Bogor, Pelita Baru
Presiden Prabowo Subianto mengaku kecewa dengan kerja sejumlah unsur pimpinan dan pejabat yang bekerja kurang baik dari sisi tanggungjawab kepada bangsa dan negara.
“Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis. Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya,” kata Prabowo saat secara online meresmikan 218 jembatan dari Hambalang, Bogor, Senin (9/12/2026).
Menurutnya, bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, kesulitan, dan kekurangan. Dan, kekurangan tersebut berkaitan dengan kinerja para pejabat, birokrat, maupun petugas di lapangan.
“Masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan korupsi dan permainan pengusaha nakal telah membuat banyak kekayaan bangsa hilang. “Harus memerangi korupsi di setiap tingkat, korupsi, penipuan dengan pengusaha-pengusaha nakal,” kata Prabowo.
Pada kesemapatan ini, Prabowo yang untuk untuk pertama kalinya bicara lebih terbuka soal ancaman dari gejolak global. Ia mengakui Indonesia harus bersiap menghadapi kesulitan akibat perang yang meluas, dari Eropa hingga Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat secara online meresmikan 218 jembatan dari Hambalang, Bogor, Senin, 9 Maret.
Di tengah acara terkait infrastruktur itu, Presiden Prabowo justru menyisipkan pesan dunia sedang tidak baik-baik saja, dan Indonesia tak kebal dari dampaknya.
“Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena,” kata Prabowo.
Ia menegaskan, walau Indonesia jauh dari pusat konflik, efeknya tetap bisa memukul dalam negeri. Karena itu, pemerintah harus siap menghadapi tekanan yang datang dari luar.
Prabowo juga mengaku tidak ingin menutup-nutupi keadaan. Ia bahkan menyatakan akan memberi taklimat kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat.
Namun begitu, Presiden Prabowo Subianto memastikan ketersediaan pangan di Indonesia dalam kondisi aman di tengah situasi krisis global dan konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia.
Presiden menyampaikan hal itu dapat terwujud berkat upaya swasembada pangan yang telah dirinya perjuangkan selama bertahun-tahun. Prabowo mengatakan Indonesia saat ini telah berhasil swasembada beras. Pemerintah, katanya, juga menargetkan untuk memenuhi kebutuhan protein dalam negeri.
Dengan capaian tersebut, Indonesia dinilai memiliki ketahanan pangan yang kuat sehingga tetap aman meskipun banyak negara lain menghadapi kesulitan akibat gejolak global.
“Dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur kita swasembada hampir kita capai swasembada pangan. Kita sudah sampai swasembada beras di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita,” ucapnya.
Di sektor energi, Presiden menyebut pemerintah juga mendorong swasembada energi. Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) ke depan diharapkan tidak lagi bergantung pada impor dari luar negeri, melainkan dapat dipenuhi dari sumber energi dalam negeri.
“Kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa, kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu,” ujar Kepala Negara.
Prabowo mengingatkan di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian akibat pertikaian antar kekuatan besar, hal tersebut berpotensi menyeret negara-negara lain ke dalam kesulitan.
Namun, dengan kekayaan yang dimiliki, Prabowo optimis Indonesia dapat keluar dari krisis global dengan lebih kuat, produktif dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
“Kita punya kekuatan, saya kira perkiraan saya kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita sangat bersyukur atas karunia yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita,” ujarnya.
Presiden pun menekankan pentingnya kerja keras, persatuan, dan kerja sama seluruh lembaga serta berbagai pihak untuk menghadapi situasi tersebut. (fuz/*)












