Manfaatkan Peluang Tanaman Hias Dimasa Pandemi

Bogor, Pelitabaru.com

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia menyebabkan berbagai macam kebijakan dikeluarkan dan tentu akan berpengaruh pada aktivitas kehidupan masyarakat. Salah satu kebijakan yang diterapkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah mengimbau agar masyarakat sementara waktu tinggal di rumah dan melakukan aktivitas dari rumah.

Hal yang menarik adalah permintaan pada tanaman hias dan sayuran ternyata meningkat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya minat masyarakat untuk bercocok tanam (khususnya tanaman hias dan sayuran) dan juga pentingnya konsumsi sayuran untuk kesehatan yang terus menerus disosialisasikan.

Melihat peluang ini, masyarakat diimbau untuk tidak tinggal diam, namun terus berupaya untuk melakukan promosi tanaman hias dan sayuran.

“Meskipun ada himbauan untuk bekerja dari rumah, saat ini kita sangat terbantu dengan berkembangnya teknologi, dimana kita dapat melakukan berbagai hal tanpa harus bertemu secara fisik,” kata Dosen IPB University Dr. Doni Sahat Tua Manalu, SE., M.Si, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, saat ini promosi serta pemasaran tanaman hias dan sayuran sudah dilakukan melalui online di market place (Shopee, Tokopedia, Lazada, dsb) atau mempromosikan melalui Media Sosial (Instagram, Facebook, Whatsapp, dsb) seperti yang juga sudah banyak dilakukan oleh produsen tanaman hias dan sayuran saat ini.

Doni menuturkan, dengan adanya peluang tersebut, Tim Dosen Sekolah Vokasi IPB University dari berbagai program studi melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada hari Sabtu 23 Oktober 2021 yang lalu.

Dengan tema besar “Upaya Pengembangan Masyarakat Berbasis Produksi dan Konsumsi Secara Berkelanjutan” yang dihadiri peserta ibu-ibu kader Posyandu Desa Cihideung Ilir, Tim Dosen menyampaikan paparan yang diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman bagi para peserta, kemudian dilanjutkan dengan simulasi praktik menanam tanaman hias dan sayuran.

Dalam pengabdian kepada masyarakat tersebut, pemateri pertama adalah Faranita Ratih L, SH MH. Dalam paparannya, melakukan Sosialisasi Hukum Pertanahan. Menurutnya, hal ini sangat penting disampaikan dalam rangka mencegah kerugian yang dialami oleh warga di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea akibat ketidaktahuan tentang masalah agraria.

“Mafia tanah memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat tentang prosedur kepemilikan tanah. Sudah banyak masyarakat kehilangan tanahnya akibat praktik mafia tanah,” ujar Faranita.

Baca Juga :  Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor Meninggal karena Covid-19

Pada kesempatan tersebut disampaikan juga bagaimana upaya yang harus dilakukan oleh warga agar tanah yang dimilikinya tidak berpindah tangan secara ilegal oleh Mafia Tanah.

Pemateri berikutnya, disampaikan oleh Hidayati Fatchur Rochmah, SP, MSi tentang optimalisasi lahan pekarangan dengan budidaya tanaman hias. Hidayati menjelaskan, saat ini trend perumahan yang semakin minimalis namun disisi lain peningkatan konsumsi terus meningkat, harusnya dibarengi dengan peningkatan produksi rumah tangga.

“Untuk itu perlu memanfaatkan pekarangan rumah,” jelasnya.

Hidayati juga mengajak warga agar tetap dapat memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah untuk menanam tanaman hias yang dapat memberikan keindahan dan keasrian lingkungan, serta mengajak warga untuk tetap produktif memanfaatkan pekarangan dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitar rumah.

Mengenai Budidaya Sayuran ala Urban Farming yang juga saat ini sedang trend dan diterapkan di berbagai wilayah perkotaan di Indonesia, disampaikan oleh Tim Dosen lainnya yakni Ade Astri Muliasari, SP, MSi.

“Melalui sistem urban farming masyarakat tidak perlu khawatir keterbatasan lahan saat bercocok tanam. Dengan berbagai teknik urban farming masyarakat tetap dapat menyalurkan hobi bercocok tanam,” tutur Ade Astri.

Pada kesempatan tersebut, Ade Astri juga mengajak peserta untuk dapat tetap produktif dalam memproduksi tanaman sayuran yang dapat dimanfaatkan sebagai hobi (rekreasi), konsumsi rumah tangga hingga dijual ke pasar.

Kegiatan diakhiri dengan melakukan praktik bercocok tanam komoditas tanaman hias dan sayuran. Peserta menunjukan antusiasme mengikuti praktik dari menyiapkan media tanam hingga menanam benih dan bibit di polybag. Hasil dari praktik ini dibawa oleh peserta ke rumah yang akan dirawat hingga tumbuh berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga dan warga sekitar.

Harapan para dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sehingga pelaksanaan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya ibu-ibu kader posyandu yang telah hadir dan mendapatkan praktik menanam, serta diharapkan dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada warga lain mengenai peluang tanaman hias dan sayuran berbasis produksi dan konsumsi berkelanjutan. (adi/*)

Tags: , , ,

Don`t copy text!