PPM PPP IPB University Dorong Pengembangan Model Bisnis KWT dan KTD di Kelurahan Mulyaharja

oleh -20 Dilihat
banner 468x60

Bogor, pelitabaru.com – Pengembangan usaha pertanian membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari mengenali potensi produk hingga menentukan strategi pemasaran. Hal tersebut menjadi fokus pelatihan pengembangan model bisnis bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas dan Kelompok Tani Dewasa (KTD) Lemah Duhur serta Alam Jaya Makmur di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, yang dilaksanakan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) tahun ketiga Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian (PPP), Sekolah Vokasi IPB University.

Pelatihan ini mengajak peserta mengenali potensi usaha yang dimiliki kelompok melalui penyusunan Business Model Canvas (BMC). Pemetaan tersebut mencakup jenis produk yang ditawarkan, calon konsumen, potensi pasar, strategi pemeliharaan pelanggan, kebutuhan sumber daya, aktivitas kelompok, hingga peluang pendapatan.

banner 336x280

Melalui pendekatan ini, peserta dapat melihat gambaran usaha secara lebih menyeluruh sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu dikembangkan.
Sebagai pemateri, Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU., dan Widya Hasian Situmeang, S.K.Pm., M.Si., menyampaikan materi mengenai pengembangan model bisnis dan penguatan kapasitas kelompok.

Henry menekankan bahwa pengembangan bisnis dalam organisasi perlu dimulai dengan penetapan target yang jelas.

“Kalau membicarakan bisnis dalam sebuah organisasi, kita harus punya target, Bapak-Ibu. Target tersebut kemudian diturunkan menjadi target jangka pendek, menengah, dan panjang,” jelas Henry Minggu (25/10).

Ia juga menegaskan pentingnya menyelaraskan kerja tim agar setiap anggota memiliki arah yang sama dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

Berdasarkan hasil pemetaan, KWT memiliki beragam potensi usaha, baik di bidang budidaya, edukasi pertanian, maupun pengolahan hasil. Produk yang teridentifikasi meliputi sayuran hidroponik dan konvensional, lele, telur ayam, pisang, bibit tanaman, umbi-umbian serta berbagai produk olahan seperti keripik pisang dan singkong, smoothies pakcoy, nugget lele, manisan pala, peyek, dan nasi kotak. Calon konsumennya pun beragam, mulai dari warga Mulyaharja dan mahasiswa hingga pengunjung kawasan wisata serta pihak yang berkaitan dengan kegiatan pertanian.

Keberagaman produk tersebut membuka peluang bagi KWT untuk mengembangkan usaha sesuai dengan potensi dan kebutuhan pasar. Namun, hasil pemetaan juga menunjukkan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan, seperti konsistensi kualitas produk, pencatatan keuangan, penguatan merek, dan pemenuhan sarana produksi. Ketersediaan lahan, rumah tanam (greenhouse), serta peningkatan keterampilan pengelolaan usaha turut menjadi bagian dari kebutuhan yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan kelompok.

Sementara itu, KTD memiliki potensi usaha yang bertumpu pada berbagai komoditas pertanian, antara lain bayam, kangkung, talas, padi, kacang panjang, nilam, ubi jalar, singkong, dan cabai rawit. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa pemasaran sejumlah komoditas masih mengandalkan pengepul. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi kelompok untuk mengevaluasi strategi pemasaran, memperluas akses kepada calon pembeli, dan menyesuaikan pengelolaan hasil panen dengan kebutuhan pasar.

Dari sisi kelembagaan, KTD juga memiliki modal sosial berupa pertemuan rutin dan kegiatan gotong royong, termasuk upaya memperbaiki irigasi. Peralatan pertanian seperti traktor, pacul, koret, parang, dan arit turut mendukung kegiatan budidaya. Meski demikian, penguatan permodalan, pengetahuan manajemen kelompok, promosi, dan pengelolaan usaha masih perlu diperhatikan agar kegiatan pertanian dapat berkembang secara lebih terarah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Muslim Yuliantono selaku Lurah Mulyaharja dan Taufik Hidayat selaku Sekretaris Kelurahan Mulyaharja yang mewakili pemerintah kelurahan. Kehadiran perwakilan pemerintah setempat menjadi bagian dari keterlibatan pemangku kepentingan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal.

Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini juga melibatkan tim dosen Program Studi PPP, yaitu Ratih Kemala Dewi, S.P., M.Si., Ph.D.; Restu Puji Mumpuni, S.P., M.Si.; Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU.; Tri Budiarto, S.K.Pm., M.Si.; Agief Julio Pratama, S.P., M.Si.; Widya Hasian Situmeang, S.K.Pm., M.Si.; Muhammad Iqbal Nurulhaq, M.Si.; dan Ririh Sekar Mardisiwi, M.Si. Kegiatan ini juga didukung oleh Sylvina Azkyah sebagai pembawa acara dan co-fasilitator, Widya Hasian Situmeang, S.K.Pm., M.Si. sebagai fasilitator, serta Revalina Sulaeman, Alleta Aurel Kanayla, dan Muhammad Arif Rahman sebagai asisten.

Melalui pelatihan ini, hasil pemetaan model bisnis diharapkan dapat menjadi dasar bagi KWT Ciharashas dan KTD Lemah Duhur serta Alam Jaya Makmur untuk menentukan prioritas pengembangan usaha sesuai dengan kondisi masing-masing kelompok. Penguatan perencanaan, kerja sama anggota, dan strategi pemasaran diharapkan dapat membantu kelompok mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus mendorong keberlanjutan usaha masyarakat di Kelurahan Mulyaharja. (Zie)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *