Kerja Bersama, Menang Bersama

Salatiga, Pelitabaru.com

Yogi Ardiako, calon legislatif (caleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 2 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidorejo, Salatiga mengajak setiap elemen di Kota Paling Indah di Jawa itu, untuk kerja bersama dan menang bersama mewujudkan slogan ‘Salatiga Ijo Royo Royo’.

“Selama ini saya konsentrasi penuh terhadap program sosial dan lingkungan, itu yang menjadi alasan  utama saya terjun ke dunia politik. Mohon restu, ayo sinergis, kerja bersama, menang bersama,” ucap Yogi ketika ditemui di sela kesibukannya belum lama ini.

Tekad bulat Yogi ini bukan tanpa alasan. Sebab, anak dari pasangan pengusaha sekaligus pemilik Kafe YeGe Salatiga, pasangan Laras dan Joko Surowo ini, memang punya jiwa membangun. Hal itu dibuktikan dengan jejak rekamnya selama ini.

Bahkan, dari tangan pemuda ‘low profile’ ini juga sejumlah kelompok pemuda memiliki usaha dengan pendapatan menggiurkan. Federasi Off Road Salatiga yang dibentuknya, tak dipungkiri kini menjelma menjadi satu peluang bisnis unggul.

Di bisnis ini, Yogi sukses mengumpulkan sekelompok anak muda potensial pemilik jeep ia karyakan menjadi ‘gaet’ sekaligus joki menjelajah Salatiga dan Kabupaten Semarang bagi grup-grup perusahaan yang ingin mengeksplorasi alam dengan cara mengasah adrenaline.

“Awalnya hobi menjadi satu bisnis dapat menghasilkan,” ungkapnya

Terlepas dari keberhasilannya itu, Yogi secara pribadi mengaku sangat membenci ketidakadilan. Cucu Bupati Rembang era tahun 70-an ini, tak pernah bisa menerima kesewenang-wenangan yang bertentangan dengan regulasi.

Sebuah ‘trah’ pemimpin yang tentunya sama dengan kepribadian orang tuanya yang juga sempat pula menjajal kontestasi politik lokal di Salatiga. Yogi yakin dengan niat baik nan tulus, ia bisa membawa politik santun dan digemari di generasi Z.

“Kegiatan sosial yang kerap saya ikuti, termasuk menggerakkan generasi muda untuk terjun di event kemanusiaan mendidik saya untuk berempati dengan lingkungan,” terang Yogi, memperjuangkan namanya di Dapil Sidorejo.

Melalui hobi berkumpul dan bersosial menjadikan ajang tidak hanya sekedar memupuk silaturahmi, tapi juga mengumpulkan pundi-pundi rupiah bagi kelompok orang dengan hobi dan kreativitas.

Dua Perempuan Hebat

Dibalik keberanian caleg muda PKB nomor urut 2 Dapil Sidorejo Salatiga Yogi Ardiako maju dalam Pileg 2024 ini, terdapat dua sosok perempuan hebat. Kedua perempuan inilah hingga kini menguatkan sekaligus mengantarkan Yogi Ardiako bisa bertahan sampai di titik persiapan pencoblosan 14 Februari 2024.

Kenyang, bahkan memiliki asam garam di dunia perpolitikan, kedua wanita perempuan hebat itu adalah Dyah Laras, dan Ketua Tim Pemenangan sekaligus penasehat Yogi Ardiako, Hj Hidayah.

Sosok Dyah Laras adalah wanita tangguh nan kukuh selalu mengingatkan Yogi Ardiako untuk amanah dalam setiap pesan serta keinginan konstituen bapak dua anak itu, khususnya di wilayah Kecamatan Sidorejo.

Tak terlalu istimewa, ketika Dyah Laras menyelipkan pesan kepada putra sulungnya untuk berjuang duduk di kursi DPRD Salatiga.

“Semoga amanah ya ‘le’ (le adalah sapaan orang tua kepada anak laki-laki di pulau Jawa Tengah khususnya-red),” ungkap Laras, seperti terlihat di akun Facebook rasminya.

Laras sendiri tidak asing di perpolitikan Salatiga. Setidaknya, dua kali Laras sempat bertempur dalam kancah Pileg.

Sementara, Hj Hidayah sangat mengapresiasi langkah Yogi Ardiako sejauh ini. Ia melihat, Yogi merupakan sosok muda putra pertama pengusaha, Djoko Soerowo dan Dyah Laras yang masih memegang teguh idealisme dalam berbagai hal.

