Warga Kabupaten Bogor Terbanyak Main Judi Online, Seruan Bupati Rudy Perangi Judol Didukung Banyak Pihak

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Seruan Bupati Rudy Susmanto memerangi Judi Online (Judol) didukung banyak pihak. Tak hanya dari kalangan politisi tapi juga akademisi hingga pegiat kepemudaan yang ada di Bumi Tegar Beriman.

banner 336x280

Diketahui, berdasar data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang diunggah melalui akun Instagram @jabarstats pada Kamis (9/7/2026), mencatat terdapat 7.033 warga Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor bermain Judi Online (Judol).

Angka ini juga menempatkan ibu kota Bumi Tegar Beriman diperingkat keenam secara nasional sebagai wilayah paling banyak bermain game online terlarang itu. Mirisnya lagi, rentetan angka itu juga dikuatkan dengan data PPATK tahun 2025, dimana jumlah pemain judol di Kabupaten Bogor sebanyak 103.092 orang dengan jumlah deposit mencapai Rp414,4 miliar.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin mengaku mendukung penuh langkah Bupati Bogor yang membentuk Satuan Tugas (Satgas) pemberantasan judi online. Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, langkah itu bukan hanya memperkuat upaya pencegahan tapi juga penindakan nyata terhadap aktivitas perjudian digital yang kini telah menjadi persoalan nasional bahkan internasional.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Bupati Bogor membentuk Satgas pemberantasan judi online. Ini menjadi langkah positif untuk memberikan informasi, edukasi, sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan ini,” ungkapnya dikutip Minggu (12/7/2026).

Lebih lanjut, Junsam, sapaannya juga menyebut, DPRD Kabupaten Bogor akan terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Pemkab Bogor untuk mencari formula terbaik dalam menekan angka perjudian online.

Menurutnya, diperlukan langkah yang komprehensif melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan. “Kita akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik agar praktik judi online ini bisa ditekan, bahkan kalau bisa dihilangkan. Ini merupakan penyakit masyarakat yang harus kita berantas bersama,” katanya.

Senada dengan Junsam, Ketua PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor, Abdul Azis Sarnata juga terang-terangan mendukung langkah Bupati Bogor, Rudy Susmanto memberantas Judol melalui pembentukan Satgas.

“Kami mengapresiasi keberanian dan komitmen Bupati Bogor yang secara terbuka menyatakan perang terhadap judi online. Ini merupakan langkah strategis yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat karena menyangkut penyelamatan moral generasi muda dan masa depan Kabupaten Bogor. Judi online telah menjadi penyakit sosial yang harus diberantas secara bersama-sama,” ujar Azis Sarnata.

Menurutnya, sebagai organisasi Islam yang telah mengabdi lebih dari satu abad di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, Mathla’ul Anwar memandang bahwa pemberantasan judi online tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum.

Upaya tersebut harus diiringi dengan penguatan pendidikan karakter, literasi digital, pembinaan keagamaan, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya perjudian online.

PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor mengajak seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan, pengelola madrasah, guru, majelis taklim, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua untuk mengambil peran aktif dalam mengedukasi masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik judi online.

Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai benteng utama pendidikan akhlak, kemudian diperkuat melalui madrasah/sekolah, masjid, majelis taklim, dan berbagai ruang pembinaan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen nyata, PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyelenggarakan program edukasi, sosialisasi, serta pembinaan masyarakat sebagai bagian dari gerakan bersama melawan judi online.

Sebelumnya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengklaim bahwa persoalan judol menjadi salah satu hal yang diprioritaskan Pemkab Bogor melalui tim Satgas khusus yang sebelumnya telah dibentuk.

“Perang terhadap judol kami lakukan sama dengan perang terhadap narkotika. Kami juga kan membentuk Satgas tim tersendiri yang sampai sekarang pun masih bergulir,” jelas Rudy dalam keterangan tertulisnya.

“Bahkan jadwal rutin pemeriksaannya pun sudah rutin digelar seperti tes narkoba di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Bogor,” sambungnya.

Dengan langkah yang sama seperti pemberantasan narkotika itu, Rudy berharap nantinya jumlah pemain judol akan berkurang di Kabupaten Bogor.

“Kita sudah instruksikan para Camat secara lisan maupun tertulis untuk memerangi judol karena kita harus melindungi generasi-generasi penerus kita yang ada,” pungkasnya. (duan/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *