Lapor Polisi Tak Direspon, Warga Ngadu Ke IPW

IPWSugeng Teguh Santoso, Ketua IPW (Indonesia Police Watch)

Jakarta, pelitabaru.com

Kapolda Jawa tengah, Irjen Ahmad Lutfi harus menurunkan tim untuk menyelidiki dugaan terjadinya ilegal logging kayu jati milik Perhutani Welahan di Kabupaten Grobogan.

Pasalnya, proyek penjarangan kayu jati itu sebagian keluar dan dikirim ke Jepara, diduga dengan menggunakan surat aspal (asli tapi palsu).

Hal itu, ditengarai hasil Informasi masyarakat yang dilaporkan kepada Indonesia Police Watch (IPW), dengan menyebutkan bahwa penjualan kayu-kayu jati ilegal tersebut sudah dilaporkan ke Ditkrimsus Polda Jateng, pada beberapa waktu lalu  melalui seorang perwira polisi. Namun, laporan informasi tersebut tidak mendapat respon dan kegiatan yang diduga sebagai tindak penyelundupan itu tetap berlangsung.

Malah terkait informasi warga masyarakat itu, IPW juga telah menyampaikan langsung pada Kapolres Grobogan dengan melampirkan nama-nama yang diduga sebagi pelaku sesuai informasi yg didapat dari warga masyarakat tersebut.

Proyek penjarangan kayu jati oleh Perhutani Welahan di Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini diperkirakan sudah berjalan hampir satu bulan. Karena, seringkali, barang bukti kayu tebangan tersebut ditaruh di tanah pekarangan warga Desa Lebak.

Setiap harinya, hasil kayu yang diperoleh, diperkirakan sebanyak empat sampai lima truk dengan volume enam sampai tujuh kubik per truknya. Total kayu yang dihasilkan minimal 24 kubik kayu jati per harinya.

Menurut informasi masyarakat itu, dua truk dimasukkan ke Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Sumber Rejo. Sedangkan yang dua truk lainnya diduga dibawa keluar dengan disertai surat aspal ke Jepara melalui jalur Welahan, Purwo, Ciroton , Kayen. Artinya, di lokasi  memang benar terjadi ada penyelewengan dan penyelundupan kayu di Perhutani Welahan, Kabupaten Grobogan.

“Modusnya, diduga pelaku bekerjasama dengan pegawai  perhutani, dimana penebang mendapat kontrak tebang luasan lahan terbatas,” kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi harian ini, semalam.

Baca Juga :  Tes Mata Pelajaran Masuk Perguruan Tinggi Dihapus

Anehnya, lanjut Sugeng, dalam masalah itu penebang saat melakukan menebangan kayu-kayu jati itu dapat melebihi luasan kerja yang ada di kontrak kerjanya.

Untuk itu, IPW mendesak Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfi untuk menurunkan tim guna mengungkap adanya indikasi permainan kayu ilegal di Perhutani Welahan Grobogan.

Bahkan tidak menutup kemungkinan hal yang sama juga dapat terjadi di wilayah lainnya di Jawa Tengah. Padahal, misi Perhutani adalah mengoptimalkan bisnis kehutanan dengan prinsip good corporate governance.(zan/humasipw)