Jakarta, Pelita Baru
Ketua Umum Rampai Nusantara Semar Mardiansyah mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam upaya pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang dinilai berjalan efektif dengan tingkat kelancaran dan keamanan yang terjaga.
Strategi pengaturan lalu lintas dan koordinasi lintas sektor, disebut Semar menjadi faktor utama dalam mengendalikan pergerakan kendaraan selama periode puncak. Pendekatan ini dinilai mampu menekan kepadatan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan.
“Rampai Nusantara memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri yang telah bekerja optimal dalam memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali,” kata Semar, Minggu (29/3/2026).
Semar mengatakan, pendekatan humanis aparat di lapangan menjadi nilai tambah dalam pelayanan kepada masyarakat. “Tidak hanya soal kelancaran, tetapi juga bagaimana Polri hadir dengan pendekatan yang humanis kepada masyarakat. Ini menjadi poin penting yang patut diapresiasi,” kata Semar.
Selain pengaturan lalu lintas, koordinasi lintas instansi juga dinilai berperan dalam menjaga stabilitas selama periode Lebaran. Sinergi tersebut memastikan penanganan berbagai potensi hambatan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Rampai Nusantara berharap capaian ini dapat dipertahankan pada momentum besar berikutnya. Organisasi itu juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek mencatat arus balik kendaraan menuju arah Jakarta melalui Ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) masih tinggi hingga H+6 Idul Fitri 1447 Hijriyah, bertepatan Jumat (27/3/2026).
“Sebagaimana lonjakan arus lalu lintas beberapa hari sebelumnya saat arus balik, volume kendaraan masih menunjukkan peningkatan signifikan hingga H+6 Lebaran,” kata GM Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Desti Anggraeni, Sabtu (28/3/2026).
Ia menyatakan sebanyak 44.213 kendaraan terpantau menuju arah Jakarta pada arus balik di H+6 Lebaran atau mengalami peningkatan sebesar 82,87 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yakni 24.177 kendaraan.
Peningkatan volume lalu lintas kendaraan melalui Jalan Layang MBZ ini menunjukkan fase arus balik masih berlangsung dengan lonjakan kendaraan tercatat tinggi, terutama pada periode pagi serta malam hari.
Di sisi lain, kendaraan yang meninggalkan arah Jakarta tercatat sebanyak 25.730 kendaraan atau turun 17,16 persen dari lalu lintas normal sebesar 31.060 kendaraan. Penurunan ini mengindikasikan pergerakan kendaraan keluar Jakarta mulai berkurang seiring berakhirnya periode mudik.
“Kondisi ini mencerminkan bahwa arus lalu lintas di Ruas Jalan Layang MBZ saat ini didominasi oleh kendaraan yang kembali menuju Jakarta,” katanya.
Meski demikian, lanjut dia, secara umum lalu lintas masih terpantau lancar dan terkendali dengan dukungan pemantauan lalu lintas secara intensif serta kesiapsiagaan petugas operasional di lapangan.
Pihaknya terus mengimbau pengguna jalan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima serta menjaga kecukupan daya listrik maupun bahan bakar minyak.
Antisipasi potensi perubahan cuaca, khususnya hujan, juga diperlukan karena dapat memengaruhi jarak pandang serta kondisi permukaan jalan sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke tempat tujuan.
Pengguna jalan dapat mengakses informasi terkini maupun permintaan pelayanan lalu lintas jalan tol melalui pusat panggilan 24 jam Jasa Marga Group di nomor 133, akun Twitter @PTJASAMARGA, serta aplikasi Travoy 4.5 untuk pengguna iOS dan Android.
Terpisah, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan, arus balik dari Bakauheni menuju Merak pada Sabtu (28/3/2026) malam WIB terkendali tanpa penumpukan kendaraan. Meski Operasi Ketupat sudah selesai, kepolisian tetap melakukan pemantauan intensif dalam rangka ‘Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD)’ dipimpin langsung Kapolri.
Agus mengatakan, hasil pemantauan di lintasan penyeberangan itu menjadi salah satu indikator positif dalam pengelolaan arus balik Lebaran tahun ini. Setelah memastikan kondisi penyeberangan berjalan baik, jajaran Korlantas diarahkan memperkuat pengawasan di jalur arteri dan ruas tol menuju Jakarta.
“Tadi kami mendampingi beliau memastikan untuk arus balik, khususnya Bakauheni ke Merak, cukup bagus, terkendali, tidak ada penumpukan,” kata Kakorlantas di Rest Area KM 62 Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (28/3/2026) malam WIB.
Agus menjelaskan, hasil pengecekan di wilayah penyeberangan sejalan dengan situasi lalu lintas di koridor lanjutan menuju Ibu Kota. Menurut dia, arus di Tol Banten, Cikupa, hingga Jakarta juga berada dalam kondisi cukup terkelola pada malam pemantauan.
Kondisi demikian, fokus pengamanan disebut bergeser ke jalur arteri yang mulai padat seiring meningkatnya arus kendaraan dari berbagai arah. Agus meminta jajaran di daerah aktif turun langsung mengurai kepadatan, terutama di jalur Pantura dan jalur selatan.
Di ruas tol utama arus balik, Korlantas masih mempertahankan one way lokal tahap dua dari KM 263 hingga KM 70. Pada jalur menuju Jakarta, rekayasa contraflow satu lajur dari KM 70 sampai KM 55 juga tetap dijalankan karena arus ke Ibu Kota masih cukup padat.
Agus mengatakan, skenario perpanjangan one way ke arah timur sempat dipertimbangkan pada pagi hari. Namun, langkah itu belum diambil karena laporan dari Jawa Tengah menunjukkan arus kendaraan masih landai, termasuk dari parameter Gate Tol Kalikangkung yang belum memperlihatkan lonjakan signifikan.
“Oleh sebab itu, intervensi one way lokal tahap dua dari kilometer 263 sampai ke 70 masih tetap bertahan, tidak kami tarik ke arah timur,” ujar jenderal bintang dua tersebut.
Korlantas tetap menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan bangkitan arus pada Ahad (29/3/2026). Polisi membuka opsi penerapan one way lokal tahap tiga jika arus kendaraan dari arah timur maupun selatan mengalami peningkatan.
Agus menambahkan, arus dari jalur selatan juga terus diwaspadai karena tidak seluruhnya dapat dibaca dari parameter lalu lintas utama di Kalikangkung. Pada saat yang sama, Korlantas terus menertibkan kendaraan sumbu tiga guna menjaga kelancaran perjalanan pemudik yang kembali ke Jakarta.
Kakorlantas menyebut kawasan wisata mulai menunjukkan penurunan kepadatan, sehingga beban lalu lintas berangsur lebih terkonsentrasi pada arus balik utama. Personel kepolisian tetap disiagakan penuh di lapangan untuk mengantisipasi sumbatan lalu lintas dan menyesuaikan rekayasa sesuai perkembangan situasi. (dho/*)












