Prank Pengumuman Tidak Lulus di Momen Kelulusan Dinilai Berisiko Ganggu Kesehatan Mental Siswa

oleh
banner 468x60

Cianjur, pelitabaru.com – Momen kelulusan yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan dan kebanggaan bagi siswa justru dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif jika diisi dengan lelucon atau prank pengumuman tidak lulus.

Hal ini disampaikan oleh Anisa Andiana, M.Pd, seorang pengajar di salah satu sekolah di wilayah Cipanas, Cianjur. Menurutnya, praktik tersebut perlu dikaji ulang secara mendalam dengan mempertimbangkan aspek psikologis perkembangan anak, serta tanggung jawab sekolah sebagai lembaga pendidikan.

banner 336x280

“Sebagai pendidik yang juga memahami karakteristik remaja, Anisa menegaskan bahwa prank semacam itu dapat mengganggu kestabilan emosi siswa. Secara psikologis, usia remaja merupakan masa di mana harga diri masih dalam tahap pembentukan dan emosi cenderung labil,” ucap Anisa kepada pelitabaru.com Senin (15/6).

Mendengar kabar tidak lulus, meskipun kemudian diakui sebagai candaan dapat memicu stres mendadak, rasa malu, hingga perasaan tidak berharga. Bagi siswa yang telah berjuang keras selama menempuh pendidikan, kejadian ini bisa menimbulkan tekanan emosional yang tidak sepele dan berpotensi meninggalkan kesan buruk.

Lebih lanjut, Anisa juga menyampaikan pandangannya sebagai orang tua yang menginginkan kebaikan bagi anak-anak. Ia menilai bahwa momen kelulusan seharusnya menjadi sarana memperkuat motivasi dan kepercayaan diri, bukan menanamkan rasa takut atau ketidakpercayaan.

“Prank tersebut justru mengubah makna perayaan menjadi pengalaman yang menegangkan, serta dapat merusak hubungan kepercayaan antara siswa dengan guru dan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung,” tegasnya.

Lebih dari itu, pengalaman yang mengejutkan dan menyakitkan secara emosional berisiko menimbulkan trauma ringan yang terbawa hingga dewasa, memengaruhi cara anak menghadapi penilaian atau tantangan di masa depan.

“Saya berharap seluruh pihak di lingkungan sekolah dapat menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental siswa. Dan menyarankan agar perayaan kelulusan diisi dengan hal-hal positif, seperti apresiasi atas usaha yang telah dicapai, pesan-pesan semangat, dan doa bersama,” pungkas Anisa.

Anisa juga mengatakan, dengan demikian, momen berharga tersebut akan selalu diingat sebagai kenangan indah yang memotivasi siswa untuk melangkah ke jenjang pendidikan atau kehidupan selanjutnya. (Zie)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *