Hindari Budaya Kemacetan, Jalur Puncak Bogor Bakal Dibangun Jalan Tol

Ilustrasi.

Jakarta, Pelitabaru.com

Kemacetan memang kerap menghiasi ruas jalan utama di Puncak, Kabupaten Bogor setiap akhir pekan. Ragam keluhan dan kritikan pun meluncur deras dari ribuan hingga jutaan mulut warga yang terjebak situasi yang seolah-oleh sudah menjadi budaya tersendiri lantaran tak pernah ada solusi itu.

Paham akan situasi tersebut, pemerintah pun berencana membangun jalan tol di kawasan Puncak demi mengurai kemacetan panjang yang kerap terjadi. Bahkan, di tahun 2023 ini, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) mencanangkan beberapa tahapan yang bakal ditempuh, selain kajian atau Feasibility Studies (FS).

Yaitu, akan dilakukan kajian AMDAL atau Analisis Dampak Lingkungan. Sedangkan di tahun 2024 akan dilakukan pengadaan tanah serta Detail Engineering Design (DCD). Progres proyek itu saat ini sudah masuk ke dalam penyusunan kajian proyek.

“Jalan Tol Caringin-Puncak (Cianjur) telah tercantum dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Tol dengan target terbangun/operasi pada periode 2030-2034. Rencana Tindak Lanjut saat ini sudah diberikan izin untuk kajian studi Pemrakarsa oleh PT Matrasarana Arsitama dan Swoosh Capital KFT,” kata Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit saat Rapat dengan Komisi V DPR, Selasa (28/3/2023).

Dalam penjelasannya, Danang juga memaparkan Tol Puncak ini terdiri dari 5 seksi, yaitu seksi I sepanjang 11,6 km, seksi II sepanjang 6,9 km, seksi III sepanjang 9,7 km dan seksi IV sepanjang 7,3 km serta seksi V sepanjang 16,3 km.

Rencananya, panjang tol ini akan mencapai 51,8 km, menghubungkan dari Caringin hingga Megamendung Cisarua, lalu berlanjut hingga Cianjur. Nantinya tol ini juga akan tersambung dengan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi.

Biaya konstruksi untuk kelima seksi itu mencapai lebih dari Rp 24 triliun. Rinciannya seksi I bernilai Rp 3,1 triliun, seksi II bernilai Rp 2,43 triliun, seksi III senilai Rp 8 triliun lebih, seksi IV Rp 1,6 triliun, seksi V bernilai 9 triliun lebih.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Untuk Jalan Tol Mencapai Rp 30-40 Juta/Meternya

Sebelumnya pemerintah juga terus menggeber pembangunan tol Cijago (Cinere-Jagorawi). Ditjen Binamarga Kementerian PUPR mengungkapkan, Cinere dan Jagorawi sudah hampir tersambung penuh. Dan, setelah beroperasi nanti, pergerakan dari Bogor menuju Jakarta atau Tangerang bisa ditempuh hanya sekitar 45 menit.

Seperti diketahui, jalan tol Cijago terbagi menjadi 3 seksi. Seksi 1, yang menghubungkan Jagorawi hingga Cisalak sudah terhubung sejak tahun 2012 silam. Kemudian, seksi 2, menghubungkan Cisalak hingga Kukusan sudah tersambung sejak tahun 2019 lalu. Dan tahun ini, akhirnya seksi 3 segera tersambung.

Penyelesaian konstruksi Tol Cijago Seksi 3 akan meningkatkan konektivitas Tol JORR II. Tentu saja, berdampak positif mengurangi kemacetan di pusat Kota Depok, memperlancar mobilitas warga dan mengurangi kemacetan di ruas tol lain.

“Kalau semua sudah tersambung, kalian yang dari arah Bogor dan ingin beraktivitas ke arah Jakarta dan Tangerang, kalian hanya dapat melintasinya hanya dalam waktu 45 menit saja. Hemat waktu bukan?” demikian unggahan akun TikTok resmi PUPR Binamarga.

Diharapkan, Cinere-Jagorawi Seksi 3A Kukusan-Cinere sepanjang (3 Km) bisa dijajal saat liburan Natal dan Tahun baru. Sehingga ruas tol ini bisa melengkapi keseluruhan tol Cijago yang sudah beroperasi sebelumnya. Yakni pada Seksi 1 Jagorawi-Raya Bogor, seksi 2 Raya Bogor-Kukusan. (adi/fuz/gin/*)

Tags: , ,