Bupati Rudy “Nguwongke” Petani Kabupaten Bogor

oleh
banner 468x60

Bogor, Pelita Baru

Bupati Rudy ‘Nguwongke’ (memperhatikan-red) petani Kabupaten Bogor. Kalimat itu bukan sekedar untaian kata-kata biasa. Tapi memang punya arti tersendiri, khususnya bagi kaum penyangga tatanan negara Indonesia di Bumi Tegar Beriman dengan berdirinya Pasar Petani Garuda.

banner 336x280

Berdiri diatas lahan kurang lebih dua hektar, dan terletak tak jauh dari pusat pemerintahan daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Pasar Petani Garuda bukan hanya sekedar pasar biasa, tapi juga sebagai solusi yang selama ini menjadi kendala utama para petani, pemasaran.

“Dengan penataan yang kavling-kavling, nantinya pasar ini diisi oleh kelompok tani dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. Para petani nanti yang akan menampati disini. bisa menempatkan hasil taninya disini, yang kemudian nanti bisa dibeli oleh warga masyarakat yang membutuhkan,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto dalam video TikTok yang diunggah akun Bogor Istimewa, dilihat Minggu (11/1/2026).

Lebih lanjut, Eko juga menjabarkan, Pasar Petani Garuda ini, akan menjadi pusat ekonomi sekaligus sarana bagi petani untuk meningkatkan produktivitasnya dalam menunjang perekonomian daerah.

“Untuk sementara bagaimana caranya menarik para petani masuk ke sini kemudian mereka bisa mengembangkan kegiatannya disini, kemudian nanti warga masyarakat juga bisa mendapatkan tanaman buah disini. Yang penting mereka mereka berjalan dulu mereka hidup dulu, soal nanti teknis apakah nanti sewa atau bagaimana, nanti kita cari jalan yang terbaik,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, untuk tahap pertama, Pasar Petani Garuda sudah 100 persen selesai. Tahap selanjutnya Pemkab Bogor akan fokus pada pekerjaan perapihan dan peningkatan fasilitas pendukung, seperti pembuatan turap untuk mencegah potensi longsor serta perbaikan dan pembangunan saluran drainase.

Berikutnya akan dibangun fasilitas penunjang lainnya seperti toilet dan musala. Rencana pekerjaan tahap kedua Pasar Petani Garuda ditargetkan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

Sementara itu, dalam sejumlah kesempatan, Bupati Bogor, Rudy Susmanto berharap Pasar Petani Garuda bisa menjadi tempat bagi para petani untuk membibitkan tanaman, menjual hasil panen, sekaligus berkumpul.

Pasar Petani Garuda, kata Rudy, juga akan terhubung dengan kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar di Jalan Tegar Beriman setiap Minggu. Ia membayangkan kawasan itu menjadi pusat aktivitas hijau, tempat warga bisa membeli tanaman sekaligus berpartisipasi dalam penanaman pohon.

“Kita ingin masyarakat bukan hanya menikmati rindangnya pohon, tapi juga bisa ikut menanam dan membeli tanaman dari petani lokal,” ujar Rudy.

Selain pasar, Pemkab Bogor juga memanfaatkan sejumlah lahan tidur yang ada di sekitarnya. Diantaranya dengan menyiapkan kawasan di sekitarnya sebagai hutan kota.

Rudy menyebut sebagian lahan di sekitar lokasi sudah ditanami sejak beberapa bulan lalu. Fokusnya adalah menjaga fungsi kawasan sebagai lumbung air, sekaligus ruang hijau di pusat kota.

“Sempat terpikir menjadikan kawasan ini sentra bambu, karena bambu mampu menyerap air cukup banyak. Kalau ada pohon yang harus dipindahkan, kami pastikan tetap ditanam ulang di lokasi lain,” ujarnya

Terlepas dari itu, ia menegaskan, seluruh bibit tanaman di kawasan itu akan berasal dari kelompok tani lokal, baik tanaman buah maupun tanaman hias. “Semua murni hasil pembibitan petani. Mereka menata, merawat, sekaligus menjualnya langsung ke masyarakat,” tandas Rudy Susmanto. (don)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *