Kapolri Demosi Tiga Kapolres Viral Karena Masalah

oleh
Jenderal Listyo Sigit Prabowo
banner 468x60

Jakarta, Pelita Baru

Tiga Kapolres yang viral dan mendapatkan perhatian masyarakat karena terkait sejumlah masalah, didemosi Kepala Kepolisian Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hal ini dikuatkan dalam surat telegram dengan nomor ST/440/II/KEP./2026 pada 27 Februari 2026.

banner 336x280

Tiga Kapolres itu, adalah, Kapolres Bima Kota Ajun Komisaris Besar (AKBP) Didik Putra Kuncoro; dan Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono. Ketiganya masuk dalam daftar mutasi, demosi, dan promosi terhadap 54 anggota polisi yang terdiri dari 44 orang mendapatkan promosi, dan tujuh orang mutasi dalam rangka pensiun.

“Mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri adalah hal yang wajar sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir dikutip, Senin (2/3/2026).

Kapolres Sleman Kombes Edy Setyanto mendapat sorotan usai penyidiknya menetapkan Hogi Minaya sebagai tersangka pembunuhan terhadap dua pelaku penjambretan terhadap istrinya. Kritik makin tajam usai polisi memberi sinyal sepakat dengan keluarga penjambret yang meminta uang ganti rugi jutaan kepada Hogi agar kasus tersebut dicabut.

Perkara Hogi pun akhirnya dihentikan usai kritik masyarakat dan DPR semakin deras kepada kepolisian.

Kini, Kapolri menetapkan demosi kepada Edy untuk menjalani tugas di Divisi Hukum Mabes Polri. Posisi Kapolres Sleman akan diisi Kombes Adhitya Panji Anom yang sebelumnya menjabat Akreditor Divisi Propam Mabes Polri.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro menjadi sorotan usai terungkap terlibat dalam sejumlah kasus penyimpangan seksual dan keterlibatan dalam peredaran narkoba. Polri pun menggelar sidang etik dengan putusan pemberhentian dengan tidak hormat.

Pada saat ini, Polri pun melanjutkan kasus Didik dari sisi pidana umum. Dia pun telah menyandang status tersangka.

Dalam ST, Kapolri menetapkan demosi terhadap Didik menjadi perwira menengah pada Yanma Mabes Polri hingga putusan pemecatannya berkekuatan hukum tetap. Posisi Kapolres Bima Kota pun diserahkan kepada AKBP Mubiarto Banu Kristanto yang sebelumnya menjabat Kepala Satuan PJR Ditlantas Polda NTB.

Seperti Edy dan Didik, AKBP Natalena Eko Cahyono juga menuai sorotan di media sosial usai melakukan tindakan perusakan di sebuah SPBU akhir 2025. Pada saat itu, dia sebenarnya sedang melakukan penindakan dugaan pelanggaran BBM. Namun, aksi kekerasannya menjadi polemik karena dinilai terlalu berlebihan.

Selain itu, kinerja Natalena juga dipertanyakan usai sejumlah kelompok masyarakat melaporkan terjadinya peningkatan angka penambangan emas tanpa izin (PETI) dan narkoba pada periode kepemimpinannya.

Natalena kini didemosi untuk menjadi perwira menengah non job di Polda Jambi. Posisi Kapolres Bungo diisi AKBP Zamri Elfino yang sebelumnya menjabat Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Jambi.

Sementara itu, satu perwira tinggi Polri yang mendapatkan mutasi dalam persiapan pensiun atau Inspektur Jenderal Cahyono Wibowo yang melepas jabatan Kepala Kortas Tipikor menjadi perwira tinggi non job di Kortas Tipikor. Dia sebenarnya sudah memasuki usia pensiun atau berumur 58 tahun pada 13 Februari lalu.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia Polri untuk memastikan organisasi tetap adaptif, solid, dan responsif terhadap tantangan tugas ke depan,” ujar Eddizon.

Kapolri kemudian menunjuk Direktur Penindakan Kortas Tipikor Irjen Totok Suharyanto untuk menggantikan Cahyono sebagai Kepala Kortas Tipikor Polri. Jabatan yang ditinggal Totok diisi Direktur Penelusuran dan Pengamanan Aset (P2A) Kortas Tipikor Brigadir Jenderal Robertus Yohanes De Deo.

Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri, Brigjen Indra Lutrianto Amstono kemudian dianggkat untuk mengisi posisi Robertus sebagai Direktur P2A Kortas Tipikor.

Kapolri juga mengganti Wakil Kepala Kortas Tipikor dengan memutasi Brigjen Arief Adiharsa menjadi Widyaiswara Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Posisinya digantikan Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat UU Kortas Tipikor Polri Komisaris Besar Mulya Hakim Solichin.

“Pimpinan berharap seluruh pejabat yang dimutasi dapat segera bekerja secara optimal, menjaga soliditas internal, serta terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri,” kata Eddizon. (dho/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *