Menlu: Upaya Mencari Vaksin Tak Mudah

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi . (Foto: AP/Jose Luis Magana)

Yogyakarta, Pelitabaru.com

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyebutkan, bahwa upaya yang ditempuh Pemerintah Indonesia untuk mencari vaksin Covid-19 bukan perkara mudah karena persediaan tidak sebanding dengan tingginya permintaan dari berbagai negara.

“Sangat tidak mudah mencari vaksin sampai saat ini. Kenapa tidak mudah? pertama karena jumlah antara pasokan vaksin dunia dengan permintaan sangat tidak sebanding,” kata Menlu Retno dalam acara Keluarga Alumni Teknik UGM (Katgama) Peduli Berbagi untuk Negeri di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, Sabtu

Kendala berikutnya, menurut Retno, adalah masih terdapat kebijakan negara-negara yang menghambat pengiriman vaksin sehingga yang di antaranya berwujud kebijakan restriksi atau pembatasan ekspor.

“Akibatnya terjadi gap terhadap vaksin yang cukup besar antara negara berpenghasilan tinggi dengan negara yang berpenghasilan rendah,” ujar Retno.

Retno juga menuturkan, bahwa saat ini secara global sebanyak 5,5 miliar dosis vaksin telah disuntikkan kepada masyarakat dunia. Akan tetapi, 80 persen di antaranya ada di negara berpenghasilan tinggi.

“Bahwa saat ini diseluruh dunia 5,5 miliar dosis vaksin telah di suntikan. Menunjukkan adanya gap 80 persen dari 5,5 miliar dimiliki oleh negara berpenghasilan tinggi,” tuturnya.

Meski demikian, kata Retno, hingga saat ini Indonesia telah menerima 227.411.510 dosis vaksin, baik diperoleh melalui jalur komersial, maupun jalur dukungan dari Covax Facility maupun dari negara-negara sahabat.

Dia mengungkapkan, bahwa selama hampir 18 bulan mesin diplomasi Pemerintah Indonesia tak pernah berhenti untuk terus memperoleh akses vaksin dan merajut kerja sama dengan berbagai negara agar kebutuhan vaksin di Tanah Air dapat tercukupi.

“Ibu bapak, siang malam 24 jam pemerintah terus berupaya untuk mendapatkan akses terhadap vaksin untuk memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia dan selama hampir 18 bulan ini mesin diplomasi kita terus bergerak,” ungkapnya.

Ia mengaku bersyukur vaksinasi di Indonesia telah melampaui target WHO karena hingga saat ini 34 persen populasi telah memperoleh vaksin dosis pertama dan 20 persen populasi telah mendapatkan suntikan dosis kedua.

Tidak hanya itu, dari jumlah dosis yang disuntikkan, ia menyebutkan Indonesia merupakan negara terbesar keempat di Asia setelah Tiongkok, India, dan Jepang.

“Walaupun capaian kita sudah baik, namun kerja keras masih terus diperlukan agar kita dapat melakukan akselerasi vaksinasi untuk mencapai target populasi yang telah ditetapkan,” tandasnya. (di/ant)

Tags: , , ,