Sidak Lapas Bekasi, Petugas Temukan Sajam dan Ponsel

Petugas menunjukkan barang sitaan hasil sidak di Lapas Kelas IIA Bekasi, Selasa (6-4-2021). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Bekasi, Pelitabaru.com

Sejumlah senjata tajam (sajam) dan ponsel ditemukan petugas gabungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, dan Kodim 0507/Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah kamar warga binaan pemasyarakatan Lapas Bulak Kapal, Kota Bekasi, Selasa (6/4/2021).

“Sidak ini bertujuan menemukan alat yang bisa membahayakan sesama tahanan dan petugas lapas sekaligus alat untuk upaya melarikan diri,” kata Kalapas Kelas IIA Bekasi, Hensah.

Hensah menjelaskan, petugas mengamankan sejumlah sajam buatan berupa kater bergagang korek api gas, paku juga bergagang korek api gas, isi kater, lempengan logam besi, pipa besi, hingga alat komunikasi berupa ponsel di kamar tahanan.

“Kami juga menemukan sejumlah barang elektronik berupa kipas angin dan kabel-kabel listrik, charger ponsel, dan untaian kain,” jelasnya.

Dia menduga, sajam maupun besi baja yang didapat para warga binaan berasal dari bekas proyek pengerjaan atau pembangunan lapas oleh Pemerintah Kota Bekasi.

“Namun, yang menjadi momok adalah ponsel. Kami menduga ponsel diselundupkan sebelum pandemi Covid-19 karena saat ini kami tidak menerima kunjungan,” ucapnya.

Pihaknya kemudian melakukan pendataan hingga pemberian sanksi kepada warga binaan yang terbukti menyimpan benda yang dilarang tersebut. Selain itu, petugas dari unsur TNI/Polri juga memberikan pembinaan terhadap mereka.

“Untuk temuan ponsel, akan kami tindak lanjuti. Nanti kami akan lihat datanya, kalau memang ditemukan ada hubungannya dengan (transaksi) narkoba, akan ditindak dengan memberikan sanksi berat,” ungkapnya.

Kepala Keamanan Lapas Kelas IIA Bekasi Tommy Ardi Nugroho juga mengatakan, bahwa sidak di kamar narapidana yang berada di Blok Anggrek lantai 1 dan 2. Selanjutnya, akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keamanan dalam Lapas Kelas IIA Bekasi.

“Total ada 84 kamar yang diperiksa. Di blok narapidana campuran dari kasus narkoba dan kriminal,” tukasnya. (adi/ant)

Tags: ,