Baca Juga :  PKL Kedaton Keluhkan Pungli Ke Wali Kota Bandar Lampung

“Saya suka dengan generasi muda yang mencoba untuk sebuah perubahan dalam tata pemerintahan khususnya di Salatiga. Kehadiran Yogi mampu mengisi ruang-ruang publik yang sangat penting salah satunya menjadi anggota legislatif,” terang Hidayah.

Hidayah menaruh harapan besar, melihat darah yang mengalir di tubuh Yogi Ardiako dapat mewakili berbagai keinginan warga Salatiga yang selama ini belum terakomodir.

Makam keluhurnya di Astana Bibis Luhur sebuah makam keluaraga Mangkunegara kawasan Surakarta, Jawa Tengah, menjadi catatan sejarah tak terlupakan.

Dia sosok lainnya yang menaruh harapan besar ke Yogi adalah Ketua Tim Pemenangan sekaligus penasehat Yogi Ardiako, Hj Hidayah dan temen semasa kecil Yogi, Sauqi Prayogo, S.T. (Gus Uqi).

Hidayah dengan gamblang terkesima dan mengapresiasi langkah Yogi Ardiako maju dalam Pileg Salatiga 2024.

Ia melihat, Yogi merupakan sosok muda putra pertama pengusaha, Djoko Soerowo dan Dyah Laras yang masih memegang teguh idealisme dalam berbagai hal.

“Saya suka dengan generasi muda yang mencoba untuk sebuah perubahan dalam tata pemerintahan khususnya di Salatiga. Kehadiran Yogi mampu mengisi ruang-ruang publik yang sangat penting salah satunya menjadi anggota legislatif,” terang Hidayah.

Ketika nanti Yogi lolos menjadi calon legislatif di 2024, Hidayah yakin Yogi memberikan warna di DPRD Salatiga. Bahkan mampu menjadi wakil rakyat yang berbeda karena berani menyuarakan kebenaran ditengah kencangnya arus pertentangan.

Terutama dalam memberikan sebuah kesempatan warga masyarakat menyuarakan hak-hak rakyat.

“Yang diinginkan oleh warga dan bisa diwujudkan Yogi Ardiako menjadi impian bersama,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Gus Uqi, anak anak ketiga pasangan ulama KH. Mahfud Ridwan dan Hj. Nafisah pendiri Ponpes Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang. Gus Uqi yakin, pendekatan Yogi dengan tur ke UMKM dan sejumlah tempat wisata di Kota Salatiga memiliki makna yang dalam.

“Tur ke UMKM dan sejumlah tempat wisata di Kota Salatiga merupakan bagian dari upaya pengembangan UMKM dan wisata di Salatiga. Tidak sekadar jalan-jalan, tetapi kampanye itu akan ditindaklanjuti dengan karya nyata bagi Kota Salatiga,” ungkap Gua Uqi.

Trah Pemimpin

Yogi Ardiako merupakan anak pertama dari pasangan tokoh masyarakat Salatiga Dyah Laras dan Djoko Soerowo ini cucu dari seorang seorang pejuang kemerdekaan RI, Rr Prawanti, berasal dari trah Mangkunegara.

Eyang Prawanti merupakan putri dari pasangan R.Ng Tjitrowursito yang kala itu menjabat sebagai Wedono Banyudono. Rr Prawanti, menikah dengan Soeratman, SH yang tak lain adalah seorang pejuang kemerdekaan RI eks TP Brigade XVII.

Sebagai catatan sejarah, Soeratman SH adalah mantan Kepala Kejaksaan (Kejari) Salatiga era tahun 1974 hingga sampai 1979.  Pada perjalan karirnya, Soeratman pernah menduduki jabatan Bupati Rembang periode tahun 1979 hingga tahun 1989.

Yogi sendiri anak pertama dari pasangan Djoko Soerowo mantan Ketua PPM Jawa Tengah dan Dyah Laras yang berkecipung di dunia kuliner, sosial yang saat ini menduduki jabatan Ketua II Gabungan Organisasi Wanita Kota Salatiga. Darah pejuang dari eyang-eyangnya pun menurun kepada anak cucunya.

Eyang buyut Yogi dimakamkan di Astana Bibis Luhur sebuah makam keluaraga Mangkunegara kawasan Surakarta, Jawa Tengah. Sedang Eyangnya dimakam Umum Sidomulyo, Salatiga.(*)

Tags: , , ,