Gempa Hebat Landa Pulau Dewata

Peta gempa Bali M4,8 yang sangat merusak. (Foto: Istimewa/BMKG)

Karangasem, Pelitabaru.com

Pulau dewata sedang berduka. Gempa bumi bermagnitudo 4,8 pada Sabtu, 16 Oktober 2021, mengakibatkan sejumlah orang meninggal dan ratusan bangunan rusak, dimana puluhan rumah di antaranya hancur. Tanah longsor yang disebabkan lindu membuat tiga desa terisolir.

Redaksi Pelita Baru mencatat, merujuk data terakhir per Ahad (17/10/2021) kemarin, terdapat tiga warga meninggal akibat gempa ini. Salah satu korban atas nama I Luh Meryani, 3 tahun, merupakan warga Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Sedangkan dua korban lain berasal dari Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Gempa memicu longsor di Bangli dan menutup satu-satunya jalur darat. Akibatnya ada tiga desa terisolir yaitu Desa Trunyan, Desa Abangsongan dan Desa Abang Batudinding yang dihuni ratusan keluarga.

Satu-satunya akses keluar dan masuk dari Bangli saat ini melalui Danau Batur. Seperti dilakukan Polda Bali saat memberikan bantuan berupa 100 paket sembako kepada korban gempa di Karangasem ditempuh dengan kapal.

“Minggu (17/10) pagi ini (kemarin,red), kami membawa 100 paket sembako yang kami serahkan ke pihak yang memang tepat sasaran,” kata Ketua Bhayangkari Bali, Ni Luh Ketut Mahajani.

Jumlah orang terluka ringan di Karangasem sampai kini tercatat 73 orang. Di sana juga ada rumah rusak dengan kategori berat sebanyak 259 unit, rumah rusak ringan 366 unit dan 101 pura rusak.

Dari pendataan kebutuhan warga, saat ini paling dibutuhkan adalah terpal untuk membuat rumah tinggal sementara sebagai tempat mengungsi, air dan bahan makanan, termasuk obat-obatan, mengingat sebagian besar warganya mengalami luka-luka akibat terkena runtuhan bangunan.

Bupati Karangasem, I Gede Dana, memerintahkan Kadis Sosial dan BPBD Karangasem untuk membangun tenda pengungsian dan memberikan batuan terpal untuk tenda tempat tinggal sementara.

Baca Juga :  PUPR Kerahkan Pompa Penyedot Kapasitas 700 Liter/Detaik Atasi BanjirTangerang

“Kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa cukup parah, bahkan ada banyak rumah yang roboh. Saya sudah perintahkan BPBD dan Dinas Sosial untuk segera melakukan penanganan pascabencana,” kata Gede Dana.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Made Rentin mengatakan, bahwa proses evakuasi korban oleh tim BPBD di Kabupaten Bangli dan asesmen cepat kerusakan fisik sempat terkendala akses menuju lokasi karena terhalang material longsoran dan runtuhan batu tersebut. Pihaknya kemudian melakukan menjangkau lokasi terdampak melalui danau.

 “Untuk akses melalui darat tidak bisa dilakukan, jadi akses ke lokasi kejadian hanya bisa melalui danau untuk sementara,” ujar Made Rentin.

Sementara itu berdasarkan keterangan tertulis Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Agus Wahyu Raharjo, gempa tektonik bermagnitudo 4,8 tersebut dengan episenter terletak pada koordinat 8,32° LS; 115,45° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 kilometer barat laut Karangasem, Bali, pada kedalaman 10 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal,” ujarnya.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi BMKG Daryono menambahkan, dengan memperhatikan sumber gempa di Bali yang bermagnitudo 4,8 tersebut, tampak gempa yang terjadi akibat aktivitas sesar/patahan aktif lokal, bukan akibat aktivitas Sesar Naik Flores.

Ada dugaan karena lokasi episenter di kompleks Gunung Api Agung-Batur, bisa jadi ada kaitan dengan migrasi magma yang mencetuskan aktivitas sesar lokal.

“Pusat gempa Karangasem pagi ini terletak di zona gempa swarm Komplek Gunung Agung dan Gunung Batur pada tahun 2017,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya.(ega/net)

Tags: , , ,

Don`t copy text!