Bekasi, Pelitabaru.com – Pengurangan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, sebesar Rp 7 miliar di tahun 2025 menjadi Rp 5 miliar mendapat tanggapan dan disayangkan anggota DPRD Kota Bekasi.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Alimudin, S.MS menanggapi pengurangan beasiswa terhadap mahasiswa kurang mampu dari Pemkot Bekasi sangat menyayangkan.
Adanya pengurangan beasiswa tersebut tentunya akan mengurangi pula jumlah mahasiswa kita yang mendapatkan beasiswa ini, karena dengan berkurangnya Rp 2 miliar dana biasiswa itu, mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa tersebut jumlah cukup signifikan.
“Saya berharap pada APBD perubahan pada akhir tahun 2026 nanti jumlahnya bisa ditambah, minimal jumlahnya sama di tahun 2025,” harap Alimudin.
Menurut Alimudin, bantuan beasia bagi mahasiswa di Kota Bekasi sangat bermanfaat, karena masih banyak siswa-siswi kita yang mempeunyai kemampuan diatas rata-rata. Namun tidak mampu dalam pembiayaan.
“Kalau kita bisa memberi beasiswa terhadap anak-anak kita yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi atau yang sudah duduk di perguruan tinggi, tetapi tidak mampu membiayai dirinya akan membantu mereka dan ini bisa menjadi aset Pemkot Bekasi. Mininal warga Kota Bekasi berkualitas dalam pendidikan,” katanya..
Sebagaimana diketahui Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Rabu (3/12/25) menyerahkan secara simbolis bantuan beasiswa bagi mahasiswa dan mahasiswi tidak mampu se-Kota Bekasi. Jumlah mahasiswa dan mahasiswi yang menerima beasiswa sebanyak 1470 penerima. Mereka kuliah tersebar di 77 perguruan tinggi di Kota Bekasi.
Program beasiswa ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang membutuhkan, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bekasi.
Pada kesempatan itu Wali Kota Bekasi menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan program beasiswa ini.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada 77 perguruan tinggi yang telah menjadi mitra dalam mewujudkan program ini. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sangatlah penting untuk memastikan keberhasilan program ini.” Kata Tri Adhianto (adv/setwan)












