Luhut : Haris Datangi Saya Minta Saham Freeport

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Dok. Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, Pelitabaru.com

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan aktivis HAM Haris Azhar terkait saham Freeport pernah mendatangi rumahnya untuk meminta saham Freeport dengan mengaku sebagai wakil warga Papua.

“Ya, dia pernah datang ke saya, katanya dia mewakili suku-suku di situ. Saya dengerin, saya selalu prefer [meminta penjelasan] ke ahlinya suku-suku di sana,” kata Luhut dinukil dari wawancara yang disiarkan CNN Indonesia TV, Senin (11/10/2021).

Namun Luhut mengaku tak tahu apakah benar permintaan itu dilakukan untuk kepentingan warga Papua atau untuk kepentingan Haris sendiri.

“Nah itu saya enggak tahu permintaan itu apakah untuk kepentingan masyarakat adat atau kepentingan dia,” ucapnya.

Luhut mengaku sudah mengenal Haris Azhar sejak lama. Haris juga disebut sering mendatangi rumah atau kantornya untuk meminta bantuan. Hanya saja Luhut tak menyebut jenis bantuan apa yang dimintakan oleh Haris Azhar.

“Haris itu saya kenal baik, dia datang ke rumah, ke kantor saya, macam-macam itu, saya fasilitasi [permintaannya] sampai bisa, yang bisa saya lakukan yang tidak bisa ya tidak,” tutur Luhut.

Luhut enggan bicara banyak terkait perseteruannya dengan Haris Azhar. Dia mengaku hanya mau bicara di depan pengadilan agar proses hukum berjalan.

Dia juga menyampaikan alasannya membawa perkara tersebut ke ranah hukum untuk memberikan pembelajaran bagi banyak pihak agar tak asal menuduh orang lain.

“Ini pembelajaran pada publik, lain kali jangan asal nuduh,” ucapnya.

Pengacara Luhut, Juniver Girsang sebelumnya mengatakan Haris Azhar pernah meminta saham PT Freeport kepada kliennya. Tudingan itu dibantah oleh Haris Azhar.

Haris mengatakan pihaknya memang pernah mendatangi Kantor Kemenko Marves pada 4 Maret 2021. Namun saat itu kedatangannya bertujuan untuk membantu Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) masyarakat adat mendapatkan alokasi saham Freeport sebagaimana haknya.

“Saya pada tanggal 4 Maret 2021 membantu dalam kapasitas kuasa hukum FPHS masyarakat adat dari sekitar wilayah tambang Freeport di Indonesia,” kata Haris saat dihubungi pada September lalu.

Menurutnya sejak divestasi saham Freeport ke Inalum, masyarakat adat sekitar wilayah tambang dijamin mendapatkan saham. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan lebih lanjut.

“Jadi kami datang untuk meminta fasilitasi negara menyelesaikan alokasi saham tersebut yang tidak kunjung tuntas di area Papua,” tuturnya.

Haris menjelaskan alasannya berkunjung ke Kemenko Marves lantaran kementerian yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan itu sebagai lembaga yang membawahi masalah investasi. Namun, sampai saat ini, ia menyebut belum diketahui apa kontribusi Kemenko Marves atas permasalahan itu.

Saat mendatangi Kemenko Marves, Haris mengaku tidak bertemu langsung dengan Luhut, melainkan salah satu pejabat di Kementerian itu.

“Sampai saat ini tidak diketahui apa kontribusi kantor Marves untuk soal saham masyarakat adat yang belum tuntas tersebut,” ujar Haris menambahkan.(ega/cnn)

Tags: , , , ,