Jakarta, Pelita Baru
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melarang kepala daerah berpergian ke luar negeri, termasuk umroh di saat arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 000.2.3/1171/SJ tentang Penundaan Perjalanan ke Luar Negeri selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Di saat puncak kegiatan masyarakat, masyarakat berlibur, kita jangan berlibur. Kita justru puncak kegiatan membuat yakin masyarakat bisa melaksanakan rangkaian hari raya, dengan arus mudik, arus balik, dengan harga-harga yang terkendali, tempat wisata yang dijaga baik, dikelola baik,” ujar Tito dikutip dari keterangan resminya, Senin (09/03/2026).
SE ini dikeluarkan, lantaran, kata Tito, ada sejumlah kepala daerah tercatat telah merencanakan untuk melakukan ibadah umrah mendekati Idulfitri. Dia memprediksi, para kepala daerah tersebut berpotensi tak ada di wilayahnya saat momentum puncak aktivitas lebaran.
Menurut dia, kepala daerah adalah pimpinan tertinggi di wilayahnya, pemegang kekuasaan dan pengambil kebijakan yang bertanggung jawab terhadap pelayanan masyarakat. Mobilitas masyarakat pada masa mudik dan arus balik perlu mendapat perhatian serius. Tradisi mudik setiap Lebaran menyebabkan lonjakan pergerakan masyarakat dalam jumlah besar.
Pada periode yang sama, kepala daerah bersama perangkat penegakan hukum harus berkoordinasi untuk memastikan terjaminnya keamanan dan ketertiban; termasuk potensi tindak kriminal pada rumah yang ditinggal mudik hingga kawasan wisata yang diperkirakan akan penuh.
Selain itu, kata Tito, ada tugas penting kepala daerah untuk mengendalikan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok menjelang hari raya. Dia meminta setiap kepala daerah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), distributor, asosiasi pengusaha, serta pengelola pasar guna memastikan pasokan tetap cukup dan harga terjangkau.
“Untuk meyakinkan bahwa cukup kesediaan dan harganya terjangkau. Kalau ada yang naik, intervensi dengan gerakan pasar murah,” ujar dia.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2026 kurang lebih sama dengan tahun lalu, yakni sekitar 146 juta orang. Korlantas Polri menyebut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga tengah menghitung pergerakan masyarakat yang bakal melakukan mudik pada tahun ini.
“Ya kalau pergerakan manusia kan berdasarkan survei itu kurang lebih 146 juta untuk tahun yang lalu, nah pertimbangan kemarin sedang dimatangkan kembali oleh dari pihak Kemenhub, itu juga pergerakannya sedang dihitung, tetapi tidak jauh dari situ,” kata Sementara itu, Kasubbag Dalops Bag Ops Korlantas Polri AKBP Renaldi Oktavian memprediksi kendaraan yang keluar-masuk dari dan menuju Jakarta akan disampaikan oleh Jasa Marga
Renaldi menambahkan bahwa pihaknya akan memberlakukan rekayasa lalin atau lalu lintas dengan pihak Jasa Marga guna mengantisipasi arus mudik. Dia mengaku tak memiliki perkiraan total kendaraan pada mudik 2026, namun menyebut bahwa terdapat survei ataupun penghitungan yang sedang terus dimatangkan.
“Akan tetapi memang tahun ini dibanding dengan tahun kemarin jumlahnya juga hampir sama, pergerakannya cukup tinggi karena masyarakat juga banyak pilihan, karena libur yang diberikan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan ini juga cukup panjang,”tutur dia.
Renaldi menyampaikan, pihaknya akan memberlakukan rekayasa lalin atau lalu lintas bersama pihak Jasa Marga guna mengantisipasi arus mudik.
Pada kesempatan yang sama, Strategic Partner Development Manager Google Indonesia, Richard Darsono, menyarankan bahwa pemudik dapat melakukan unduh peta secara luring (offline) di Google Maps guna memudahkan selama perjalanan. Peta offline ini dapat membantu serta menjangkau navigasinya ketika berada di daerah susah sinyal.
Layanan pemetaan berbasis web Google Map memiliki sejumlah fitur guna membantu para pemudik seperti rekomendasi jalan tol hingga melihat jadwal transportasi umum.
Diketahui, Korlantas dan Jasa Marga bekerja sama dengan Google Indonesia guna memastikan kelancaran informasi mudik Lebaran 2026. “Itu nantinya harapannya akan tersedia informasinya untuk para pemudik bisa direferensikan di aplikasi Google Maps,” pungkas Richard.
Corporate Communication & Community Development Head Jasa Marga Lisye Octaviana dalam kesempatan yang sama memberi saran kepada calon pemudik tahun ini untuk menghindari perjalanan di ruas tol mulai pukul 07.00-10.00 pagi. Pada waktu tersebut kerap terjadi penumpukan kendaraan hingga ruas tol menjadi rawan macet.
“Ini khusus untuk di jalan tol ya, ini bisa merencanakan rute perjalanan dan waktunya juga ya supaya menghindari bersamaan menumpuk di satu waktu,” jelas dia.
Lisye menambahkan, Jasa Marga memperkirakan akan terdapat kenaikan volume lalu lintas di beberapa waktu tertentu pada mudik Lebaran tahun ini. Pihaknya pun mengimbau masyarakat Indonesia supaya menjauhi waktu puncaknya.
“Lalu juga tadi telah disampaikan nanti khusus untuk memang perjalanan mudik Lebaran nanti, memang dipahami nanti akan ada peningkatan lalu lintas di waktu-waktu tertentu, tentunya ini juga nanti akan lebih awal melalui juga ada waktu-waktu yang telah ditentukan, ini kami himbau kepada masyarakat untuk bisa menghindari waktu puncak tersebut,” ujar Lisye.
Demi membantu merencanakan perjalanan mudik lebih akurat, lanjut Lisye, masyarakat bisa melakukan pengecekan di aplikasi Travoy dengan dukungan peta digital dari Google Map. Melalui Travoy pemudik, klaim Lisye, juga berkesempatan mengakses 3.500 CCTV, radar, serta beberapa teknologi informasi lainnya.
“Itu nanti akan terlihat jumlah tarif tolnya berapa, lewat gerbang tol mana, bahkan sampai durasinya, itu juga nanti akan sangat membantu, bahkan juga ada fitur CCTV yang cukup sangat favorit untuk bisa dilihat melalui aplikasi Travoy karena secara real time masyarakat bisa melihat kondisi ruas tol tersebut dengan melihat sendiri kondisinya seperti apa,” jelas Lisye. (fex/*)












