Skandal ASABRI, 328 Bidang Tanah dan Mobil Lexus Disita

Kejagung sita Mobil Lexus dari tersangka Heru Hidayat di kasus ASABRI. (Foto: Dok. Kejagung)

Jakarta, Pelitabaru.com

Penyidik Kejaksaan Agung kembali melakukan penyitaan sejumlah aset terkait kasus ASABRI. Aset yang disita diduga terkait para tersangka dalam kasus ini.

Salah satu aset yang disita ialah 328 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Bogor. Aset diduga terkait Dirut PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro.

“Penyitaan aset tersangka yang berhasil disita kali ini adalah aset yang terkait tersangka BTS berupa 328 bidang tanah dan atau bangunan di atasnya dengan status sertifikat HGB yang luas seluruhnya kurang lebih 193 hektar yang terletak di Kabupaten Bogor Jawa Barat,” kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Penyitaan tersebut berdasarkan Izin Ketua Pengadilan Negeri Cibinong dengan Surat Penetapan Nomor: 10/Pen.Pid/2021/PN.Cbi. tanggal 6 April 2021.

Selain itu, sebuah mobil Lexus milik Komisaris PT Trada Alam Mineral Heru Hidayat juga disita penyidik. Mobil Lexus berpelat nomor B-16-SLR disita berdasarkan hasil penggeledahan Kantor PT Inti Kapuas Arwana Internasional (IIKP) di Kembangan Jakarta Barat pada Selasa 6 April 2021.

Mobil itu disita dari Susanti Hidayat selaku Direktur Utama PT IIKP yang juga merupakan adik kandung tersangka Heru Hidayat.

“Selanjutnya, penyitaan terhadap benda bergerak berupa mobil tersebut akan dimintakan persetujuan penyitaan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat,” ucap Leonard.

Aset-aset yang disita itu nantinya akan ditaksir sebagai upaya pemulihan kerugian negara dalam kasus ini.

“Terhadap aset tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, Kejagung juga telah menyita sejumlah aset terkait Benny Tjokro dan Heru Hidayat. Mulai dari tanah, hotel, mal, kendaraan mewah, hingga kapal tanker.

Kasus ASABRI ini diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 23,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya. Namun, Kejagung sedang meminta BPK untuk menghitung angka pasti kerugian negara dalam kasus ini.

Sejauh ini, penyidik telah menetapkan sembilan tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi ini. Dua di antaranya adalah Benny Tjokro Heru Hidayat yang juga terdakwa kasus Jiwasraya. (net/bil)

Tags: , , ,