Tiga Dosen FISIPKOM Unida Edukasi Pemilih Pemula untuk Tangkal Hoaks Pemilu

Ciawi, Pelitabaru.com

Tiga Dosen Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda (Unida) yakni Wakil Dekan Nonakademik Maria Fitriah, Dosen Ilmu Komputer Uus Firdaus, dan Pakar serta Pengamat Politik sekaligus Dosen Administrasi Publik Gotfridus Goris Seran, mengedukasi pemilih pemula untuk menangkal hoaks jelang pemilu pada Webinar literasi Digital dengan tema “Berantas Hoax Melalui Literasi Media Digital, Sambut Pemilu Bagi Pemilih Pemula dalam Wabinar Nasional yanh diselenggarakan pada Selasa (28/3/2023).

Webinar tersebut merupakan hasil kerja sama FISIPKOM dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor dan liputan6.com untuk mengedukasi pemilih pemula berantas hoaks melalui literasi media digital dan juga menyambut Milad ke-36 Unida yang diperingati setiap 21 Maret.

Dekan FISIPKOM Ginung Pratidina menyampaikan, tujuan diadakannya webinar ini untuk mengedukasi pemilih pemula dalam memberantas berita hoaks melalui literasi media digital. Selain itu, Webinar Nasional tersebut untuk memperingati Milad ke-36 Unida yang diperingati setiap tanggal 21 Maret.

“Webinar ini merupakan hasil kolaborasi dari tiga prodi di FISIPKOM, juga kerja sama dengan Bawaslu Kota Bogor dan Liputan6.com sekaligus dalam rangkaian Milad ke-36 Unida Bogor. Kami juga berharap para pemilih pemula dapat terhindar dari berita hoaks melalui literasi media digital,” kata dekan FISIPKOM UNIDA.

Dalam Webinar Literasi Digital yang dipandu oleh Kepala Laboratorium Administrasi Publik Cecep Wahyudin, Wakil Dekan Nonakademik Maria Fitriah menjelaskan, kebanyakan hoax yang tersebar berasal dari media sosial. Whatsapp menjadi media terfavorit yang bayak digunakan generasi Z seperti mahasiswa dan pelajar, karena kemudahan fiturnya. Mirisnya, isu hoaks terbanyak, terdapat pada konten berita politik. Ia juga menjelaskan agar pembaca cerdas dalam memilih dan memilah informasi.

Baca Juga :  Dua Mahasiswa FISIPKOM UNIDA Raih Juara dalam FORNAS VII Tahun 2023

“Memilih informasi itu, pilih media yang tepat. Kalo memilah informasi, tentunya sesuai kebutuhan, dan hati-hati, harus membaca berita sampai tuntas jangan membaca hanya judulnya saja, dan ambilah dari sumber terpercaya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dosen Ilmu Komputer Uus Firdaus menyampaikan, dunia digital yang dihadapi para era globalisasi ini, tidak terlepas dari internet juga berita hoaks yang tersaji di dalamnya. Ia juga menjelaskan Tools Google Fact Check dan cara penggunaannya yang bisa mendeteksi kebenaran suatu berita.

“Pembelajaran untuk kita semua, bertabayunlah karena tidak semua katanya itu adalah faktanya. Salah satunya, tidak terprovokasi dengan judul yang provokatif,” ucapnya.

Turut hadir sebagai pemateri, Dosen Administrasi Publik sekaligus Pakar dan Pengamat Politik Yusuf Gotfridus Goris Seran menjelaskan materi yang berbeda dengan pemateri lainnya dan lebih menekankan tentang pemilu bagi pemilih pemula. Bertema “Hantu-hantu Pemilu” memiliki makna pikiran yang kontraduktif terhadap demokrasi elektoral. Hal tersebut seperti penundaan Pemilu yang setiap 5 tahun sekali dilaksanakan, perpanjangan masa jabatan, politik identitas dan ambang batas.

“Kenapa hantu-hantu ini muncul, penyebabnya, syahwat kuasa politik yang begitu kuat baik dari partai politik, calon, dan seterusnya. Kemudian, perilaku pemilih kita cenderung pragmatis ketimbang ideologis,” pungkasnya.

Turut hadir sebagai narasumber dari Bawaslu Kabupaten Bogor, Naotalia Apapyo yang menjelaskan tentang Hoaks Dalam Pemilu, dan dari Liputan6.com Edu Krisnadefa yang menyampaikan tentang Literasi Digital dan Fenomena Post Truth.(*)

Tags: , ,