Ketua KPK: Pergantian Ali Fikri, Hanya Penyegaran

Nawawi Pomolango

Jakarta, Pelitabaru.com

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango ikut angkat suara terkait pergantian Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada penyidik senior KPK, Tessa Mahardika Sugiarto, pekan lalu.

Menurutnya, pimpinan KPK memutuskan jabatan juru bicara akan diberikan kepada beberapa orang secara periodik. Dia mengklaim, banyak pegawai KPK yang sebenarnya juga memiliki kompetensi dalam bidang komunikasi publik.

“Jadi, gak ada salahnya kalau kami berencana melakukan semacam ‘penyegaran’ sekaligus memberi ruang kesempatan pada pegawai-pegawai KPK lainnya untuk menjadi ‘corong’ lembaga,” kata Nawawi dikutip Minggu (9/6/2024).

Menurut dia, Ali Fikri juga harus berfokus pada jabatannya sebagai Kepala Bagian Pemberitaan KPK. Selama ini, jaksa KPK tersebut pun hanya menjabat sebagai pelaksana harian atau Plh juru bicara.

Bahkan, Nawawi menilai, Ali Fikri sudah cukup lama berperan sebagai Plh juru bicara KPK usai ditinggal Febri Diansyah yang mengundurkan diri dan menjadi advokat. “Mas Ali itu kan sudah cukup lama,” ujar dia.

KPK memang belum memiliki juru bicara yang definitif usai posisi tersebut ditinggalkan oleh Febri Diansyah. Pada saat itu, KPK menunjuk seorang Jaksa yang di klaim sebagai upaya penyeimbangan karena sebagian besar posisi strategis di lembaga tersebut dipegang perwakilan Polri.

Diketahui, pimpinan KPK menunjuk juru bicara lembaga antirasuah yang baru yaitu seorang penyidik asal kepolisian, Tessa Mahardika Sugiarto. Keputusan ini sekaligus menjadi penghentian tugas Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri yang selama ini menjadi pelaksana harian (Plh) juru bicara.

“Jabatan Pak Ali adalah Kabag Pemberitaan, tetapi selama ini beliau ditunjuk zsbagai Plh. Juru Bicara, dan sekarang sudah diangkat Juru Bicara yang definitif, Pak Tesa” kata Wakil Ketua KPK, Joanis Tanak, Jumat (7/6/2024)

Baca Juga :  KPK Amankan Data dan Bukti Transaksi Uang

KPK memang belum memiliki juru bicara definitif usai jabatan tersebut ditinggal Febri Diansyah yang mengundurkan diri dan memilih menjadi seorang advokat. Saat itu, KPK kemudian menunjuk seorang jaksa yang diklaim sebagai upaya penyeimbangan karena sebagian besar posisi strategis di lembaga tersebut dipegang perwakilan Polri.

Profil tentang Tessa Mahardika tak bisa banyak ditemukan. Berdasarkan informasi dia adalah seorang penyidik senior pada Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK. Dia tercatat sebagai penyidik tindak pidana korupsi ahli madya.

Berdasarkan data LHKPN, penyidik asal Polri ini memiliki kekayaan sebesar Rp2,2 miliar yang terdiri dari sebuah tanah dan bangunan di kawasan Tangerang Selatan; satu motor, satu mobil, dan harta lainnya. Namun dia juga mencatatkan punya hutang sebesar Rp1,02 miliar pada akhir 2023. (jod/*)

Tags: , ,