Mahasiswa USU Pesta Ganja Hanya Disanksi 6 Bulan

Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi di kampus USU Kota Medan. (Foto: MPI/Wahyudi Aulia Siregar)

Medan, Pelitabaru.com

Paska penggerebekan oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara pada Minggu (10/11/2021), pihak Universitas Sumatera Utara (USU) hanya menjatuhkan skorsing 6 bulan terhadap 14 orang mahasiswa yang terlibat pesta ganja di Kampus Fakultas Ilmu Budaya tersebut.

Humas USU, Amalia Meutia mengatakan, skorsing diberlakukan setelah para mahasiswa itu selesai menjalani rehabilitasi.

“Kita akan meminta orangtua mereka datang dan membuat surat perjanjian agar para mahasiswa tersebut tidak mengulangi perbuatan mereka. Perjanjian itu dibuat sekaligus pemberian surat skorsing selama 6 bulan kepada mahasiswa yang bersangkutan,” kata Amalia, Senin (11/10/2021).

Amelia juga mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil assement BNN atas para mahasiswa mereka yang dinyatakan positif menggunakan narkoba pasca penggerebekkan di Kampus FIB USU. Jika nantinya ada mahasiswa yang dihukum lebih dari dua tahun, maka pihaknya akan memecat mahasiswa yang bersangkutan.

“Tidak langsung di DO (droup out). Kecuali nanti hasil persidangan memutuskan mahasiswa tersebut dijatuhi hukuman lebih dari 2 tahun. Tapi karena (para mahasiswa) hanya berstatus pengguna, jadi sanksinya lebih ke arah rehabilitasi,” kata Amalia.

Diketahui sebelumnya, petugas dari BNN Sumut menangkap sebanyak 47 orang dari penggrebekan pesta ganja di Kampus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara pada Minggu, 10 Oktober 2021 kemarin.

Dari 47 orang yang ditangkap itu, sebanyak 14 orang di antaranya merupakan mahasiswa aktif USU. Sisanya alumni USU, mahasiswa perguruan tinggi lain serta warga sekitar kampus USU. Dalam penggrebekan itu, tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini telah ditahan di Kantor BNN Sumut.

Terpisah, DM (23), seorang mahasiswi asal Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh yang ditangkap bersama teman laki-lakinya berinisial FAY (21), asal Kecamatan Bagan Sinembah, Kecamatan Rokan Hilir, Provinsi Riau di sebuah rumah di Jalan Cemara Ujung, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara mengaku menjual ganja karena kebutuhan hidup dan untuk menutupi biaya kuliah.

“Saya butuh uang untuk bayar uang kuliah, terus ada yang nawarin gitu. Lalu aku tanya teman, ada enggak yang mau barang ini (ganja), katanya ada, ya sudah, habis itu dikirim barangnya kemari, aku kasih jual,” kata DM.

DM juga mengaku mendapat keuntungan Rp 1,5 juta dari setiap penjualan 1 kilogram ganja. DM juga mengakui bahwa dirinya diberitahu seseorang yang merupakan mahasiswa USU berinisial JHS untuk menjual ganja di FIB USU.

“Dikasih tahu sama temannya, kenal juga. Katanya di situ, Kampus USU itu aman untuk edarkan ganja. Enggak pernah pakai (ganja), cuma (jual) di USU, yang kasih barang dari Aceh,” ujar DM.

Adapun DM dan JHS merupakan teman satu Kampus di Universitas Budi Darma Medan. Penangkapan DM dan FAY merupakan pengembangan dari penggerebekan yang dilakukan BNN Sumut di kawasan FIB USU.

Dari hasil tes urine, sebanyak 31 orang dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis ganja. BNNP Sumut menyita sebanyak 508,6 gram ganja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 265 gram diakui sebagai milik JHS. Adapun JHS mengaku mendapatkan ganja tersebut dari tersangka DM.

Rektor USU Muryanto Amin sendiri sudah mengakui telah berkoordinasi dengan BNN Sumut untuk memberantas narkoba di wilayah kampus. Hal itu disampaikan Muryanto untuk merespons penggerebekan yang dilakukan BNN Sumut di FIB USU pukul 22.30 WIB.

“Ya, memang kita sudah berkoordinasi dengan BNN untuk memberantas narkoba di kampus,” kata Muryanto kepada Tribun Medan melalui saluran telepon, Senin (11/10/2021).

Muryanto menegaskan tidak akan membiarkan mahasiswa bermain-main dengan narkoba. “Kalau ada akan kita berikan sanksi berat,” ujar dia.

Ia mengatakan, untuk mahasiswa USU yang ditangkap, jika ada yang dikenakan sanksi berat, maka pihak kampus juga akan ikut memberikan sanksi berat pula.

“Kita lihat prosesnya di BNN, kalau nanti bisa dibina dan diperbaiki akan kita kasih toleransi lah. Tapi kalau engga bisa, ya kita berikan sanksi berat sampai ke tahap drop out,” ungkapnya.

Dari awal, pihak kampus telah memutuskan bahwa jangan ada lagi mahasiswa yang berkumpul di kampus sampai malam hari bila memang tidak produktif. (sn/gar)

Tags: , , , , , , ,