dalam Soft Opening Eiger Nature, di Eiger Nature, Megamendung, Kabupaten Bogor. Selasa (27/10/2026).
“Hampir empat dekade, Eiger telah menjadi bagian dari perjalanan lintas generasi di Indonesia. Dalam perjalanan itu, alam telah memberikan begitu banyak kepada kami inspirasi, pengalaman, dan pembelajaran yang penuh makna, bukan semata melalui produk dan petualangan, tetapi juga melalui ikhtiar yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi yang akan datang,” ujar Ronny.
Karena itu pula, Ronny memaparkan komitmennya untuk tidak merusak lingkungan sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Meskipun regulasi membolehkan penggunaan lahan hingga 10 persen, Eiger Nature secara ketat hanya menggunakan sekitar 1,5 persen area dengan menggunakan bangunan sistem panggung, agar tidak mengganggu resapan air.
Eiger Nature juga telah menanam sekitar 120 ribu pohon tegakan, dan jutaan tanaman penutup lahan untuk memulihkan area kritis di Megamendung.
“Walau pun kami diperbolehkan mengenai peraturan PP (Peraturan Pemerintah) yang sudah ada di dalam kabupaten, di dalam zona pemanfaatan di Taman Nasional Gede Pangrango boleh mengembangkan 10 persen dari luas yang kita beri kepercayaan, tapi kami sangat berhati-hati. Kita sampai hari ini hanya menggunakan 1,5 persen itu, Bu Menteri, kalau dihitung, dia nempel ke tanah,” kata Ronny.
Lebih lanjut, Ronny pun memastikan, Eiger Adventure dapat terus mengambil bagian dalam gerakan bersama untuk menjaga kekayaan alam Indonesia, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan semangat merawat alam, bergerak bersama, kami berharap Eiger Adventure dapat mengambil bagian dalam ikhtiar bersama ini, menjaga kekayaan alam, menghadirkan manfaat bagi masyarakat, dan mewariskan masa depan yang lebih baik kepada generasi penerus. Mari bergerak bersama, dari Indonesia untuk Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menilai kehadiran Eiger Nature sebagai jawaban nyata atas tantangan keseimbangan antara daya tarik pariwisata dan daya dukung lingkungan di kawasan hulu Puncak.
Ia menekankan pentingnya memegang teguh falsafah Sunda “Gunung kenging dilebur, lembah kenging dirusak” dalam setiap pembangunan investasi.
Model pembangunan kawasan wisata berbasis green economy ini juga dinilai membawa multiplier effect positif, seperti pembukaan green jobs bagi pemuda lokal, serta pemberdayaan ekonomi desa.
“Kawasan Eiger Nature di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor menjawab tantangan tersebut dengan aksi nyata, bukan sekadar wacana. Kita menyaksikan sebuah model pembangunan kepariwisataan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau atau green economy yang sesungguhnya,” tutur Erwan.
Sekedar diketahui, peresmian kawasan wisata alam berkelanjutan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional. Di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani; Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan; Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono; Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan; hhingga Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Destinasi ekowisata Eiger Nature dijadwalkan mulai dibuka secara bertahap untuk publik pada 2 November 2026. (adi)












