Jakarta, Pelitabaru.com – Jumat, (12/6), kemarin, mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek menggelar aksi demo dengan membawa lima tuntutan.
Awalnya, unjuk rasa akan digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, polisi melakukan blokade dan melarang pemilihan tempat itu sebagai titik demo.
Hingga magrib, aksi masih berlangsung dan terkonsentrasi di kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman.
Massa mahasiswa yang didominasi BEM se-UI dalam aksinya menyoroti sejumlah isu yang tengah menjadi perhatian belakangan ini.
Mulai dari pelemahan rupiah, Anggaran Pendapan dan Belanja Negara (APBN), kenaikan bahan bakar minyak (BBM), hingga MBG (Makan Bergizi Gratis).
Para mahasiswa meminta pemerintah menyetop pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok, dan BBM.
Selain itu, hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Hentikan militerisme di ranah sipil. Juga menuntut Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.
“Alhamdulillah, demo berjalan damai, kondusif, walaupun sedikit ada ketegangan dengan aparat penegak hukum,” kata Sahlan sambil menarik nafas panjang ketika bersama King menuju ke rumah masing-masing setelah demo bubar.
“Alhamdulillah. Kita terus konsolidasi sampai pemerintah merespon keinginan mahasiswa,” King menambahkan.
“Ajiiiiibbbb. Ajib, ya, bro. Demo kali ini ga ada hal-hal yang mengkhawatirkan semua pihak. Kita demo kan sebagai kritikan kepada penguasa, sebagai tanda kepedulian dengan perjalanan bangsa dan negara tercinta. Demo juga tujuan utamanya untuk
mengoreksi kebijakan pemerintah yang ga pas, dan demi kepentingan rakyat agar hidup layak dan sejahtera,” tambah Sahlan.
King tersenyum. Sebelum kembali ke rumah, mereka ke Masjid Agung Sunda Kelapa di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, untuk sholat Magrib.
Sambut Kritik
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan selalu menjadi negara demokrasi.
Prabowo mengatakan pemerintahannya menyambut kritik dan selalu menelaah kritik itu dengan saksama.
“Izinkan saya menyatakan dengan jelas; Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil,” kata Prabowo dalam pernyataannya di Majalah The Economist, seperti dikutip keterangan Badan Komunikasi Pemerintah, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan pemerintahannya membuka ruang kritik seluas-luasnya.
Pihaknya selalu mencermati setiap masukan dan kritik yang ditujukan kepada pemerintah.
“Saya menyambut kritik. Saya selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah yang saya pimpin dan menimbangnya berdasarkan fakta, serta realitas yang dihadapi rakyat biasa,” kata Prabowo.
Ia menambahkan demokrasi tetap merupakan sistem yang terbaik meski tidak sempurna.
“Saya percaya pada demokrasi. Saya memahami bahwa legitimasi demokratis diperoleh melalui kesabaran, kepercayaan rakyat, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat,” ungkapnya.
Menurutnya, penerapan demokrasi perlu disesuaikan dengan budaya di Indonesia. Dalam budaya Indonesia, kerja sama lebih diutamakan daripada fragmentasi politik, kerendahan hati lebih dihargai daripada permusuhan politik.
“Kami percaya demokrasi harus menghasilkan stabilitas, dan kemajuan, bukan kelumpuhan,” ujarnya.
“Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil nyata yang dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun,” tuturnya.
Ajib
King dan Sahlan membaca dan menyimak pernyataan Presiden itu di media online, dengan gembira.
“Tapi harus dilaksanakan, ya, Pak. Jangan omon-omon aja, hehehe…,” kata King sambil mesam-mesem.
“Ajiiiiibbb, mantap banget, deh, kalo gitu. Kami akan lihat janji Bapak itu,” kata King dan Sahlan ketika di halaman parkir masjid, selesai sholat Magrib.
Kata ajib berasal dari bahasa Arab. Di Indonesia, kata ini diserap dan populer sebagai bahasa gaul yang sering digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu itu enak, keren atau mantap.
Dalam bahasa gaul, ajib juga berarti sesuatu yang sangat luar biasa atau mengagumkan.
Kata ini sering juga digunakan sebagai pujian untuk merespons rasa makanan yang lezat atau pengalaman yang menyenangkan. (bang iz)










