Bogor, pelitabaru.com – Vokalis Band The Jaka Sembung (Jabung), Bepe, secara resmi mengumumkan kembalinya unit rock n roll Jabung ke kancah musik tanah air setelah sempat vakum. Lahir dari kegelisahan anak muda jalanan dan kecintaan pada distorsi, Jabung hadir kembali untuk menjawab kerinduan akan musik yang jujur dan tanpa aturan.
Bepe menegaskan bahwa vakumnya Jabung selama ini bukanlah tanda berhenti, melainkan proses berdamai dengan masa lalu sebelum akhirnya kembali ke panggung yang menurutnya kini terasa terlalu rapi dan sopan.
”Rock n roll itu bagi kami kayak kutukan yang nggak bisa disembuhin. Kami memutuskan balik karena merasa punya kewajiban untuk bikin keributan yang elegan di tengah industri yang makin jinak,” ujar Bepe kepada pelitabaru.com Kamis (15/1).
Ia menjelaskan bahwa kembalinya mereka bukan sekadar nostalgia murahan, melainkan sebuah laporan hidup dari orang-orang yang menolak untuk pensiun dari perlawanan. Bagi Jabung, panggung adalah tempat di mana kebebasan benar-benar menjadi bahasa, bukan sekadar genre musik.
Meski enggan merinci detail formasi demi memberikan kejutan bagi para penggemar, Bepe memastikan bahwa Jabung saat ini dihuni oleh individu-individu keras kepala yang disatukan oleh nyali. Ia mengakui adanya perubahan fisik dan usia, namun hal tersebut tidak sedikit pun mengurangi intensitas musik mereka.
“Jabung versi sekarang lebih dewasa namun tetap mempertahankan karakter rock n roll yang kotor, jujur, dan tidak pernah meminta izin kepada siapa pun. Saya juga menekankan adanya perubahan filosofis dalam karya-karya terbaru mereka nanti. Jika dulu mereka liar tanpa arah, kini setiap nada yang dimainkan memiliki tujuan yang jelas,” pungkasnya.
Lanjut Bepe, inspirasi musik mereka masih bersumber dari luka lama, tawa sarkas, serta kenyataan pahit yang mereka hadapi. Pesan yang diusung tetap simpel dan konsisten sejak awal terbentuk: ajakan untuk tetap menjadi diri sendiri meskipun dunia terus memaksa untuk patuh.
”Mengenai rencana ke depan, Jabung telah menyiapkan rangkaian aksi nyata, mulai dari jadwal panggung hingga potensi kolaborasi. Namun, memberikan syarat tegas bagi siapa pun yang ingin bekerja sama, harus satu frekuensi, jujur, berisik, dan memiliki sikap. Jabung mencari rekan yang berani tampil apa adanya, bukan sekadar mencari pengikut atau popularitas semata di media sosial,” ujar Bepe.
Menutup keterangannya, Bepe mengenang masa-masa awal Jabung di mana panggung sering kali berakhir dengan kekacauan yang membebaskan. Ia berharap kembalinya mereka dapat menghidupkan kembali semangat perlawanan melalui musik yang penuh keringat dan distorsi.
“Akan ada panggung, akan ada keringat, dan pastinya telinga yang berdenging. Kami tidak kembali hanya untuk foto-foto, kami kembali untuk mengambil kembali nyawa rock n roll,” pungkasnya dengan tegas. (Zie)












