Bima Arya: PSEL Bogor Raya 1 Jadi Percontohan Nasional

oleh
Bima Arya Sugiarto
banner 468x60

Kab Bogor, Pelita Baru

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 menjadi percontohan nasional dalam penanganan persoalan sampah perkotaan.

banner 336x280

Bima menyampaikan hal tersebut saat groundbreaking PSEL Bogor Raya 1 di kawasan TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026). Ia menegaskan groundbreaking bukan akhir dari persoalan, melainkan awal dari sistem pengelolaan sampah yang harus dikawal dari hulu hingga hilir.

Menurut Bima, keberhasilan PSEL tidak hanya ditentukan oleh berdirinya fasilitas pengolahan. Pemerintah daerah juga harus memastikan pasokan sampah, distribusi, dukungan masyarakat, perizinan, hingga tata kelola berjalan secara konsisten.

“Bisa dikatakan ini ijabnya, ini janjinya, tapi buktinya masih kita harus tunggu sampai proses ini berjalan,” ujar Bima.

Sekedar diketahui, pembangunan PSEL Bogor Raya 1 menjadi bagian dari program pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang dilakukan Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

Pembangunan tersebut juga sejalan dengan Perpres Nomor 109 Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan solusi pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan dan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir mengatakan, PSEL Bogor Raya 1 dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, pengembangan energi hijau, serta pemberdayaan ekonomi lokal.

“Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, menurunkan emisi dari TPA hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon setara sekitar 640 ribu ton CO2 per tahun,” ungkapnya.

PSEL Bogor Raya 1 tidak hanya menghadirkan solusi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, salah satunya melalui pembukaan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.

Pengembangan PSEL ini dirancang menjadi katalis terwujudnya ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mendorong ekonomi sirkular.

PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028 dan akan dikembangkan serta dijalankan oleh BUPP Nusantara Bogor New Energy. Fasilitas ini memiliki kapasitas mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik.

Proyek PSEL yang dikelola Denera tersebut akan menggunakan teknologi moving grate incinerator dengan Air Pollution Control System (APCS), yaitu teknologi insinerator ramah lingkungan dengan sistem pengendalian emisi.

Pemilihan teknologi tersebut telah disesuaikan dengan karakteristik sampah Indonesia dan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

Teknologi ini dirancang dengan standar lingkungan European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), salah satu acuan pengendalian emisi industri yang ketat di dunia.

Selain PSEL Bogor Raya 1, pada tahap selanjutnya DIM dan Denera juga menyiapkan pembangunan PSEL Bogor Raya 2 yang berlokasi di kawasan Kayumanis, Kota Bogor.

Fasilitas tersebut nantinya akan mengolah sampah yang berasal dari Kota Bogor dan Kota Depok. (hrs/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *