Sadis, Warga Pukuli dan Asingkan Pasien Covid-19 

Ilustrasi Penganiayaan. (Foto: Liputan6.com/Andri Wiranuari)
Medan, Pelitabaru.com
Sebuah rekaman video berdurasi 38 detik berisikan adegan penganiayaan yang dilakukan sejumlah orang terhadal pria yang tidak berdaya, viral di jagat media sosial. Video tersebut menuai berbagai kritik dan kecaman dari publik nusantara karena dinilai sadis. Kabarnya, pria tak berdaya itu merupakan pasien Covid-19 yang tak diterima warga Tobasa, Sumatera Utara.
Dalam rekaman video itu, tampak sejumlah orang berkerumun mengelilingi pria yang terbaring di aspal.
Mereka tampak memegang benda seperti kayu panjang, ada juga yang memegang tali. Kayu itu dipakai untuk mendorong tubuh bahkan untuk memukul pria yang terkulai di aspal.
Video itu pertama kali disebarkan Jhosua Lubis yang merupakan keponakan dari korban. Peristiwa itu terjadi di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (22/7/2021) lalu.
Jhosua mengatakan pamannya yang menjadi korban dalam video tersebut bernama Salamat Sianipar (45). Sementara warga yang mengelilingi Salamat tak lain adalah warga kampung pamannya.
Korban Positif COVID-19
Jhosua mengatakan pamannya dalam kondisi positif COVID-19. Atas kejadian penganiayaan tersebut, pihak keluarga akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Jhosua Lubis menceritakan soal peristiwa itu. Dia menyebut kejadian itu berawal setelah Salamat terkonfirmasi positif COVID-19.
“Kalau kurun waktu kejadiannya sudah terkena COVID-nya saya kurang tahu. Yang saya tahu, jadi sudah tes. Terus sudah dites, hasilnya keluar positif. Terus tanteku (istrinya) ini negatif dan kedua anaknya negatif. Terus isolasi mandiri mereka di rumah. Omku ini beda kamar sama istri dan anaknya, disuruh dokter karena gejalanya masih ringan,” sebut Jhosua dimintai konfirmasi, Sabtu (24/7/2021).
Dia menyebutkan, setelah di rumah, ada oknum masyarakat tidak senang dan ketakutan karena Salamat positif COVID-19. Lalu, dia ditarik paksa dari rumah dan diasingkan ke suatu tempat.
“Terus setelah pulang dari klinik, pas di rumah, sorenya ada masyarakat tidak senang kalau omku ini terkena COVID. Jadi ditarik paksalah dari rumah omku ini oleh masyarakat untuk tidak di rumah,” sebut Joshua.
Jhosua menuturkan Salamat diasingkan ke suatu tempat. Keesokan harinya, Salamat pun pulang ke rumahnya. Masyarakat yang melihat tidak terima hingga terjadi seperti yang ada di video viral.
“Terus keesokan harinya, omku ini pulang ke rumah. Terus warga melihat lagi kedatangan omku di rumah dan warga tidak terima. Akhirnya terjadilah kejadian seperti di video. Lehernya ditali, tangannya diikat, digebukin,” sebut Jhosua.
Dia mengaku, setelah kejadian itu, Salamat kabur dan baru diketahui kabarnya siang ini. Dia pun saat ini telah ditangani. Selain itu, Joshua mengaku pihak keluarga sedang melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat.
“Ini lagi dibuat laporan ke pihak kepolisian,” ucap Joshua.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan atas kejadian tersebut.
“Belum ada laporannya,” ucap Iptu Bungaran dimintai konfirmasi.
Bantahan Pemkab
Pemkab Toba, Sumatera Utara (Sumut) memberikan penjelasan terkait adanya seorang pria yang disebut dalam kondisi positif Corona dianiaya warga kampung. Pemkab mengatakan pria itu bukan dianiaya, namun diamankan karena lari saat menjalani isolasi mandiri (Isoman).
“Bukan untuk kekerasan, hanya mengamankan. Saya lihat masyarakat desa juga sangat peduli dengan pak Selamat Sianipar ini,” kata Bupati Toba, Poltak Sitorus, Sabtu (24/7/2021).
Poltak mengatakan hal itu setelah pihaknya sudah menemui pihak keluarga dari Selamat untuk mendapatkan informasi terkait hal ini. Poltak mengatakan pemerintah Kabupaten Toba telah membawa Selamat ke RSUD untuk menjalani perawatan.
“Beliau sudah kita posisikan di RSUD Porsea,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pardomuan, Toba, Timbang Sianipar, mengatakan pihaknya melakukan isolasi mandiri kepada korban bernama Selamat Sianipar di lokasi yang sudah disetujui oleh pihak keluarga. Kebutuhan Selamat saat isolasi juga sudah dipenuhi oleh pemerintah Desa.
“Beras 1 karung, telur 1 papan, dencis 2 kaleng, garam, minyak goreng, sabun mandi, sudah kami siapkan untuk saudara Selamat Sianipar,” ucap Kades Pardomuan.
Meski sudah ditempatkan di lokasi yang jauh dari rumahnya, Selamat disebut kembali pulang ke rumahnya. Pihak Desa yang mengetahui hal itu kemudian mendatangi loakasi rumah Selamat.
“Kembali ke rumah orang tuanya lagi, jadi saya langsung terjun ke rumah saudara Selamat Sianipar,” jelasnya.(ega/de)

Tags: , , ,