Garut, pelitabaru.com – Kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, menjadi perhatian utama dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Garut (UNIGA) Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan ke-XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Kampus 1 UNIGA, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (25/7/2026).
Kehadiran Wamendagri menunjukkan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap kemajuan pendidikan tinggi di daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya didampingi Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Ketua DPRD Kabupaten Garut, jajaran Forkopimda, pimpinan perbankan, serta Ketua Umum Yayasan UNIGA beserta jajaran.

Di hadapan 629 wisudawan dari berbagai program studi dan jenjang magister, Wamendagri Bima Arya menyampaikan pesan yang sarat makna.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik atau tingginya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga oleh karakter, integritas, dan kemampuan menjaga nilai-nilai kehidupan.
“Banyak orang biasa dengan IPK dua koma, tidak dianggap genius, namun dapat melesat menuju puncak dan bertahan lama karena memiliki kekuatan karakter di atas ilmu. Karakter inilah yang akan melengkapi ilmunya,” tegas Bima Arya.
Ia mengajak para lulusan UNIGA untuk menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat, menjaga integritas, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan daerah.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengabdi kepada masyarakat sekaligus mendorong kemajuan Kabupaten Garut.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengungkapkan tantangan besar dunia pendidikan tinggi di Garut. Setiap tahun sekitar 35 ribu lulusan SMA dan sederajat lahir di Kabupaten Garut, namun hanya sebagian kecil yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Tahun ini UNIGA menampung sekitar 1.500 mahasiswa. Jika digabung dengan ITG, IPI, dan perguruan tinggi lainnya sekitar 5.000 mahasiswa, ditambah yang kuliah di luar daerah sekitar 2.000 orang, maka jumlah mahasiswa asal Garut hanya sekitar 7.000 orang. Artinya, hanya sekitar seperlima dari total lulusan SMA yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkap Syakur.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama sehingga seluruh perguruan tinggi di Kabupaten Garut, khususnya UNIGA, diharapkan terus meningkatkan kapasitas dan mutu pendidikan agar semakin banyak generasi muda Garut memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Garut, Irfan Nabhani, melaporkan bahwa Wisuda Angkatan ke-XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 meluluskan 629 wisudawan dari berbagai fakultas dan program pascasarjana.
Ia menambahkan, memasuki usia 28 tahun, Universitas Garut terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum, digitalisasi layanan akademik, peningkatan riset, serta perluasan kerja sama nasional dan internasional.
Momentum wisuda ini menjadi lebih bermakna dengan kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto yang membawa pesan kuat tentang pentingnya karakter sebagai fondasi kepemimpinan. Bersama Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, keduanya menegaskan bahwa masa depan Garut dan Indonesia akan sangat ditentukan oleh lahirnya lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, berdaya saing, dan siap mengabdi untuk masyarakat.(Ris)












