Erick Usul, Suporter Bandel Ada Sanksi Pengurangan Poin Club Sepak Bolanya

Ketum PSSI, Erick Thohir. (Foto: PSSI)

Jakarta, Pelitabaru.com

Kerusuhan suporter sepakbola kembali mewarnai hajatan Liga 1 2022/- 2023. Paling jadi sorotan adalah saat pertadingan antara PSIS Semarang melawan PSS Sleman dan Persib Bandung vs Persis Solo.

Menyikapi hal ini, Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir, mengusulkan ada sanksi pengurangan poin bagi klub jika ada kerusuhan suporter.

“Saya sudah bicara dengan liga (PT LIB) dan Exco PSSI, saya ingin mengusulkan pengurangan poin ke depan. Jadi kalau ada sebuah kejadian di lapangan,” kata Erick seperti dilansir dari Bola.com, Senin (17/7/2023).

Erick menyebut, pengurangan poin ini juga berkaca dari Liga Italia. Juventus beberapa waktu lalu dipastikan bersalah setelah melanggar aturan administrasi. Hasilnya, mereka mendapatkan pengurangan poin.

“Seperti kemarin Juventus, karena masalah administrasi, Juventus kemarin pengurangan poin 15 poin karena ada administrasi yang disalahgunakan dimana ada sistem accounting, pajak, dan lain-lain. Itu 15 poin hukumannya Artinya apa? Bisa kita melakukan sesuatu yang berbeda asal ada kesepakatan. Beberapa klub saya telepon mereka bilang tertarik. Kenapa? Ini biar punya tanggung jawab sama-sama. Pihak keamanan punya tanggung jawab, klub punya tanggung jawab, sahabat-sahabat suporter,” bebernya.

Erick juga mengatakan, kerusuhan suporter jadi masalah serius karena sepak bola Indonesia sedang masa berbenah pasca Tragedi Kanjuruhan tahun lalu.

Erick juga menjelaskan jika sanksi pengurangan poin jadi opsi paling ampuh.Pasalnya, kerusuhan yang dilakukan suporter berdampak langsung kepada klub.

Diharapkan mereka jadi lebih menahan diri karena klub akan mendapatkan kerugian jika mereka melakukan aksi tersebut.

“Tapi kalau ada problem lain seperti kemarin kembali kita kurangi poin saja. Supaya apa? Klub dan suporter merasa punya tanggung jawab yang sama. Kan kalau klubnya kurang poin, rugi,” ujarnya.

Baca Juga :  UMKM bukan Saingan BUMN!

Namun begitu, terkait pengurangan poin ini, kata Erick masih dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait.
Sehingga, ini belum keputusan final dan belum pasti digunakan untuk Liga 1 musim depan.

“Jangan-jangan tidak semua suporter,. Itu kan ada oknumnya. Kita harus saling jaga. Kasihan kalau suporter sudah mati-matian membela timnya. Tiba-tiba ada hal-hal yang tidak diinginkan, kan kalau poinnya dikurangi jadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh supporter. Ini salah satunya, belum jadi keputusan,” tandasnya. (adi/fuz/gin/*)

Tags: , , ,