ASPIKOM Dorong Penguatan Kurikulum Komunikasi Digital dan Media IPB University

oleh
banner 468x60

Bogor, pelitabaru.com — Program Studi Magister Terapan Komunikasi Digital dan Media bersama Program Studi Sarjana Terapan Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University, menggelar Insight Session #1: Diskusi Strategis bersama ASPIKOM di Mini Cinema Sekolah Vokasi IPB University, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Pusat, Prof. Anang Sujoko sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Prof. Anang menekankan pentingnya program studi memiliki visi keilmuan yang jelas, bukan hanya visi kelembagaan. Ia menjelaskan bahwa visi keilmuan harus mampu menunjukkan arah pengembangan ilmu, isu strategis, keunikan, serta keunggulan program studi yang kemudian dapat diturunkan ke dalam profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan atau CPL, body of knowledge, mata kuliah, hingga RPS.

banner 336x280

“Yang dibutuhkan dalam akreditasi adalah visi keilmuan. Visi ini harus menunjukkan arah ilmu, keunikan, dan keunggulan program studi, serta dapat ditelusuri sampai ke kurikulum dan mata kuliah,” ujar Prof. Anang dalam sesi diskusi.

Kegiatan ini diikuti oleh para dosen Program Studi Komunikasi Digital dan Media, baik dari jenjang sarjana terapan maupun magister terapan. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diwarnai dengan diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari penyusunan profil lulusan, kesesuaian kurikulum dengan KKNI, peta okupasi nasional, hingga kebutuhan pembaruan RPS berbasis perkembangan teknologi dan industri.

Prof. Anang menyampaikan bahwa profil lulusan, terutama pada pendidikan terapan, sebaiknya tidak dibatasi pada nama profesi tertentu. Menurutnya, profil lulusan lebih tepat dirumuskan sebagai peran atau okupasi yang realistis dapat dicapai lulusan dalam dua hingga tiga tahun setelah menyelesaikan pendidikan. Karena itu, penyusunan profil lulusan perlu melibatkan masukan dari DUDIKA, asosiasi, alumni, tracer study, serta mengacu pada KKNI dan peta okupasi nasional.

“Jangan membatasi profil lulusan hanya sebagai profesi. Profil lulusan lebih tepat dipahami sebagai peran. Misalnya lulusan mampu merancang, mengelola, dan mengembangkan media digital. Peran itu harus disesuaikan dengan level KKNI dan peta okupasi nasional,” kata Prof. Anang.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Anang juga menyoroti pentingnya alignment* antara visi keilmuan, profil lulusan, CPL, body of knowledge, bahan kajian, mata kuliah, CPMK, Sub-CPMK, metode pembelajaran, dan asesmen. Ia menegaskan bahwa pada proses akreditasi, asesor akan melihat sejauh mana setiap komponen kurikulum saling terhubung dan dapat dibuktikan melalui data ketercapaian pembelajaran.

“Jika ketercapaian CPL berada di bawah standar yang ditetapkan, program studi perlu melakukan evaluasi terhadap mata kuliah, metode pembelajaran, asesmen, dosen, maupun kesiapan mahasiswa”, kata Prof. Anang.

Ketua Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Dr. Hudi Santoso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada ASPIKOM atas dukungan dan masukan strategis yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar program studi untuk terus menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan tren, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika keilmuan komunikasi, khususnya dalam bidang komunikasi digital dan media.

“Kami berterima kasih kepada ASPIKOM yang telah memberikan banyak masukan penting. Diskusi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperkuat kurikulum agar adaptif, relevan, dan selaras dengan perkembangan ilmu komunikasi digital dan media,” ujar Dr. Hudi.(adi/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *