IPW Minta Kapolri Terapkan Merit System

Jakarta, pelitabaru.com

Indonesia Police Watch (IPW) secara tegas meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam memilih pimpinan satuan kerja dibawah jajarannya harus tetap berpijak pada sistem urut kacang (merit system).

Selain itu, juga harus berlandaskan sesuai kompetensi dalam bidangnya masing-masing.

“Termasuk, dalam menetapkan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri pengganti Komjen Paulus Waterpauw,” ujar Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, dalam siaran persnya, Sabtu (23/10).

Dengan cara itu, lanjut Sugeng, maka Kapolri telah menerapkan sesuai dengan Konsep Polri Presisi yang diusungnya dalam membenahi organisasi, operasional, pelayanan publik dan pengawasan di institusi Kepolisian.

Menurut Ketua IPW yang juga lawyer ini, Kapolri sebagai pimpinan tertinggi di kepolisian, yakni Jenderal Listyo Sigit harus mampu meninggalkan gaya titip-titipan, kedekatan pribadi, dan kelompok atau hubungan politik tertentu, dalam memilih personelnya dan tetap berpijak dan mengacu kepada profesionalitas Polri.

Secara teknis, kata Sugeng, Kapolri dalam melakukan sistem urut kacang itu berpijak pada unsur kepangkatan, senioritas, kapasitas, kualitas dan kapabilitas anggota Polri.

Dengan begitu, masyarakat dapat menilai bahwa kepemimpinan di era Listyo Sigit, organisasi kepolisian yang gemuk dengan sekitar 400 ribuan personel tersebut dapat dikatakan berjalan sangat profesional.

“Urut kacang ini sebenarnya telah dilakukan Kapolri Listyo Sigit, saat menempatkan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw padaa jabatan barunya sebagai Kabaintelkam melalui Surat Telegram bernomor ST/318/II/KEP/2021,” kata Sugeng lagi.

Sedangkan pengganti Kapolda Papua waktu itu, lanjutnya, ditunjuk Wakapoldanya yakni Brigjen Mathius D Fakhiri.

“Demikian pula, ketika Brigjen Syahardianto ditunjuk sebagai Wakabareskrim menggantikan Irjen Wahyu Hadiningrat yang dimutasi sebagai Asrena Polri,” tuturnya

Ketika itu, kata Sugeng, posisi Syahardianto adalah Direktur Tindak Pidana Tertentu (dirtipiter) Polri. Sementara yang menggantikan Dirtipidter adalah wakilnya yakni Kombes Pipit Rismanto.

Sehingga, dengan “the right man on the right place” maka organisasi dapat berjalan mulus secara profesional.

“Demikian pula, seharusnya dalam memilih Kabaintelkam yang baru pasca Komjen Paulus Waterpauw mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolri Pimpin Sertijab Delapan Kapolda

Dengan langkah itu, kata Sugeng, masyarakat dapat memandang wajar penempatan personel memang telah melalui urut kacang.Dan tidak menutup kemungkinan citra Polri akan meningkat di tengah kritikan tagar #PercumaLaporPolisi dan #OknumAparatBrengsek saat ini.

Seperti diketahui Komjen Paulus Waterpauw sudah menyerahkan jabatan Kabaintelkam kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena menduduki posisi baru sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri.

Waterpauw yang merupakan alumni Akpol 1987 itu akan pensiun sebagai anggota Polri pada bulan November 2021 mendatang.

Dengan ditinggalkan Waterpauw maka Jabatan Kabaintelkam Polri kosong dan Kapolri mengangkat Wakabaintelkam Irjen Suntana sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kabaintelkam. Sehingga untuk mengisi kekosongan tersebut Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (wanjakti) Polri akan menggodok Perwira Tinggi Polri untuk Jabatan Kabaintelkam.

Berkaitan dengan kekosongan tersebut, IPW melihat Kapolri dan Wanjakti tidak perlu repot-repot mencari sosok yang mumpuni untuk menggantikan Komjen Paulus Waterpauw. Dengan melaksanakan sistem urut kacang dan juga “the right man on the right place” diatas, maka Irjen Suntana sangat pantas menduduki jabatan Kabaintelkam Polri.

Hal ini sesuai dengan kriteria kepangkatan, senioritas, kapasitas, kualitas dan kapabilitas yang ada. Irjen Suntana merupakan lulusan Akpol 1988 dan sudah menjadi Wakabaintelkam selama 3 tahun lebih sejak dilantik 13 Agustus 2018.

Disamping perjalanan karir Irjen Suntana memang lebih banyak di Intel. Karena, sejak Perwira Pertama sebagai anggota Polri, Suntana sudah bergelut di dunia intelijen Polri mulai menjadi Kasat Intel Polres Manokwari pada 1992, Kasat Intel Polrestro Jakarta Barat tahun 2002, Wadir Intelkam dan Dirintelkam Polda Metro Jaya di 2009 dan 2015. Setahun kemudian pindah ke Baintelkam Polri, sebelum menjadi Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Lampung tahun 2018.

Sehingga dengan menempatkan Irjen Suntana sebagai Kabaintelkam Polri maka profesionalitas Polri akan terjaga secara profesional dan menelorkan sumber daya manusia intelijen yang unggul di institusi kepolisian. (don)

Tags: , ,

Don`t copy text!