*FISIPKOM UNIDA Gaet Liputan6.com dan Bawaslu untuk Edukasi Pemilih Muda dalam Berantas Hoaks Pemilu*

Ciawi, Pelitabaru.com

Pesta demokrasi rakyat Indonesia sudah di depan mata. Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan menentukan pucuk pimpinan bangsa ini serta parlemen dan beberapa kepala daerah hanya akan hadir dalam hitungan bulan. Namun, belajar dari pemilu-pemilu sebelumnya, terkadang marak kabar-kabar palsu yang mencoba menipu masyarakat dan membuat pesta demokrasi sedikit ternodai. Untuk itu, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda (UNIDA) menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor dan Liputan6.com dalam mengedukasi pemilih muda untuk berantas hoaks dalam kegiatan Webinar Nasional yang dilaksanakan pada hari Selasa (28/3/2023).

Dekan FISIPKOM Gunung Pratidina menyampaikan, tujuan diadakannya webinar ini untuk mengedukasi pemilih pemula dalam memberantas berita hoaks melalui literasi media digital. Selain itu, Webinar Nasional tersebut juga untuk memperingati Milad ke-36 Unida yang diperingati setiap tanggal 21 Maret.

“Webinar ini merupakan hasil kolaborasi dari tiga prodi di FISIPKOM, juga kerja sama dengan Bawaslu Kota Bogor dan Liputan6.com sekaligus dalam rangkaian Milad ke-36 Unida Bogor. Kami juga berharap para pemilih pemula dapat terhindar dari berita hoaks melalui literasi media digital,” kata dekan FISIPKOM UNIDA.

 

Webinar yang dipandu oleh Dosen Administrasi Publik sekaligus Kepala Laboratorium Administrasi Publik Cecep Wahyudin ini, menghadirkan lima pemateri yang kompeten.

Koordinator SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kabupaten Bogor Naotalia Apapyo menyampaikan, rusaknya pesta demokrasi salah satunya karena adanya berita hoax dalam pemilu. Terjadinya disinformasi yang signifikan, disebabkan rendahnya literasi pembaca. Hoax yang bertebar, rata-rata terjadi di media sosial.

“Yang harus dicatat dalam mengidentifikasi berita hoax, adalah judul yang provokatif. Untuk mendeteksinya, cek sumber berita, dari mana asalnya berita, lalu periksa kembali fakta, cari situs pembanding dan bijak dalam menyebarkan berita,” katanya.

Baca Juga :  Habis Gunakan Jasa PSK, Pria di Bandung Ditangkap Polisi, ini Sebabnya

Dalam kesempatan yang sama, Redaktur Pelaksana liputan6.com, Edu Krisnadefa, menjelaskan, maraknya fenoma post truth atau suatu pemberitaan yang didasarkan atas keyakinan dan emosional pribadi, mirip dengan hoax yang pemberitaannya dikemas dengan sifat bombastis dan mengabaikan data, fakta, serta tidak jelas kebenarannya.

“Jadi intinya, post truth itu menilai suatu berita atau informasi, bukan berdasarkan objektivitas. Tetapi berdasarkan emosi dan keyakinan. Ini yang bahaya, karena menilai pemberitaan dengan tidak rasional,” katanya.

Sementara, Dosen-dosen dari FISIPKOM Unida yakni, Wakil Dekan Nonakademik sekaligus Dosen Prodi Sains Komunikasi, Maria Fitriah, mengajak Generasi Z untuk mengenali dan lawan hoaks di Media Sosial, Dosen Prodi Ilmu Komputer, Uus Firdaus, membawakan materi tentang Literasi Media Digital Dalam Menangkal Hoax Bagi Pemilih Pemula, dan terakhir, Dosen Prodi Administrasi Publik, yang juga Pakar dan Pengamat Politik, Yusuf Gotfirdus Goris Seran, membawakan materi dengan tema Dunia Digital dan Hoax.(*)

Tags: , , , ,